BLANGPIDIE – H. Irmawan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi IV, menyerap aspirasi atau reses ke Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (08/08/2023).
“Alhamdulillah hari ini saya kembali hadir untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Abdya,” kata Irmawan dihadapan puluhan tokoh dan masyarakat Abdya yang hadir.
Politisi Partai Kebangkitan (PKB) itu memaparkan, capaian aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan di tingkat pusat.
“Sebenarnya tidak perlu dipublikasi, tapi karena banyak pertanyaan kemudian ada yang saling klaim sehingga menjadi penting untuk diluruskan agar diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.
Irmawan mencontohkan, salah satu dari sejumlah yang telah berhasil disuarakan di Senayan sejak semasa Akmal Ibrahim masih menjabat sebagai Bupati Abdya adalah soal jalan dua jalur.
“Sebenarnya tidak ada alasan bagi orang lain mengkalim bahwa jalan dua jalur itu orang lain yang memperjuangkan, karena kita di DPR-RI memang membidangi tentang infrastruktur, itu salah satu contoh dari sejumlah yang telah berhasil kita perjuangkan untuk Abdya,” jelasnya.
Kemudian break water di Gampong Kedai Palak Karambil Susoh, semestinya konstruksinya sudah bisa dibangun tahun ini, namun karena kendala DID terpaksa harus tahun depan.
“Karena Pemerintah Daerah tidak siap, sehingga kita terpaksa mengurus DID dengan pihak Balai propinsi Aceh dan Alhamdulillah tahun ini Rp 1.5 Miliar sudah ada anggaran untuk perencanaan,” tuturnya.
Untuk kontruksi pemecah ombak, kemungkinan pelaksanaannya akan dikerjakan pada awal Januari 2024.
“InsyaAllah kalau tidak ada kendala awal 2024 break water untuk antispasi abrasi akan dikerjakan di Gampong Palak Karambil,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua PKB Abdya, Zulkarnain menyebutkan tidak ada unsur politik dalam pelaksanaan reses yang dilaksanakan oleh Anggota DPR-RI di Abdya.
“Ini murni tentang pelaksanaan reses dalam rangka menyerap aspirasi dan tidak ada unsur politik karena ini merupakan tugas yang dinamakan oleh undang-undang kepada anggota DPR,” tegasnya.
Pria yang akrap disapa Ukra itu, juga memberi apresiasi kepada Irmawan karena mesti suaranya minim tapi perhatian untuk Abdya sudah seperti daerahnya sendiri.
“Sebenarnya saya dan kita semua malu kepada beliau meski suara di Abdya sedikit namun tidak menciutkan perhatian pak Irmawan kepada kabupaten kita,” pungkasnya. (Rusman)










