Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Kisah Alumni UIN Ar-Raniry Mengabdi untuk Anak-anak Mualaf di Pedalaman Gayo

redaksi by redaksi
03/03/2020
in Sosok
0

BANGUNAN itu terbuat dari kayu. Alasnya hanya tikar biasa yang terhampar. Beberapa anak-anak terlihat giat belajar dengan berbagai posisi duduk.

Di depan terlihat pria muda yang memakai kain sarung dan peci hitam. Dia adalah Amalan Shalihan. Pria muda itu akrab dipanggil Amalan. Dia merupakan alumni dari Fakultas Tarbiyah Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry dan angkatan 2006.

Amalan adalah guru sekaligus penyuluh honorer yang ditempatkan Kemenag Aceh di Dusun Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Daerah ini cukup terpencil dan jauh dari keramaian kota. Dari pusat kota Aceh Tengah ke pusat Wih Ilang sekitar 25 menit. Kemudian dari pusat kampung ke dusun Wih Ilang sekitar 30 menit lagi.

Untuk menuju daerah ini, jalannya cukup terjal dan tidak bisa ditempuh dengan mobil biasa. Harus Double Cabin. Kalau hujan, jalan berlumpur. Kalau sedang terik, bongkaran tanah dari tebing dan jalan sering amblas.

Di sanalah, Amalan mengabdi sepenuh jiwa selama beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, kalau saya sudah terbiasa,” ujar Amalan, didamping Teungku Hambali dari Kemenag Aceh Tengah, Senin 2 Maret 2020.

Berdasarkan data dari Kemenag Aceh Tengah, dusun Wih Ilang merupakan daerah pelosok yang memang perlu perhatian dari semua pihak.

Di Dusun Wih Ilang, tercatat dihuni oleh 87 kepala keluarga. Mayoritas di antaranya merupakan petani kebun serta pengungsi dari Sumatera Utara pasca meletusnya gunung Sinabung beberapa waktu lalu.

“Saat awal-awal mengungsi, mayoritas adalah non muslim. Tetapi sejak 2017 lalu ada yang menjadi mualaf sebanyak 11 orang. Kemudian menyusul 7 orang lainnya di 2018, termasuk saya yang mensyahadatkan mereka,” kata Teungku Hambali, alumni Timur Tengah yang kini bertugas di Kemenag Aceh Tengah.

Amalan yang duduk di samping Teungku Hambali turut mengiyakan.

Tugas Amalan adalah membimbing anak-anak mualaf dari para petani miskin di Dusun Wih Ilang ini untuk mendapat pendidikan agama yang baik.

“Saya tak ingin mereka terlantar hanya karena tinggal di pelosok. Tugas saya adalah untuk memastikan anak-anak ini, kaum mualaf dari ibu-ibu untuk mendapat pendidikan yang layak,” ujar Amalan lagi.

Amalan sendiri merupakan honorer dengan gaji pas-pasan. Beruntung kabar tentang Dusun Wih Ilang sampai ke jajaran Kemenag Aceh pada 2017 lalu. Jajaran itupun kemudian turut ke lokasi untuk melihat kondisi di sana.

“Selain saya, di sana ada juga ibu Sulastri yang mengajar di MIS Wih Ilang. Kondisi MIS masih jauh dari kata layak. Jadi kondisinya komplit,” ujar pria muda itu.

Jalan yang terjal dan jauh. Sarana pendidikan serta pendidikan yang minim, ekonomi masyarakat yang rata-rata di bawah kemiskinan serta tanggungjawab besar terhadap keluarga mualaf menjadi tanggungjawab dari Amalan Shalihan serta beberapa guru yang mengabdi di Wih Ilang.

Belum lagi kondisi fasilitas kesehatan yang masih minim di Wih Ilang.

“Saya harus bertahan demi keluarga mualaf di sana. Doakan saya sehat dan dapat terus mengabdi,” ujar pria yang berstatus ayah dari satu anak ini.

Di Wih Ilang sendiri, kata Amalan, tak semua beragama Islam.

“Ada 14 kepala keluarga yang masih berstatus non muslim di sana. Makanya yang sudah mualaf, benar-benar saya jaga agar tak kembali ke agama semula,” ujarnya.

Berkat perjuangan Amalan dan beberapa guru di MIS Wih Ilang, sebanyak 5 anak kini mendapat beasiswa dari Kemenag Aceh untuk dapat melanjutkan pendidikan ke salah satu sekolah modern hafalan Alquran di Banda Aceh.

“3 dari 5 anak itu, adalah mualaf. Ini yang membuat saya sangat senang. Mereka memperoleh beasiswa hingga selesai Aliyah. Mudah-mudahan suatu saat bisa pulang ke Wih Ilang dan membumikan Alquran,” katanya lagi. []

Tags: amalan shalihanmualafwih ilang
Previous Post

Uni Eropa Bangga Melihat Perkembangan Perdamaian Aceh

Next Post

Dyah Erti Idawati: Terima Kasih atas Sadaqah Do’anya

Next Post

Dyah Erti Idawati: Terima Kasih atas Sadaqah Do’anya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenag Serahkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid di Aceh Utara

Kemenag Serahkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid di Aceh Utara

14/01/2026
Korban TPPO Asal Aceh Utara Diminta Tebusan Rp40 Juta, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

Korban TPPO Asal Aceh Utara Diminta Tebusan Rp40 Juta, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

14/01/2026
Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

14/01/2026
PUPR Aceh Bersihkan Longsor di Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

PUPR Aceh Bersihkan Longsor di Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

14/01/2026
Dinas ESDM Aceh Terjunkan 70 Relawan Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang

Dinas ESDM Aceh Terjunkan 70 Relawan Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang

14/01/2026

Terpopuler

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

14/01/2026

Banjir Aceh Diduga Akibat Hilangnya 1.100 Hektar Hutan di DAS Jambo Aye

Krak, Harga Emas di Banda Aceh Capai Rp8 Juta per Mayam

Bandara SIM Aceh Gagalkan Penyelundupan 1,9 Kg Sabu ke Jakarta

DPMG Aceh Beri Penghargaan Kepada ASN Berprestasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com