Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pohon Cendana Aceh Pikat Investor Dubai

Atjeh Watch by Atjeh Watch
22/11/2019
in Ekonomi
0

BANDA ACEH – Petro Gold International LCC, perusahaan berbasis di Dubai Uni Emirat Arab, menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam pengolahan produk berbahan kayu cendana, di Aceh.

Ketertarikan itu mereka sampaikan langsung saat mengantarkan proposal permohonan izin konsesi hutan kepada pemerintah Aceh, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Jumat 22 November 2019.

Rombongan Petro Gold International LCC yang dipimpin oleh Managing Direktor J.P Goenka, diterima langsung Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Asisten Sekda Ahmad Dadek, para kepala SKPA terkait, Kepala Bank Indonesia Wilayah Aceh dan Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh.

Goenka mengatakan, untuk mengurus perizinan investasi di Indonesia, pihaknya membentuk perusahaan yaitu PT. Eby Essential Indonesia (PT.ESI). Jika jadi berproduksi di Aceh, perusahaan ini kata Goenka, akan menggandeng petani lokal serta koperasi di kawasan operasi.

Plt Gubernur menyambut baik rencana itu. Ia berharap apa yang diinginkan Goenka tidak terhenti pada wacana.

“Apresiasi saya pada forum ini. Perlu saya sampaikan, kita akan membuka diri. Sesuai arahan presiden, berikan karpet merah bagi calon investor,” kata Nova.

Nova mengarahkan dinas terkait untuk memfollow-up rencana itu. Apalagi PT.ESI menawarkan skema yang saling menguntungkan.

Mr. Goenka malalui penerjemahnya mengatakan, pihaknya akan memetakan beberapa lokasi dengan sebaran cendana merata di Aceh. Sedikitnya ada 7 kawasan, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan yang punya potensi sebaran kayu cendana.

Pihaknya kata Goenka, akan memberikan ilmu bagi petani lokal terkait tata cara pembibitan, pengolahan hingga proses panen yang baik. Skema yang akan ditawarkan perusahaan mereka adalah penanaman kembali 5 batang cendana dari setiap batang cendana yang dipotong.

“Nantinya kita juga akan mendukung dengan teknologi baru,” kata Goenka. Lewat Teknologi yang ditawarkan, cendana yang ditanam akan melewati tahapan panen yang lumayan singkat. Jika biasa cendana butuh waktu panen hingga 25 tahun, Goenka menjamin dengan teknologi dari Jerman itu, cendana bisa dipanen dalam tempo 12 tahun saja.

Untuk investasi awal, PT. ESI memperkirakan investasi senilai 1,6 Juta U$. Sekitar 400 tenaga kerja diperkirakan akan tertampung dalam investasi itu.

“Hasil produksi akan diekspor 100 persen. Pasarnya ke luar negeri,” kata Goenka. Goenka menyebutkan, kolega perusahaan mereka telah tersebar ke seluruh dunia, dan dari 25 tahun pengalaman di bidang cendana mereka telah membuka pabrik di Tanzania, Burundi dan Ethiopia.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi menawarkan skema kawasan berikat pada PT. ESI. Dengan demikian, banyak keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan. Namun demikian, kata dia, ada proses yang harus dilalui dalam Kawasan Enolat. Di mana, sejak SK izin berikat dikeluarkan, setidaknya dalam 2 tahun proses ekspor harus dilakukan.

“Kalau tidak ada proses ekspor, izin kawasan berikat akan kami cabut,” kata Safuadi. []

Tags: pemerintah aceh
Previous Post

Hindari Kader Karbitan, GP Ansor Aceh Gelar DTD

Next Post

Persiraja Harus Berburu Tiket Terakhir Usai Tumbang

Next Post

Persiraja Harus Berburu Tiket Terakhir Usai Tumbang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

‘Matamuda’ di MAN 3 Aceh Besar Diminta Harus Aman Ramah dan Bebas Perundungan

‘Matamuda’ di MAN 3 Aceh Besar Diminta Harus Aman Ramah dan Bebas Perundungan

13/07/2026
Sinergi Mahasiswa KKN USK dan Pemerintah Gampong Wujudkan Program Berdampak bagi Masyarakat

Sinergi Mahasiswa KKN USK dan Pemerintah Gampong Wujudkan Program Berdampak bagi Masyarakat

13/07/2026
Banggar DPRK Bongkar Rapuhnya Keuangan Pidie Jaya: PAD Gagal, Utang 2024 Dibayar dengan APBK 2025

Banggar DPRK Bongkar Rapuhnya Keuangan Pidie Jaya: PAD Gagal, Utang 2024 Dibayar dengan APBK 2025

13/07/2026
Hari Pertama MPLS, Kacabdisdik Aceh Selatan Sambangi Beberapa Sekolah di Kluet Raya

Hari Pertama MPLS, Kacabdisdik Aceh Selatan Sambangi Beberapa Sekolah di Kluet Raya

13/07/2026
Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

13/07/2026

Terpopuler

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026

‘Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah’ Harinya Anak Yatim Mengenang Sosok Ayah

Cut Intan Arifah Ditunjuk Pimpin Koperasi Aceh Meusaho Sejahtera

Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Kerja ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com