Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Wujudkan Harmoni dan Kebhinekaan, UIN Raden Fatah Bersama BPIP Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila

Atjeh Watch by Atjeh Watch
14/09/2023
in Kampus
0
Wujudkan Harmoni dan Kebhinekaan, UIN Raden Fatah Bersama BPIP Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila

PALEMBANG –  Universitas Negeri Islam (UIN) Raden Fatah Palembang mengadakan pembinaan ideologi pancasila melalui bedah buku Islam dan Pancasila dalam Perspektif Maqasid Syariah “Mewujudkan Harmoni dan Kebhinekaan dalam Masyarakat Indonesia“ . Kegiatan ini berlangsung di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah, Kamis (14/09/2023).

Rektor UIN Raden Fatah Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si sebagai keynote speaker mengatakan kebhinekaan adalah landasan yang sangat penting dalam menjaga harmoni dan toleransi di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai latar belakang, kita mampu hidup bersama dalam damai dan menghargai perbedaan satu sama lain.

“Pancasila pada dasarnya merupakan implementasi dari nilai-nilai Maqasid Al-Syariah yang merupakan inti ajaran Islam,” ujar Prof. Nyayu

Lebih lanjut Prof. Nyayu menekankan segala bentuk usaha untuk membenturkan pancasila dengan Islam adalah sesuatu yang sia-sia.

“Secara kontektual antara Islam dan pancasila tidak saling bertentangan bahkan sebaliknya dengan mengimplementasikan pancasila sama halnya dengan mengamalkan ajaran Islam,” ungkap Rektor UIN Raden Fatah.

Prof. Nyayu juga menyampaikan bahwa ada tanggung jawab akademik yang besar di pundak para civitas akademika untuk mewujudkan harmoni dan kebhinekaan di tengah masyarakat dan negeri tercinta Indonesia.

“Kita berharap apa yang telah disampaikan betul-betul dapat dibumikan dan diimplementasikan, serta dapat memantapkan peran dan kontribusi untuk mewujudkan kehidupan beragama dan bernegara lebih yang lebih baik,” harap Rektor.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D menyebut Indonesia memiliki anugerah yang sangat besar, dua hal yang membuat negara ini diberi segala-galanya oleh Tuhan yang Maha Esa, karena beriman dan bersatu.

Prof Yudian mengatakan bahwa proklamasi kemerdekaan RI merupakan proklamasi terbaik dan terhebat di muka bumi di sepanjang sejarah, karena pada saat itu terjadi di perang terbesar sepanjang sejarah yaitu Perang Dunia II.

“Di tengah-tengah perang dunia II tanpa teknologi militer, Indonesia melakukan proklamasi dengan waktunya hanya 59 detik tetapi berhasil membebaskan dan mempersatukan kembali minimal 57 negara yang terasa satu sejak sumpah pemuda,” jelas Prof. Yudian.

Lebih lanjut Prof. Yudian mengatakan sumpah pemuda merupakan mukjizat pertama bangsa Indonesia, politik dunia pada tahun 1914 terjadi perang dunia II.

“Pemuda-pemuda Indonesia itu punya mukjizat pertama namanya Sumpah Pemuda. Dari situ lah pergeseran dari gerakan-gerakan sporadis menjadi gerakan nasional,” ujarnya.

Prof. Yudian juga mengajak kepada Mahasiswa dan Dosen di UIN Raden Fatah Palembang, untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sementara itu Deputi Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP RI Ir. Prakoso, M.M. mengatakan bahwa Pancasila merupakan dasar negara, falsafah dan pemersatu bangsa. Maka dari itu nilai dan prinsip Pancasila harus diaktualisasikan khususnya dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian.

“Pentingnya Pancasila di NKRI ini adalah untuk mengatur tatanan kehidupan kita dan penyelenggaraan negara,” kata Prakoso.

Menurut Ir. Prakoso dengan pembinaan ideologi pancasila dapat semakin menumbuhhkan rasa cinta kepada Indonesia, selain itu pancasila sebagai padangan hidup juga sebagai pemersatu bangsa.

“Mari kita kuatkan dan bergotong-royong mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila, khususnya pancasila juga harus diterapkan pada program-program kampus”, ujarnya.

Dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila melalui bedah buku Islam dan Pancasila Perspektif Maqasid Syariah ini juga menghadirkan Syaiful Arif, selaku penulis buku Islam dan Pancasila Perspektif Maqasid Syariah, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI Prof. Dr. H. Najib., S.Ag., M.Ag., Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagaman dan Manajemen Organisasi Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muh. Isom, M. A., dan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. M. Sirozi, M.A., Ph.D.

Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru yang diwakili  Ka. Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel H.M Alfajri Zabidi, S.Pd, MM, M.Pd.I mengatakan, Indonesia dapat bersatu karena memiliki pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa. Banyak negara yang satu bahasa, satu budaya dan satu negara tetapi tidak dapat bersatu, Indonesia dengan berbagai suku, budaya dan bahasa yang berbeda dapat bersatu karena memegang teguh ideologi pancasila.

“Dengan pembinaaan ideologi pancasila ini, mari kita lestarikan dan bumikan pancasila serta dilaksanalam dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel AKBP Dwi Mulyanto, S.IK., SH., M.Si., Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro AUPK dan AAKK, Ketua dan Sekretaris Senat, Direktur dan Wakil direktur  Pascasarjana serta segenap civitas akademika di lingkungan UIN Raden Fatah.

Previous Post

Kadis Perkebunan Aceh Barat Jadi Tersangka Korupsi Peremajaan Sawit Rakyat

Next Post

MTsN Model Banda Aceh Raih Juara Umum Riab Fair Ke X

Next Post
MTsN Model Banda Aceh Raih Juara Umum Riab Fair Ke X

MTsN Model Banda Aceh Raih Juara Umum Riab Fair Ke X

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

18/04/2026
Secara Resmi, Sayyid Mojtaba Khamenei Mengirim Pesan Mematikan ke Gedung Putih Hari Ini

Secara Resmi, Sayyid Mojtaba Khamenei Mengirim Pesan Mematikan ke Gedung Putih Hari Ini

18/04/2026
Meuseraya Toet Lemang HUT Abdya, Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat

Meuseraya Toet Lemang HUT Abdya, Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat

18/04/2026
Dewan Pakar IGI Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus Pusat dari Aceh

Dewan Pakar IGI Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus Pusat dari Aceh

18/04/2026
Sejumlah Pelajar di Sawang Aceh Utara Jatuh Saat Seberangi Sungai dengan Rakit Darurat

Sejumlah Pelajar di Sawang Aceh Utara Jatuh Saat Seberangi Sungai dengan Rakit Darurat

18/04/2026

Terpopuler

ABG di Aceh Diperiksa Polisi Usai Live Pamer ‘Aset Pribadi’ di Tiktok

ABG di Aceh Diperiksa Polisi Usai Live Pamer ‘Aset Pribadi’ di Tiktok

17/04/2026

Wujudkan Harmoni dan Kebhinekaan, UIN Raden Fatah Bersama BPIP Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila

Inspirasi Kebaikan: KUA Tangan-Tangan Berbagi “SEJUTA” Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Pesantren Al Zahrah Akan Gelar Khataman Santri Akhir, Sejumlah Petinggi Daerah Dipastikan Hadir

Asa Janda Miskin di Gubuk Plastik, Uluran Tangan Dermawan hingga Perhatian Pemerintah Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com