Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Gelar Pertunjukan Drama Kolosal “Rekonsiliasi Hati”, Teather Mae Tampil Memukau

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
01/12/2019
in Pariwisata
0

BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh menggelar Malam Anugerah Seni Warisan Budaya Tak Benda 2019. Pagelaran yang diadakan tersebut menetapkan Memek sebagai makanan khas Simeulue dan Gutel sebagai makanan khas Gayo.

Juga menetapkan Tari Sining dari Gayo dan Silat Pelintau dari Aceh Tamiang sebagai Warisan Budaya Tak Benda 2019. Sabtu (30/11/2019).

Selain itu, turut menampilkan pertunjukan drama kolosal “Rekonsiliasi Hati” yang menceritakan tentang Aceh dari masa kejayaan kerajaannya hingga saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kepala Bidang Bahasa dan Seni, Suburhan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan penyerahan warisan budaya tak benda yang telah diterima pihaknya dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Indonesia, untuk diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

“Kita ingin warisan budaya tak benda ini terus dilestarikan dan dikembangkan. Dan kita juga ingin tradisi-tradisi ini terus dipertahankan dengan sebaik mungkin,” kata Suburhan.

Sementara itu, Mustika Permana selaku sutradara drama kolosal “rekonsiliasi hati” menyampaikan bahwa dengan pertunjukan drama itu diharapkan generasi muda Aceh zaman now dapat menata ulang hatinya agar mampu berdamai dengan diri sendiri. Karena menurut Mustika (nama panggungnya-red), itulah hakikat perdamaian sejati.

“Aceh dengan retas sejarahnya menyisakan kesedihan, dendam, ketakutan, kehilangan, dan sakit hati, namun perjalanan sejarah harus terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, pemilik ide cerita, Mahdalena turut menyampaikan bahwa ini merupakan pertunjukan perdana dari drama kolosal rekonsiliasi hati itu.

“Dan kita melakukan persiapannya dari 1 bulan yang lalu, dengan memerlukan pemain sebanyak 60 orang,” katanya.

Rekonsiliasi hati mengisahkan perjalanan sejarah dimulai dari awal Kerajaan Aceh berdiri, kemudian masa keemasan diera Sultan Iskandar Muda diakhiri oleh Sultan Muhammad Dawood Syah, dimana Aceh tak kan pernah bisa ditaklukkan.

Sejarah perjuangan terus berlanjut dari masa ke masa hingga perjuangan dilanjutkan oleh Tgk. Chik Ditiro Muhammad Saman sebagai Wali Nanggroe. Hingga Tsunami, Aceh luluh lantak lagi, dan dunia menyahuti dengan solidaritas kemanusiaan berbagai bangsa.

“Berbagai kesedihan yg timbul akibat perang, selalu menyisakan keretakan hati. Mari kita tata ulang kembali hati yg berkeping, karena sejarah harus terus berlanjut dan kebudayaan tak boleh mati,” tuturnya.

Drama kolosal rekonsiliasi hati tersebut ditampilkan oleh Teather Mae.

Adapun semua kegiatan yang berlangsung tadi malam, turut diprakarsai oleh komunitas Ceudahate.[]

Previous Post

Mendulang Rupiah dari Kopi Nira

Next Post

Mualem Mengubah Tim Pengarah Wilayah Aceh Tamiang

Next Post
Kasus Abu Razak Cs Dinilai Dampak Belum Pulihnya Rekonsiliasi

Mualem Mengubah Tim Pengarah Wilayah Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Dinilai Belum Optimal

Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Dinilai Belum Optimal

18/06/2026
Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

18/06/2026
Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

18/06/2026
Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

18/06/2026
Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

18/06/2026

Terpopuler

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

17/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com