Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemenag: 41 MTs di Sampang Pakai Buku Pelajaran Diduga Menyimpang

Atjeh Watch by Atjeh Watch
11/08/2023
in Nasional
0
Kemenag: 41 MTs di Sampang Pakai Buku Pelajaran Diduga Menyimpang

Ilustrasi. Kemenag Jatim telusuri materi buku pelajaran agama Islam yang diduga menyimpang di Sampang. (Pixabay/Ramdlon}

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur mencatat sebanyak 41 madrasah tsanawiyah (MTs) di Sampang, Jawa Timur masih menggunakan buku mata pelajaran agama Islam yang diduga mengandung materi yang menyimpang.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Santoso mengatakan data itu berdasarkan hasil penelusuran tim gabungan yang terjun mengusut buku-buku tersebut.

“Total sementara MTS sasaran 96, MTS menerapkan bahan ajar ‘masih polemik’ 41. MTs tidak menerapkan bahan ajar ‘masih polemik’ 55,” kata Santoso kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/8).

Santoso mengatakan data sementara ini dikumpulkan tim gabungan sejak 8-9 Agustus 2023 lalu di 96 MTS sasaran. Ia pun memastikan bakal menarik buku-buku yang diduga mengajarkan ajaran menyimpang tersebut.

“Inggih (red. Iya) [akan ditarik],” kata Santoso.

Temuan puluhan materi menyimpang

Sebelumnya hasil kajian dari Media Literasi Kampus Institut Agama Islam Nazhatut Thullab (MLK IAI Nata) Sampang menemukan kejanggalan dalam delapan buku pelajaran jenjang MTS yang mengandung materi yang menyimpang di Sampang.

Buku itu terdapat terbitan Kemenag dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ketua MLK IAI Nata Sampang, Mokaffi merinci buku-buku itu dua di antaranya adalah terbitan Kemendikbud RI, dan dua lagi terbitan Kemenag RI.

Mokaffi merinci terdapat 50 muatan yang diduga menyimpang dari delapan buku yang diteliti oleh para ahli fikih. Temuan itu adalah akumulasi dari kajian yang dilakukan sepanjang 2021.

Ia menjelaskan khusus buku terbitan Kemenag, ada 28 masalah.

Salah satu kejanggalan dalam buku itu adalah syahadat termasuk dalam rukun khutbah Jumat. Dalam ajaran 4 imam besar yang dipakai di Indonesia, syahadat bukanlah rukun khutbah Jumat.

Tim khusus Kemenag

Merespons temuan itu, Kemenag langsung membentuk tim khusus untuk mengklarifikasi koreksian konten buku Mata Pelajaran Fikih Kelas VII untuk MTS tersebut.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Moh Ishom menjelaskan tim yang dibentuk selanjutnya akan dikirim untuk mengklarifikasi kondisi di lapangan terkait penggunaan buku mata pelajaran tersebut.

“Kami membentuk tim untuk mendalami informasi tentang konten pada buku PAI di Madrasah. Mereka akan dikirim untuk mengklarifikasi kondisi di lapangan,” ungkap hom dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Budiman Sudjatmiko PDIP Diklaim Belok Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Next Post

AS Lirik Australia Jadi Lokasi Uji Coba Rudal Hipersonik-Jarak Jauh

Next Post
AS Lirik Australia Jadi Lokasi Uji Coba Rudal Hipersonik-Jarak Jauh

AS Lirik Australia Jadi Lokasi Uji Coba Rudal Hipersonik-Jarak Jauh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua KIP Aceh: Usulan Aceh Singkil–Subulussalam Jadi Dapil Tersendiri Dimungkinkan Secara Hukum

Ketua KIP Aceh: Usulan Aceh Singkil–Subulussalam Jadi Dapil Tersendiri Dimungkinkan Secara Hukum

17/06/2026
Semangat 1 Muharram, Al Zahrah Canangkan Resolusi Baru Bagi Santri dan Pesantren

Semangat 1 Muharram, Al Zahrah Canangkan Resolusi Baru Bagi Santri dan Pesantren

17/06/2026
Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

17/06/2026
Evaluasi Besar-Besaran Sektor Kesehatan, Bupati Sarjani Kumpulkan Seluruh Pimpinan Faskes

Evaluasi Besar-Besaran Sektor Kesehatan, Bupati Sarjani Kumpulkan Seluruh Pimpinan Faskes

17/06/2026
Ari Palawi Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Ekosistem Seni di Aceh

Ari Palawi Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Ekosistem Seni di Aceh

17/06/2026

Terpopuler

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026

Kemenag: 41 MTs di Sampang Pakai Buku Pelajaran Diduga Menyimpang

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Besok, Ribuan Pelajar Ramaikan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com