Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Lembaga Rehab di Aceh Masih Sulit Tampung Wanita Pecandu Narkoba

redaksi by redaksi
26/11/2019
in Lintas Timur, Nanggroe
0

LHOKSEUMAWE – Sejumlah lembaga rehab di Aceh mengaku masih kesulitan menampung pasien wanita pecandu narkoba. Padahal, pecandu narkoba dari kalangan wanita di Aceh diduga berjumlah sama seperti kalangan pria.

Hal ini disampaikan Direktur Yayasan Tabina Aceh, Teungku Muhammad Nur MSi, kepada atjehwatch.com, Selasa malam 25 November 2019.

“Setiap bulan selalu ada saja pihak keluarga yang datang ke kita, meminta rehab pasien pecandu narkoba, wanita. Tapi untuk ini, kita harus menolaknya,” kata Teungku Muhammad Nur.

“Anda bisa bayangkan, ada 65 pria pecandu narkoba yang kita rehab dan rawat setiap hari dan malam. Mereka kita jaga dengan baik dan harus benar-benar serius. Tiba-tiba kemudian ada pasien wanita pecandu narkoba. Ini tentu juga butuh penanganan khusus. Dari mulai ruangan, fasilitas serta dokter, perawat hingga psikolognya. Demikian juga petugas yang jaga saat malam hari.”

“Tidak mungkin kita suruh jaga pasien wanita sama petugas laki-laki. Kalau ditinggal juga gak mungkin. Karena kekurangan tadi, untuk pasien wanitanya belum bisa ditangani. Saya pikir di lembaga rehab lainnya di Aceh juga mengalami persoalan yang sama,” kata Teungku Muhammad Nur lagi.

Persoalan ini, kata Teungku Muhammad Nur, adalah persoalan serius yang butuh dukungan public dan Pemerintah Aceh.

“Narkoba itu tak hanya menyerang laki-laki. Pecandu narkoba dari kalangan wanita juga banyak. Tapi kekurangannya seperti saya paparkan tadi. Hampir setiap Minggu itu, ada saja keluarga yang datang ke kita untuk meminta anak perempuannya dirawat di Tabina karena candu narkoba,” kata Teungku Muhammad Nur. []

Tags: narkobapecandu narkobayayasan tabina
Previous Post

Jumlah Pecandu Narkoba Kian Meningkat di Aceh

Next Post

Tim Voli Aceh Rebut Piala SBY

Next Post

Tim Voli Aceh Rebut Piala SBY

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 37

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 37

06/11/2026
YARA Minta MPR Aktifkan Referendum

YARA Minta MPR Aktifkan Referendum

05/11/2026
Kuasa Hukum Novi Sri Wahyuni Bantah Tuduhan Penggelapan Sertifikat: Tidak Berdasar!

Kuasa Hukum Novi Sri Wahyuni Bantah Tuduhan Penggelapan Sertifikat: Tidak Berdasar!

05/11/2026
Wali Nanggroe Terima Menko Yusril, Bahas Kekhususan Aceh dan Penyelesaian Isu Bendera

Wali Nanggroe Terima Menko Yusril, Bahas Kekhususan Aceh dan Penyelesaian Isu Bendera

05/11/2026
Calon Ketua PWI Aceh Tanggapi Fitnah Terhadap Dirinya

Calon Ketua PWI Aceh Tanggapi Fitnah Terhadap Dirinya

05/11/2026

Terpopuler

Lembaga Rehab di Aceh Masih Sulit Tampung Wanita Pecandu Narkoba

26/11/2019

Bupati Safaruddin Suling di Masjid Tertua Abdya, Pesannya Nyelekit Soal Shalat

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

TNI Membabi Buta Tembak Warga Pada Perayaan Maulid Di Pidie

Kerja Siang Malam hingga Lobi Pemerintah Pusat, Forum Pemuda Milenial Apresiasi Bupati Sibral

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com