Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Mualem: Bendera Bintang Bulan Kebanggaan Masyarakat Aceh

Admin1 by Admin1
11/01/2020
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar mengadakan pertemuan khusus dengan para mantan kombatan GAM dan para Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) pada Jumat 10 Januari 2020 di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.

Dalam pertemuan tersebut hadir langsung Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) H. Muzakir Manaf atau Mualem, Wakil Ketua KPA H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, serta 23 Ketua KPA Wilayah antaralain Darwis Jeunieb, Sarjani Abdullah dan Muchtar Hanafiah atau Ableh Kandang.

Turut hadir pula Suhendra Hadikuntono, pengamat intelijen senior.

Rapat tertutup yang dipimpin oleh Wali Nanggroe tersebut membahas percepatan implementasi MoU Helsinki dan UUPA, khususunya terkait lambang dan Bendera Aceh.

“Kesepahaman yang sudah diperjanjikan dalam MoU Helsinki dan diatur dalam UUPA harus segera diimplementasikan secara menyeluruh,” kata Wali Nanggroe menegaskan.

Wali Nanggroe juga menambahkan, umur perdamaian Aceh sudah berusia 14 tahun, namun masih banyak poin-poin perjanjian yang belum diimplementasikan. “Jangan sampai ini terus berlarut-larut dan menjadi masalah ke depannya,” kata Wali Nanggroe.

“Kita berharap bendera dapat naik pada 15 Agustus 2020. Karena sudah 15 tahun rakyat Aceh bersabar,” kata Wali Nanggroe.

Sementara itu, Mualem selaku mantan Panglima GAM dan Ketua KPA juga menyampaikan, hal yang senada, bahwa persoalan lambang dan bendera Aceh harus segera diselesaikan. “Ini bukan saja tuntutan kami para mantan kombatan, tapi tuntutan rakyat Aceh,” kata Mualem.

Mualem menambahkan, Pemerintah Pusat tidak perlu risau dengan lambang dan bendera Aceh, karena hal itu tidak akan membuat NKRI terpecah belah. “Bendera dan lambang ini adalah kebanggaan bagi rakyat Aceh sebagai daerah yang diakui kekhususannya lewat Undang-undang Pemerintan Aceh,” tegas Mualem.

Pertemuan tersebut menyepakati beberapa langkah-langkah teknis dan stretegis yang akan ditempuh baik oleh Wali Nanggroe, oleh KPA dan seluruh elemen yang ada di Aceh, untuk percepatan implementasi UUPA. Salahsatunya menugaskan Suhendra menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan langsung keseluruhan hasil pertemuan tertutup tersebut.[]

Previous Post

PB HUDA Gelar Muswil, Usamah: Jangan Pernah Lelah Menasehati Kami

Next Post

Peradi Banda Aceh Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat di Unsyiah

Next Post

Peradi Banda Aceh Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat di Unsyiah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dana Desa Dipangkas, HBDC Ingatkan Warisan Kebijakan Era Mantan Kombatan GAM

Dana Desa Dipangkas, HBDC Ingatkan Warisan Kebijakan Era Mantan Kombatan GAM

12/02/2026
Jelang Ramadhan 1447 H, OSIS SMAN 1 Simeulue Barat Laksanakan Baksos

Jelang Ramadhan 1447 H, OSIS SMAN 1 Simeulue Barat Laksanakan Baksos

12/02/2026
UNIMAL Adakan Sosialisasi Masuk Perguruan Tinggi di MA Ruhul Qur’ani Meulaboh

UNIMAL Adakan Sosialisasi Masuk Perguruan Tinggi di MA Ruhul Qur’ani Meulaboh

12/02/2026
Krak, Desa Terdampak Bencana Aceh Dapat Rp50 Juta untuk Meugang

Pemkab Pijay Terima Rp4,9 Miliar Bantuan Presiden untuk Meugang Korban Terdampak Bencana

12/02/2026
Warga Temukan Mayat Mengapung di Kreung Babahrot

Warga Temukan Mayat Mengapung di Kreung Babahrot

12/02/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

11/02/2026

Pengurus KONI Abdya Dilantik, Zulkarnaini Sebagai Ketua Umum

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas Akibat Hujan

Isu Nikah Pejabat Aceh Mengemuka, Muadi Buloh: Jangan Alihkan Fokus dari Akuntabilitas Publik

Di Pelantikan KONI Abdya, Dr. Safaruddin: Terimakasih Kepada Rusman dan Jufri Yusuf

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com