Banda Aceh—Bimbingan jurnalistik bagi warga Gampông Peurada dan Gampông Pineung yang diadakan oleh LPPM USK pada hari Sabtu (29/7/2023) menghadirkan narasumber dari Harian Kompas.
Jurnalis Kompas yang hadir sebagai narsumber, Zulkarnaini Masry, menyampaikan materi tentang pentingnya menulis segala hal yang ada di gampông sebagai informasi bagi masyarakat luas.
“Tidak semua orang di luar sana paham kondisi gampông kita, tidak semua tahu kegiatan gampông kita. Kalau bukan kita yang menulisnya, siapa lagi? Menungggu wartawan sampai ke kampung kita, kan rasanya gimana gitu,” ujar Zulkarnaini.
Ia mencontohkan, di Aceh ada tuha peut dan tuha lapan. Struktur pemerintahan gampông seperti ini, kata dia, tidak ada di daerah lain di Indonesia.
“Ini kan menarik. Kalau kita mampu menuliskannya dengan baik dan maksimal, kita bisa buat feature, opini, atau bentuk apa pun,” kata alumnus Universitas Muhammadiyah Aceh itu.
Zulkarnaini juga menceritakan pengalamannya yang sudah bergabung dengan media Kompas sejak tahun 2013. Ia bertutur, sejak bergabung menjadi jurnalis, dirinya sudah masuk ke pelosok-pelosok gampông di seluruh Aceh.
“Ternyata ada banyak kejadian unik dan menarik di gampông-gampông yang saya datangi selama ini tidak tersentuh oleh jurnalis. Nah, hal seperti ini mestinya warga gampônglah yang harus menulis. Informasi dari tulisan warga nanti bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, baik jurnalis maupun pemerintah. Intinya, kita menulis untuk memberikan manfaat bagi khalayak,” ujarnya.
Selain Zulkarnaini, narasumber lainnya, Yoserizal dari Harian Serambi Indonesia, mengatakan hal yang paling penting dalam menghasilkan karya tulis itu adalah semangat. Selanjutnya, kedua narasumber mendiskusikan karya jurnalistik hasil kerja para peserta.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh LPPM USK tahun anggaran 2023 sesuai dengan usulan Dosen FKIP USK, Herman RN, Denni Iskandar, dan Budi Arianto.
“Kita berharap kegiatan ini dapat membuka cakrawala berpikir masyarakat gampông bahwa menulis itu bukan pekerjaan jurnalis semata, bukan tugas penulis saja. Menulis adalah pekerjaan semua orang, termasuk warga gampông, sesuai dengan ruang lingkup dan lingkungan masing-masing,” tutur Herman RN.
Dua hari sebelumnya, Ketua LPPM USK, melalui Sekretaris LPPM, Dr. Sulastri, M.Si., saat membuka kegiatan tersebut, menyampaikan LPPM USK mendanai kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2023 sebanyak 75 kegiatan, dari total 212 yang diusulkan oleh seluruh dosen USK.[]











