Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Memori Kolektif Aceh; Merajam Sikap Teumeureuka Bangsa Teuleubeh

Admin1 by Admin1
06/02/2020
in Sejarah
0

APA yang tidak kita miliki di Aceh? Ini mungkin pertanyaan yang mendasar bagi semua warga yang tinggal di daerah paling barat di Indonesia ini.

Kita memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Laut yang luas dengan segala isi yang terdapat di dalamnya. Minyak dan hasil bumi lainnya yang tiada habisnya walaupun disedot sejak puluhan tahun lalu tanpa henti.

Namun kemiskinan di Aceh masih tinggi. Posisi kita berada terbawah di Sumatera. Setidaknya ini berdasarkan data BPS terbaru. Tentu ini di luar kewarasan kita.

Apakah kita ‘teumeureuka’ dengan para indatu? Pertanyaan ini sempat terekam di kepala hingga beberapa tahun, hingga akhirnya hadir buku Memori Kolektif Aceh, yang ditulis seorang anak muda Aceh bernama Teuku Muhammad Ichsan, yang ternyata turut mengulas hal tadi.

Buku ini mengupas soal Aceh, mulai dari sejarah, budaya hingga interaksi social ke-Aceh-an di era kontemporer. Ada banyak ulasan dalam buku ini yang menyindir kehidupan masyarakat Aceh di era kontemporer seperti sekarang.

“Ureung Aceh yang bangga dengan sejarahnya sebagai bangsa Teuleubeh ateuh rung donya. Bangga dengan sejarah perang panjang, tapi lupa dengan merawat peninggalan sejarah itu sendiri.”

Namun inilah Aceh. Kita akan berdebat berjam-jam tentang sejarah sambil duduk di warung-warung yang dibangun di atas kuburan indatu. Nisan-nisan mereka dibuang agar lokasi terlihat lapang dan suasana tidak seram.

Sikap teumeureuka lain seperti kebiasaan kita yang bangga dengan perjuangan Teuku Ibrahim Lamnga. Tapi makamnya yang terdapat di Lamnga Montasik justru jadi lokasi ampas kopi di belakang warung.

Kuburan raja-raja di gampong Pande justru jadi lokasi pembuangan kotoran.

Maka membaca beberapa lembar dari buku Memori Kolektif Aceh seperti menerima cemeti yang berulangkali. Buku ini ringan dibaca tapi merajam prilaku kita yang teumeureuka dengan indatu.

Buku terbitan Bandar Publishing ini harus dibaca oleh warga Aceh, agar menerima ‘hukuman’ yang sama atas sikap teumeureuka kita terhadap para indatu. Sikap durhaka kita kepada pejuang negeri ini.

Selamat membaca!

 

 

Tags: bandar publishingbuku sejarahmemori kolektif acehsejarah acehteuku muhammad ichsan
Previous Post

Selesaikan Kasus HAM, Mahfud MD Tawarkan Amputasi

Next Post

Plt Kepala BPKS Diminta Berlaku Adil Soal Gaji Ganda untuk Elite

Next Post

Plt Kepala BPKS Diminta Berlaku Adil Soal Gaji Ganda untuk Elite

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

12/05/2026
Sudah 20 Hari, Pelajar Asal Trienggadeng Menghilang Tanpa Kabar

Sudah 20 Hari, Pelajar Asal Trienggadeng Menghilang Tanpa Kabar

12/05/2026
Mualem Diminta Copot Sekda dan Ketua DPR Aceh

Mualem Diminta Copot Sekda dan Ketua DPR Aceh

12/05/2026
Warga Pidie Mulai Terdampak Pembatasan JKA, RSUD Sigli Tetap Layani Pasien

“Awak Tolak Pergub JKA Ureung Taloe, Tim Om Bus-Syech Fadhil…”

12/05/2026
Puluhan Aparatur Desa di Aceh Barat Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

Puluhan Aparatur Desa di Aceh Barat Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

12/05/2026

Terpopuler

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026

“Awak Tolak Pergub JKA Ureung Taloe, Tim Om Bus-Syech Fadhil…”

314 Peserta Siap Bersaing dalam ASAC 2026 Se-Aceh di Pesantren Al Zahrah Bireuen

Pengkab Abdya Peusijuk 93 CJH, Dijadwalkan Berangkat 18 Mei

DPMG Aceh Tetapkan Peserta Lolos 6 Besar Lomba Teknologi Tepat Guna 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com