Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (12)

Admin1 by Admin1
07/02/2020
in Cerbung
0

 

+++

UJIAN akhir sekolah berjalan dengan mulus. Riska yakin bakal dapat nilai bagus dan lulus dengan prediket terbaik. Namun hal itu semakin membuatnya dilema.

Dilema karena ia bersyukur bakal segera bertemu dengan ayahnya di Aceh. Namun di sisi lain, ia juga bakal segera berpisah dengan Si Mbok, Tante Uti dan teman-temannya di Ngawi.

Ada banyak kenangannya di Ngawi. Ia juga tak lagi berziarah di makam ibunya saat sedih atau rindu.

Ia tak bisa lagi makan Tepo Tahu kesukaannya di warung Mang Rojak dan menghabis waktu di sana bersama Sri dan Dela.

Ia akan kangen dengan kedua sahabatnya itu. Tawa dan canda mereka yang selalu mengisi hari-harinya selama ini.

Aceh, adalah nama asing yang kian akrab dengannya selama beberapa tahun terakhir. Negeri asing yang akan segera ditempatinya nanti selama beberapa tahun kedepan, atau minimal hingga ayahnya kembali pindah tugas ke tempat lainnya.

Ia berat untuk pergi ke Aceh. Namun di sanalah, ayahnya kini berada.

“Percaya Nak, kau akan jatuh hati dengan daerah ini begitu tiba nanti.”

Itu adalah jawabannya ayahnya atas keraguan dirinya selama ini. Jawaban yang membuat Riska sedikit lebih melunak soal Aceh.

“Aceh adalah daerah kelahiran ibumu. Daerah yang ingin diperlihatkan kepadamu suatu saat kelak,” ujar sang ayah beberapa hari lalu melalui sambungan telepon.

Riska tahu jika ibunya lahir di Aceh. Namun ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengenal dan mendapatkan kasih sayang darinya. Ibunya meninggal saat melahirkan dirinya. Selama ini, ia hanya melihat sosok yang dikangeninya itu melalui foto kusam.

Ada rindu yang amat sangat saat ia mengenang ibunya. Rindu yang selalu ditumpahkannya di makam sang ibu.

Riska tahu jika ayahnya juga mengalami rindu yang sama. Atas dasar itu, sang ayah mengajukan diri untuk pindah ke Aceh pada pimpinan di tempat ia mengabdi separuh jiwa selama ini. Padahal Aceh adalah daerah bekas konflik dan tsunami.

Saat yang lain lari dan menjauh dari Aceh, sang ayah justru ingin bertugas di sana.

Aceh, tanah yang begitu dirindukan ibunya semasa hidup. Daerah itu kini juga memikat hati ayahnya.

Riska tertunduk lesu.

Ia ingin menghabiskan waktu bersama sang ayah. Melihat wajahnya setiap hari dan menemani hari-harinya.

Ia sudah kehilangan sang ibu sejak kecil. Ia juga terbiasa melalui hari-hari tanpa kehadiran sang ayah yang berpindah-pindah tugas ke daerah daerah yang jauh dari tanah Jawa.

Kini ayahnya meminta ia untuk menemaninya di Aceh. Permintaan yang dua tahun lalu ditolaknya karena keegoan remaja.

Penolakan itu disesalinya selama dua tahun terakhir. Dua tahun yang dilaluinya tanpa ayah di sisinya.

Seandainya ia tak menolak ke Aceh, dua tahun lalu, saat ayahnya ditugaskan ke sana, mungkin ia bisa melihat senyum sang ayah setiap hari. Ia tak harus menyimpan rindu yang kian menumpuk dari hari ke hari.

Kini hari-hari penantian itu kian dekat. Ia akan segera bertemu dengan sang ayah. Ia akan melihat negeri yang membuat ibunya menanggung rindu. Negeri yang didera konflik panjang dan deretan bencana alam.

“Yah, apakah Riska harus pakai jilbab juga seperti ibu semasa hidup?” tanya dirinya kepada sang ayah dalam telepon terakhir.

Ayahnya tak langsung menjawab saat itu.

“Berjilbab itu harus datang dari hati, Nak-ku. Ayah tak ingin jilbabmu terpaksa. Apalagi karena hendak tinggal di Aceh,” jawab ayahnya kemudian.

Ayahnya orang yang keras di masa lalu. Petarung jalanan semasa SMA. Namun egonya dilembutkan dengan kehadiran istri yang muslimah dan santun. Namun kebersamaan mereka hanya sebentar. Hal ini pula yang membuat sosok itu merasa bersalah bertahun-tahun. Seolah-olah kematian istri adalah kesalahannya.

Sikap sang ayah juga membuat Riska menanggung rindu. Tapi rindu itu kini di ujung penantian. Hanya berbilang Minggu, ia akan segera mendarat di negeri paling barat pulau Sumatera itu.

Negeri yang kabarnya memiliki keindahan alam setara dengan pulau Bali. Tapi dicerca dengan beribu masalah.

[Bersambung]

 

Tags: wasiet
Previous Post

FAH UIN Ar-Raniry Yudisium 107 Mahasiswa

Next Post

Tambah 69 Lagi, Virus Corona Sudah Bunuh 630 Orang di China

Next Post

Tambah 69 Lagi, Virus Corona Sudah Bunuh 630 Orang di China

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

Wasiet (12)

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com