Banda Aceh – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Prof. Hasbi Amiruddin, MA, meminta generasi muda harus menyelesaikan persoalan tidak dengan kekerasan, tetapi lebih mengedepankan musyawarah dan penyampaian secara lembut.
“Kekerasan bukan budaya Islam,” kata Hasbi Amiruddin saat menyamaikan pidato pada acara Dialog Pelibatan Civitas Academica di Aceh berthema “Jaga Kampus Kita” yang digelar Rabu 28 Agustus 2019 di Aula Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.
Prof Hasbi menjelasakan, setiap tindakan yang tidak lembut bukan perlakuan Islami. Kita harus kembali kepada ajaran Rasulullah SAW agar mengedepankan musyawarah.
“kita harus kedepankan musyawarah dan menyampaikan secara lembut serta mencegah kekerasan,” ujar Prof. Hasbi.
Semnetara diskesempatan yang sama, Retor UIN Ar-Raniry Prof. Warul Walidin lebih menekankan kepada mahasiswa baru rentan dimasuki faham-faham yang memang belum mereka kenal.
“Kegiatan dialog Jaga Kampus Kita sangat penting dan bermanfaat untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme,” kata Prof. Warul Walidin.
Sedangkan Pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menjabat Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ir. Hamli, M.E lebih menekankan untuk mencetak generasi emas harus menjadi tanggungjawab bersama.
“Tanggungjawab kita semua untuk mencetak generasi emas yang religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan punya integritas,” jelas Hamli.
Dan–katanya–harus diwaspadai bila ada generasi muda yang mulai menyendiri, karena bisa jadi sudah dimasuki pengaruh radikalisme dan terorisme.
“Juga bila ada orang yang memutuskan hubungan pertemanan karena berbeda agama, ini juga maka diwaspadai,” ujarnya.
Acara Dialog digelar BNPT dan FKPT Aceh bekerjasama dengan kampus yang melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen.[]
Laporan: JS









