Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Israel Akan Caplok Lembah Jordan, Warga: Kami Sudah Dijajah

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
14/09/2019
in Internasional
0

LEMBAH JORDAN – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan rencana bahwa pihaknya akan mencaplok Lembah Yordan dan daerah utara Laut Mati, desa dengan sekitar 350 penduduk dan lahan pertanian suburnya menjadi bagian dari Israel.

Netanyahu dikutip dari Aljazeera, Jumat (13/9/2019), menyampaikan rencana pencaplokan wilayah yang terletak di antara tanah gersang Lembah Jordan yang terbentang luas di utara Laut Mati dan di sebelah barat perbatasan Tepi Barat dengan Yordania yang terletak desa kecil Palestina yakni Ras Ain al-Auja, tersebut pada Selasa kemarin.

Para pengamat menyebut rencana Netanyahu sebagai aksi kampanye menjelang pemilihan umum pekan depan. Namun, warga Ras Ain al-Auja menyampaikan bahwa kata-kata Netanyahu itu merupakan ancaman karena rencananya akan meresmikan kontrol Israel atas daerah tersebut.

“Ini bukan hal baru. Tanah kami telah dianeksasi dan kami hidup di bawah pendudukan Israel,” ujar Ahmed Atiyat (48), seorang petani di Ras Ain al-Auja.

“Semua tanah dan pohon-pohon palem ini milik orang Israel,” katanya sambil menunjuk hamparan lahan pertanian yang dipenuhi semak-semak hijau dan pohon kurma yang membentang ke arah Laut Mati.

Namun, rencana Netanyahu bertujuan untuk mencaplok desa dan bagian-bagian lain Lembah Jordan, tidak termasuk Jericho, Kota Palestina terdekat dengan Ras Ain al-Auja.

Aneksasi Yerikho akan memaksanya mengatasi status ribuan warga Palestina di sana.  Rencana ini berpotensi memotong Yerikho dari kota-kota Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki.

Populasi Ras Ain al-Auja terdiri dari petani yang telah bekerja di tanah selama beberapa generasi. Mereka mengatakan, menipisnya sumber daya air dan pembatasan pembangunan dan akses oleh militer Israel telah membuat kondisi kehidupan menjadi sulit.

“Semua sumber air kami berada di bawah kendali Israel. Kami memiliki sangat sedikit air minum, apalagi air untuk tanaman kami,” kata Atiyat. Ia mengungkapkan, keluarganya pindah ke daerah itu setelah mereka diusir oleh militer Israel dari sepanjang Sungai Yordan pada tahun 1967 silam.

Menurut beberapa LSM Palestina dan Israel, Israel mempersulit warga Palestina yang tinggal di Lembah Yordan, serta daerah-daerah lain di Tepi Barat yang diduduki, akses ke tanah, air, dan listrik, membuat kondisi kehidupan sulit.

“Israel secara de facto mencaplok wilayah Lembah Yordan. Sebagian besar dialokasikan untuk penggunaan militer sehingga Palestina tidak bisa tinggal di sana. Jika mereka melakukannya, mereka diusir,” kata Roi Yellim, direktur penjangkauan publik di Btselem, sebuah LSM hak asasi manusia.

“Ada juga upaya berkelanjutan dari Israel untuk mempersulit kondisi kehidupan warga Palestina di Lembah Yordan, sehingga sebagian besar dari mereka meninggalkan tanah mereka,” ungkapnya, menambahkan. Ini menunjukkan bahwa kondisi seperti itu juga berlaku di seluruh Area C, yang merupakan sekitar 60% wilayah dari Tepi Barat yang diduduki.

Wilayah yang Netanyahu rencanakan untuk dicaplok adalah sekitar 30% dari Tepi Barat yang diduduki. Lebih dari 65.000 warga Palestina dan sekitar 11.000 pemukim ilegal Israel tinggal di daerah itu.

Maha Abdullah, seorang peneliti hukum dan pejabat advokasi di Al-Haq, sebuah LSM Palestina, mengatakan, kondisi ini akan menjadi lebih buruk jika daerah tersebut dianeksasi, membuat warga Palestina mempertimbangkan untuk meninggalkan rumah mereka.

“Daerah-daerah itu mendatangkan banyak pemasukan bagi ekonomi Israel dan karenanya bekerja dengan baik untuk mengeksploitasi sumber daya dan tanah,” kata Abdullah.

“Pada saat yang sama, Israel menciptakan lingkungan koersif bagi warga Palestina yang tinggal di sana melalui penghancuran rumah, membatasi air dan listrik, akan mendorong warga Palestina untuk pergi,” katanya, membandingkannya dengan aneksasi Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki belum diberi kewarganegaraan Israel sejak aneksasi dan status mereka tetap kontroversial dan belum terselesaikan.[]

Sumber: Gatra.com

Tags: israellembah jordanpalestina
Previous Post

Eks Tapol/Napol Temui Ketua BRA, Tagih Pemerintah Segera Penuhi Hak Mereka

Next Post

Pembangunan Istana Presiden di Papua Lebih Awal dari Ibukota Baru

Next Post

Pembangunan Istana Presiden di Papua Lebih Awal dari Ibukota Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026
Bupati Syech Muharram Dorong Hilirisasi Peternakan dan Serapan Tenaga Kerja

Bupati Syech Muharram Dorong Hilirisasi Peternakan dan Serapan Tenaga Kerja

11/04/2026
Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

11/04/2026
USK dan UN Women Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan Gender dan Perubahan Iklim di Aceh

USK dan UN Women Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan Gender dan Perubahan Iklim di Aceh

11/04/2026

Terpopuler

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

09/04/2026

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com