Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Ilmuwan Australia Peringatkan Badai Pemicu Kepunahan Massal Baru

Admin1 by Admin1
04/09/2019
in Internasional
0

JAKARTA – Terakhir kali bencana alam memusnahkan spesies terjadi 66 juta tahun lalu, ketika sebuah tumbukan asteroid mengakhiri era dinosaurus. Berdasarkan penelitian, bencana  kepunahan massal sebesar itu bukan pertama, melainkan yang kelima.

Ilmuwan Rolf Schmidt dari Invertebrata Palaeontology Museum di Melbourne, Australia memprediksi bahwa gelombang kematian baru bisa terjadi. Dalam wawancaranya untuk “The Next Extinction Event” dari Amazon Prime, Schmidt mengingatkan, perubahan iklim dapat berkontribusi pada perubahan lingkungan dan mengakibatkan punahnya beberapa spesies.

“Dalam beberapa kasus seperti selama kepunahan Ordovician, pembentukan gunung-gunung besar, ketika yang lain terkikis, secara efektif mengeluarkan karbon dioksida dari atmosfer yang menyebabkan level-levelnya turun. Inilah yang mungkin terjadi, menyebabkan zaman es,” ujar Schmidt, dikutip sputniknews, Senin, 2 September 2019.

Dia menunjuk hubungan antara tingkat karbon dioksida di atmosfer dan iklim  tidak selalu merupakan faktor yang memicu perubahan. Menurutnya lonjakan karbon dioksida (CO2) mungkin telah memicu pemanasan sebelumnya, sementara ketika levelnya turun bisa memicu zaman es.

Schmidt juga menyebutkan penyebab lain, termasuk perubahan orbit Bumi, pergeseran tingkat radiasi Matahari, yang menghangatkan Bumi dan memprakarsai umpan balik C02 yang menghasilkan pemanasan lebih lanjut. Ketika fluktuasi seperti itu terlalu cepat, ini bisa berakibat fatal bagi beberapa spesies.

“Perubahan iklim yang cepat sering menyebabkan spesies tidak mampu beradaptasi dengan cukup cepat. Jika lingkungan berubah terlalu cepat untuk spesies khusus, mereka mati,” kata Schmidt, dikutip oleh The Daily Express.

Menguraikan perspektif suram untuk Bumi, Schmidt menjelaskan bahwa ada penanda jelas kepunahan massal jika semuanya bergerak lebih cepat. Dan laju perubahan saat ini dengan deforestasi, bentangan kota, fragmentasi habitat; yang menghentikan adaptasi spesies, menjadi kekhawatiran masa depan.

“Ada pemikiran, bahwa saat ini perubahannya melebihi kecepatan di mana spesies dapat beradaptasi,” tutur Schmidt. “Ini tidak seperti kepunahan massal lainnya, lebih merupakan badai kondisi yang sempurna, bukan hanya satu seperti perubahan iklim atau asteroid, tapi sejumlah hal yang kita miliki saat ini.”

Sumber: tempo.co

 

Tags: kiamat
Previous Post

Melihat Karya Ulama Aceh di ‘Serambi Mekkah’ Thailand

Next Post

Museum Mapesa dan Pedir Museum Paling Ramai Dikunjungi Mahasiswa Luar Negeri

Next Post

Museum Mapesa dan Pedir Museum Paling Ramai Dikunjungi Mahasiswa Luar Negeri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tanda-tanda Israel Bakal Kembali Serang Iran Makin Dekat

Tanda-tanda Israel Bakal Kembali Serang Iran Makin Dekat

23/10/2026
Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Nagqu China

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Nagqu China

23/10/2026
FH USK dan Kejati Aceh Inisiasi Sinergi Akademisi-Praktisi Penegakan Hukum Berbasis Kekhususan Aceh

FH USK dan Kejati Aceh Inisiasi Sinergi Akademisi-Praktisi Penegakan Hukum Berbasis Kekhususan Aceh

22/10/2026
Senator Azhari Cage SIP MAP Salurkan Sembako untuk Warga Beutoeng Ateuh Banggalang

Senator Azhari Cage SIP MAP Salurkan Sembako untuk Warga Beutoeng Ateuh Banggalang

22/10/2026
Videotron Baru di Blangpidie, Diskominsa Abdya Targetkan Dongkrak PAD

Videotron Baru di Blangpidie, Diskominsa Abdya Targetkan Dongkrak PAD

22/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

Pabrik Sabu Digerebek di Pidie, HMI Sigli: Jangan Cuma Tangkap yang di Lapangan, Bongkar Otaknya!

PB 2M Cup-II Masuki Delapan Besar, Semifinal Sabtu dan Final Minggu

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

PWPM Aceh Akan Laksanakan Rapimwil dan BAM 23 Oktober, Zul Hafiyan Ajak Semua PDPM Ikut Serta Menyukseskan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com