Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Sang Konseptor di Gedung Dewan (Selesai)

redaksi by redaksi
22/10/2019
in Sosok
0

MOBIL yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan sedang. Di jalan pulang, Juanda menceritakan pengalamannya terlibat dalam penyelesaian konflik di Negara luar. Mantan aktivis kemanusiaan ini turut membantu para pemberontak Moro dalam mencapai kesepakatan damai dengan pemerintah setempat.

Bangsa Moro adalah etnoreligius Muslim yang terdiri atas 13 suku Austronesia yang mendiami Filipina bagian selatan. Front Pembebasan Islam Moro atau dalam bahasa Inggris disebut Moro Islamic Liberation Front (MILF), adalah kelompok militan Islam yang berpusat di selatan Filipina.

Sama seperti Aceh, MILF ini didirikan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan pusat Filipina yang dianggap diskriminatif terhadap komunitas Moro di Filipina selatan.

Daerah tempat kelompok ini aktif dinamai Bangsa Moro oleh MILF dan meliputi bagian selatan Mindanao, kepulauan Sulu, Basilan, Tawi-Tawi dan beberapa pulau yang bersebelahan.

“Kini Moro memiliki partai politik lokal seperti halnya Aceh,” ujar Juanda sambil tetap menyetir mobil. Sedangkan atjehwatch.com duduk di sisi kanannya.

Menurut Juanda, Moro mencoba belajar banyak hal dari perdamaian yang sedang berlangsung di Aceh. Plus minusnya. Hal yang positif diterapkan dan minusnya dicari jalan lain agar tak mengulang kasus yang sama.

Tidak hanya itu, Juanda juga mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, daerah-daerah yang bersengketa dengan pemerintah pusat menggelar pertemuan di salah satu negara di Asia. Daerah-daerah ini seperti Catalonia, Moro serta sejumlah daerah lainnya.

“Mereka seperti Aceh. Punya keistimewaan serta UU khusus,” kata Juanda.

Hasilnya, ternyata kondisi yang dihadapi ternyata sama seperti Aceh. Daerah tadi ternyata juga tak langsung diberi kekhususan 100 persen kewenangan seperti yang disepakati pada awal-awal perjanjian.

“Bedanya, mereka menjalankan setiap kewenangan yang diberikan. Kewenangan itu diimplementasi. Sedangkan kita berkutat pada persoalan yang sama,” kata mantan Jubir BRR NAD Nias ini.

Kini, Juanda Djamal tercatat sebagai anggota DPRK Aceh Besar periode 2019-2024. Di gedung dewan, Juanda dimandatkan sebagai ketua Fraksi PA DPRK Aceh Besar. Juanda mengaku banyak perbedaan yang dirasakannya dari aktivis kemanusiaan menjadi wakil rakyat di gedung dewan.

“Sisi positifnya, dengan menjadi dewan kita memiliki akses ke pemegang kebijakan,” ujar dia sambil tersenyum.[Selesai]

Tags: aceh besardprk aceh besarjuanda djamal
Previous Post

Politisi Nasdem Kelahiran Aceh Ini Dinilai Layak Jadi Menteri

Next Post

5000 Santri Siap Meriahkan Hari Santri Nasional di Blangpadang

Next Post
5000 Santri Siap Meriahkan Hari Santri Nasional di Blangpadang

5000 Santri Siap Meriahkan Hari Santri Nasional di Blangpadang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

07/05/2026
Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

07/05/2026
Baitul Mal Abdya Serahkan Piagam Penghargaan kepada Kodim 0110/Aceh Barat Daya

Baitul Mal Abdya Serahkan Piagam Penghargaan kepada Kodim 0110/Aceh Barat Daya

07/05/2026
Direktur RSUD Subulussalam Minta Dukungan Pendanaan Pendidikan Dokter

Direktur RSUD Subulussalam Minta Dukungan Pendanaan Pendidikan Dokter

07/05/2026
Bersiap Sambut Musim Tanam Gadu 2026, Abdya”Musyawarah Turun Ke Sawah”

Bersiap Sambut Musim Tanam Gadu 2026, Abdya”Musyawarah Turun Ke Sawah”

07/05/2026

Terpopuler

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

06/05/2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

Ketua DPRA Safaruddin: Demi Rakyat Aceh, JKA Tetap Lanjut

Pemko Subulussalam Siap Membangun Road map Penguatan SDM Kesehatan dengan USK

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com