Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Klarifikasi Unsyiah Soal Pemakaian Lapangan Tugu oleh UIN Ar-Raniry

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
31/08/2019
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Kepala Humas Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Chairil Munawir MT, SE. MM, mengklarifikasi berita terkait penggunaan Lapangan Tugu oleh Panitia Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) UIN Ar-Raniry, yang sempat terjadi kericuhan pada Rabu, (28/8/2019).

Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena miskomunikasi antara UIN Ar-Raniry dan Unsyiah, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Chairil menjelaskan, pada awalnya pihak UIN Ar-Raniry melayangkan surat pemberitahuan kegiatan kepada Unsyiah. Karena dinilai bunyi surat salah, Unsyiah meminta revisi maksud surat menjadi izin pemakaian tempat. Hal ini karena Lapangan Tugu merupakan bagian dari asset Unsyiah.

“Kita telah menghubungi pihak UIN untuk merevisi surat tersebut. Ini hanya masalah administrasi, tak perlu diperbesarkan,” kata Chairil, Kamis (29/8/2019).

Berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor: 01.01.04.12.4.00001 Kelurahan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, pada tanggal 14 Desember 1992, Unsyiah menempati lahan seluas 1.324.300 M2. Sertifikat yang dikeluarkan Badan Pertahanan Nasional (BPN), menjelaskan lahan yang dimiliki Unsyiah termasuk di dalamnya adalah Lapangan Tugu Darussalam.

Walaupun demikian lanjutnya, Unsyiah tetap terbuka dengan berbagai pihak yang ingin menggunakan lapangan tersebut.

Dirinya menyangkal anggapan sebagian orang yang menilai Unsyiah menutup akses dan melarang pemakaian lapangan. Karena pada prinsipnya, Unsyiah hanya ingin Lapangan Tugu yang menjadi titik sejarah bangkitnya pendidikan di Aceh itu dapat terurus dengan baik.

“Buktinya acara UIN kemarin tetap berlangsung. Bahkan, kedepan juga ada agenda pemerintah dan masyarakat di lapangan tersebut,” ujarnya.

Chairil juga memaparkan alasan Unsyiah yang selama ini menutup portal akses ke Lapangan Tugu. Ini disebabkan agar lapangan tersebut tetap terawat dan tidak digunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Ia mencontohkan dulunya, Lapangan Tugu sering digunakan untuk lokasi latihan menyetir mobil. Tetapi hal itu tidak terjadi lagi saat ini.

Bahkan lanjutnya, setiap tahun Unsyiah mengalokasikan dana untuk perawatan Lapangan Tugu, seperti pemangkasan rumput, penghijauan, pemeliharaan tugu, hingga lampu penerangan.

Ia berharap penjelasan ini dapat meredam masalah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sebab bagaimanapun juga dua kampus ini merupakan tumpuan besar harapan masyarakat Aceh.

Terlebih lagi sebagai insan kampus, Unsyiah dan UIN Ar-Raniry sebaiknya melihat setiap peristiwa itu secara benar dan dipahami sesuai aturan yang berlaku. Sehingga nantinya tidak menimbulkan fitnah atau isu yang dapat merusak persaudaraan di antara dua lembaga pendidikan.

“Unsyiah dan UIN adalah dua saudara yang tak mungkin dipisahkan. Kita butuh sinergisitas demi kemajuan pendidikan di Aceh,” pungkasnya.[]

Tags: banda acehlapangan tugumahasiswaUIN AR-RANIRYunsyiah
Previous Post

Denfinal Bilang Ada Erly Dibalik Viral Statemen Dirinya yang Dipelintir Media

Next Post

Menunggu Dialog Jakarta – Papua, Referendum atau Otsus?

Next Post

Menunggu Dialog Jakarta – Papua, Referendum atau Otsus?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

21/07/2026
FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

21/07/2026
BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026
Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

21/07/2026
Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

21/07/2026

Terpopuler

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

18/07/2026

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

Bupati Sarjani Mutasi 45 Pejabat dan Siapkan Evaluasi Berkala

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com