Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Rp 50 Juta untuk Mahasiswa di Wuhan

Admin1 by Admin1
27/01/2020
in Nasional
0
Pemerintah Aceh Buka Posko Virus Corona

Foto mahasiswa Aceh di Wuhan 2018. Foto ini diambil Pemerintah Aceh saat berkunjung ke sana.

Wuhan – Warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang terjebak di Wuhan bisa bernapas lega karena mendapatkan bantuan uang dari pemerintah provinsi. Inisiatif ini adalah koordinasi antara Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan pelajar di China yang sudah lebih dahulu pulang ke Aceh.

“Jadi kemarin itu dari mahasiswa Wuhan yang sudah pulang ke aceh, mereka mengadakan konferensi pers dengan pemerintah Aceh. Langsung pemerintah Aceh memberikan bantuan dana bantuan ke mahasiswa Aceh. Ada 12 orang mahasiswa yang sedang di kawasan,” ujar Siti Mawaddah, mahasiswi S2 di Wuhan, kepada Liputan6.com pada Senin (27/1/2020).

Bantuan yang dikirim sejumlah Rp 50 juta dan dikirim ke 12 mahasiswa yang berada di daerah Wuhan. Uangnya dikirim ke seorang perwakilan untuk kemudian dibagi-bagi.

Siti Mawaddah dan teman-temannya mengapresiasi dana bantuan dari pemerintah Aceh, sebab harga-harga sedang melonjak akibat faktor Imlek dan penyebaran virus Corona Wuhan. Beberapa harga yang naik adalah beras sampai masker. Pihak kampus sebetulnya memberikan masker, tetapi jumlahnya belum memadai.

“Dengan adanya bantuan berupa dana sangat membantu kami mahasiswa Aceh dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena semenjak maraknya virus corona dan perayaan imlek harga bahan logistik melonjak berkali lipat,” ujar Siti.

Siti yang sedang menyusun tesisnya berkata logistik yang dibutuhkan termasuk buah-buahan dan vitamin. Stok makanan yang ia simpan juga menipis.

Hingga kini, kondisi di kota Wuhan masih aman meski ada lockdown. Siti berkata tidak ada orang yang boleh seenaknya keluar masuk kampus.

Ia pun terus berharap agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera melakukan evakuasi demi mencegah penularan virus Corona Wuhan terhadap WNI. Pemerintah Aceh disebut sudah bersuara agar para pelajar segera dipulangkan ke Tanah Air.

“Itu kan tak bisa ditindaki pemerintah Aceh, tapi itu sudah masuk diplomasi. Jadi pihak pemerintah Aceh mendesak agar DPR RI sama KBRI dan Kemenlu agar mahasiswa seluruh mahasiswa di kota Wuhan agar segera dievakuasikan, agar dipulangkan,” ujarnya.

Siti Mawaddah berkata pihak KBRI rutin memonitor keadaan lewat grup WeChat. Pemerintah Indonesia memberi bantuan seperti perpanjangan visa.

Sementara, Siti dan para mahasiswa asing diminta oleh pihak kampus agar tidak sering keluar area kampus, kecuali untuk keperluan mendesak seperti membeli makanan.

Ia pun memilih tidak berkunjung ke kampus sahabatnya karena di kampus lain keamanan juga sangat ketat. Pihak kampus pun sangat aktif memantau kondisi kesehatan WNI, serta menjaga keamanan kampus dengan ketat.

“Mereka selalu menghimbaukan agar kami untuk setiap hari mengecek suhu tubuh dengan termometer yg telah dibagikan secara gratis. Apabila suhu tubuh telah meningkat 37 °C keatas agar segera melapor ke pihak kampus,” ucap Siti.

Sumber: liputan6.com

Tags: acehmahasiswa aceh di wuhanvirus corona
Previous Post

Polres Pijay Tangkap Pelaku Penganiayaan

Next Post

Kunjungan Wisatawan ke Banda Aceh Terus Naik

Next Post

Kunjungan Wisatawan ke Banda Aceh Terus Naik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026
Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

20/04/2026
Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

20/04/2026
Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

20/04/2026
Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

20/04/2026

Terpopuler

Pemerintah Aceh Buka Posko Virus Corona

Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Rp 50 Juta untuk Mahasiswa di Wuhan

27/01/2020

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com