Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Sang Konseptor di Gedung Dewan (Bagian Satu)

redaksi by redaksi
20/10/2019
in Sosok
0

PRIA muda itu tergopoh-gopoh. Ia memakai kemeja merah jambu serta celana kain biasa. Penampilannya amat sederhana. Padahal, sekitar dua bulan lalu, baru saja dilantik sebagai anggota DPRK Aceh Besar.

Dia adalah Juanda Djamal, mantan aktivis kemanusiaan sewaktu Aceh masih konflik, pernah menjadi Juru Bicara BRR NAD Nias serta kini dipercayakan sebagai Ketua Fraksi PA di DPRK Aceh Besar.

Juanda tersenyum saat melihat atjehwatch.com di sudut kanan salah satu warung kopi di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh.

“Meah telat bacut. Lon jemput aneuk miet dan bocor ban moto,” ujar dia.

Juanda memesan segelas kopi hitam. Namun saat hendak memulai pembicaraan, handphone-nya berdering berulang kali.

“Lon angkat nyoe dilee,” ujarnya sambil tersenyum.

Usai berbicara beberapa menit, Juanda menutup telepon. Sayangnya, saat hendak kembali berbicara, telepon miliknya kembali berdering. Ia kembali melayani panggilan masuk tadi.

“Jeut. Selasa taduek beh kak,” ujarnya di ujung panggilan.

Menurut Juanda, dua panggilan masuk tadi berhubungan dengan unit kerajinan yang sedang dicentusnya bersama Partai Aceh dengan kaum ibu-ibu di berbagai daerah dalam kabupaten Aceh Besar. Juanda memang sedang focus pada konsep pengembangan ekonomi kecil masyarakat, terutama kaum ibu.

Jauh sebelum jadi ketua Fraksi PA di DPRK Aceh Besar, Juanda memang telah melalang buana ke sejumlah negara. Ia keliling Eropa dan banyak negara di dunia. Juanda mempelajari banyak hal. Bertemu dengan banyak orang dan kemudian berdiskusi.

“Saat saya ke Turki, saya melihat banyak pemuda yang berwirausaha. Salah satunya kebab serta usaha lainnya. Ada penampung sehingga semangat wirausahanya. Demikian juga dengan kerajinan lainnya. Jadi perusahaan-perusahaan besar itu mengambil barangnya langsung dari petani. Perusahaan untung dan petani terberdayakan. Ada pasarnya dari hulu ke hilir,” kata Juanda.

Konsep inilah yang sedang digagas oleh Juanda untuk Aceh dan ia memulainya dari Aceh Besar.

“Jadi ibu-ibu tadi ada usaha kerajinan. Saya hubungan dengan salah satu lembaga di Malaysia. Mereka menampung kerajinan ini untuk dipasarkan. Ini mulai berjalan,” kata Juanda tersenyum.

Bagi Juanda, kreatifitas warga Aceh sebenarnya tak kalah saing dengan masyarakat lainnya di dunia. Hanya saja belum tersambung dengan pasar di luar dan ruang lingkupnya masih sebatas lokal. Hal inilah yang sedang dijembataninya kini.

“Kalau ini sudah terjadi, maka kepekaan politik akan tumbuh,” ujar pria yang dikenal dekat dengan siapapun ini.

Juanda sendiri melupakan calon wakil bupati untuk Aceh Besar pada pilkada 2019 lalu. Ia berpasangan dengan Saifuddin Yahya atau akrab disapa Pakcek serta diusung oleh Partai Aceh yang dibentuk mantan kombatan GAM usai Aceh damai. Namun keduanya gagal terpilih di pilkada lalu.

Tapi kegagalan ini tak membuat Juanda patah arang. Ia tetap focus bersama masyarakat dibidang pemberdayaan ekonomi. Sejumlah program dicentusnya, seperti Bank Mawah, pemberdayaan mukim, program Sibreh atau Sie – Breuh, serta lainnya.

Hal ini pula yang membuat Juanda lolos ke DPRK Aceh Besar. Pakcek sendiri kini tercatat sebagai anggota DPR Aceh periode 2019-2024.

“Muara politik adalah ekonomi. Aceh butuh keduanya. Pemuda yang berideologi Aceh dan berkarakter Aceh, tapi juga memiliki konsep pembangunan ekonomi,” kata Juanda. [Bersambung]

Tags: aceh besardprk aceh besarjuanda djamal
Previous Post

Kerennya Festival Budaya Aceh di Bogor

Next Post

Khazinat Terpilih Sebagai Ketua SMESA 2019-2020

Next Post

Khazinat Terpilih Sebagai Ketua SMESA 2019-2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com