BANDA ACEH – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas mengimbau masyarakat Aceh untuk mewaspadai cuaca ekstrem.
Apalagi beberapa waktu lalu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan bahwa cuaca ekstrem akan terjadi mulai 15- 25 Oktober 2023 mendatang.
Ilyas meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta banjir dan longsong di wilayah SIAGA yang meliputi, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Bireuen, dan Lhokseumawe.
Sedangkan untuk wilayah waspada meliputi, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Selatan, Singkil, Subulussalam, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Gayo Lues, kemudian Aceh Tenggara, dan Sabang.
“Pemerintah Aceh mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem agar terhindar dari dampak bencana yang signifikan,” ujar Ilyas, Selasa (19/9/2023).
Untuk itu, Ilyas meminta masyarakat untuk selalu update informasi cuaca baik darat, laut maupun udara. Bisa memantau lewat radio atau siaran televisi, atau bisa cek langsung informasi cuaca ke website BMKG.
“Masukkan barang-barang penting dalam tas siaga bencana dan letakkan barang berharga di bagian yang lebih tinggi di dalam rumah,” sarannya.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari atau mengurangi aktivitas di luar seperti berkendara di jalan raya atau melakukan perjalanan laut apabila cuaca sedang hujan atau angin kencang.
Saat di perjalanan mengalami cuaca hujan, berlindunglah di tempat yang aman. Hindari berlindung di bawah pohon karena rawan akan tumbang dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari untuk melewati jalanan banjir dan bersama menggiatkan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan. Bersihkan parit, selokan, saluran air dari sampah agar aliran air lancar untuk mencegah genangan air atau banjir.
Kemudian menanam pohon di sekitar rumah maupun tebing sungai untuk menghindari longsor. Kemudian cara agar tetap aman ketika harus mengungsi adalah ikuti saran dari pemerintah dan relawan, serta selalu menjaga kebersihan di lingkungan pengungsian.
Selanjutnya dalam keadaan darurat segera hubungi ambulan PSC (119), pemadam kebakaran (113) atau (1131), polisi (110), SAR Aceh (0651-21324), PLN (123), Pusdalops BPBA (081360669111).











