Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Apawan, Pria Berumur Satu Abad Lebih Asal Lamgugop

Admin1 by Admin1
28/09/2019
in Sosok
0

LELAKI tua itu memakai peci yang sudah kusam. Janggut dan kumisnya memutih. Kerutan memenuhi wajah. Maklum usianya sudah mencapai 101 tahun.

Namun logat bicaranya masih keras. Pendengarannya masih sempurna. Ia masih bisa berjalan dan berlari layaknya pria dewasa pada umumnya.

Ia juga masih bisa menikmati kopi dan tertawa dengan santai di Warkop. Padahal, kebanyakan pria seusianya, harus banyak menghabiskan waktu di rumah akibat sakit faktor umur.

Sabtu 28 September 2019, penulis berkesempatan ngopi dengan sosok tertua gampong Lamgugop ini.

Orang-orang di Lamgugop memanggilnya dengan sapaan Apawan.

Pria ini berkelahiran 1918 Masehi asal Desa Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Apawan sudah merasakan pahit manisnya kehidupan di 5 zaman, yaitu penjajahan Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru dan reformasi.

Ditanya soal zaman apa yang dirasakan paling makmur dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat? Apawan memberi jawaban di luar dugaan.

“Belanda,” ujar Apawan dengan cepat.

“Dumpue mangat. Makanan mangat, dumpue mangat. Peng mangat chiet. Ubee hak droe (zaman Belanda-red),” katanya lagi.

“Oh, geutanyoe ta kerja bak jih (Belanda-red), sitali (nilai uang masa Belanda), kakeuh sitali.

Lantas bagaimana dengan masa Jepang?

“Geutanyoe deuk (kita lapar),” cerita Apawan.

“Payah pajoh oen kayee lagee leumo. Watee tajak u WC kon bue yang iteubit, ijoe lagee naleung (harus makan daun seperti sapi. Ketika kita buang air besar, bukan nasi yang keluar, tapi hijau seperti rumput),” ujarnya lagi.

Sambil menikmati kopi, Apawan juga bercerita soal kehidupan masyarakat pasca Indonesia merdeka.

“Bak merdeka ka dok (pas sudah merdeka sudah lupa diri),” kata Apawan.

“Kalee peng. Hana lee saleng peduli,” ujar pria yang mengaku sempat diburu oleh Jepang untuk dijadikan tentara.

Apawan juga masih bisa berbicara bahasa Jepang.

“Meunyoe diyue peugah haba hana that jeut lee. Meunyoe diyue teumeunak jeut,” katanya sambil tersenyum.

Namun terkait kondisi Aceh dan Indonesia saat ini, Apawan menolak untuk mengomentari. “Nyan hom,” ujarnya.

Tulisan dibuat berdasarkan wawancara Dailami Ilyas dengan Apawan.

Tags: acehpria berumur satu abad
Previous Post

Abbas: Jika Israel Caplok Lembah Yordan, Kesepakatan Batal

Next Post

Menristekdikti Bungkam Pergerakan Mahasiswa

Next Post

Menristekdikti Bungkam Pergerakan Mahasiswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

06/09/2026
Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

06/09/2026
Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

06/09/2026
Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

06/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Apawan, Pria Berumur Satu Abad Lebih Asal Lamgugop

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com