BANDA ACEH – Akhir-akhir ini, Aceh seolah menjadi pusat tempat masyarakat non muslim jadi mualaf. Dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan manca negara datang berbondong-bondong ke Aceh untuk bersyahadat dan pindah agama menjadi mualaf.
Misal nya gadis asal Nusa Tenggara Timur ini, Fransisca Yuniati Moru Kardoso. Ia khusus datang ke Aceh dan berangkat dari kampung halaman nya NTT, Yuni, panggilan sehari-hari ini resmi memeluk Islam.

Ia dijemput oleh sang adik baru sampai di Sultan Iskandar Muda air Port (12-3-2020). Prosesi pensyahdatan dipandu 0leh Biddin, salah seorang draver taksi online dalam mobil miliknya sebelum diantar ke rumah kosan kakak angkat nya.
Insya Allah prosesi pensyahdatan secara resmi dan di catat oleh negara selanjutnya akan dilakukan di Mesjid Al-Makmur Lamprit Kota Banda Aceh.
Fransisca yang katolik mengikuti sang adik, Brigita Sonya Moru yang lebih dahulu pindah agama dan menjadi mualaf sekitar 8 bulan yang lalu, sebelumnya mereka berdua beragama kristen katolik.
Saat ditanya beberapa prtanyaan oleh team Atjehwatch.com di rumah kosan saudara angkat nya, di Jalan Kiwi Lorong Angsa II, Gampong Suka Damai, Simpang Surabaya, Kota Banda Aceh, Yuni. menitikkan air mata dan begitu deras hingga membasahi pipi nya.
Ia merasa terharu dan gejolak pada batin nya begitu terasa saat ditanya beberapa pertanyaan perihal pindah agama,dan bagaimana perasaan nya setelah memeluk Islam.
Yuni yang masih menggunakan baju tidur dengan balutan Jilbab warna coklat muda. Ia bercerita ketertarikan nya tentang islam semenjak umur 8 tahun,karena di sekolah SD negeri tempat ia sekolah nya di Jakarta.
Para dewan guru sering mengajarkan doa-doa pendek saat masuk dalam kelas. Sejak dari itu ia mulai tertarik dengan Islam, namun ia masih takut mengutarakan niatnya masuk islam dan bertahan menjadi katolik.
Sebelum menjadi mualaf, walaupun sempat marah kepada sang adik yang lebih dulu masuk Islam, akhirnya kemarahan nya membawa dirinya memeluk Islam dan Allah membuka pintu hidayah buat dia.
Ia beranggapan bahwa adik nya tersebut sudah ingkar dan keluar dari keiasaan nya jadi seorang katolik,karena di Nusa tenggara Timur mayoritas masyarakat nya bergama Kristen, Kristen 89%, Islam 8,66%, Hindu 0,21%, Buddha 0,01%, dan 3.87% agama lain.

Yuni, mengaku memeluk Islam atas kesadaran sendiri.
“Atas keinginan saya sendiri,” kata Yuni. dan didukung oleh keluarga dan kedua orang tua nya.
Sementara itu Ibu Husna yang menjadi ibu angkat nya tersebut berharap masyarakat Aceh khususnya masyarakat Gampong Ule Pusong Kutablang, Kabupaten Bireun membimbing muallaf yang baru masuk Islam.
“Kedua mualaf ini sama-sama kita membimbing nya dalam beribadah,kalau ada kelebihan riski juga bisa memberikan bantuan agar muallaf tersebut bisa belajar dan beribadah dengan baik di dayah nantinya.”
Berbeda dengan sang kakak, adik yuni yang terlebih dahulu masuk islam menceritakan akan ketertarikan nya terhadap Islam. ia mengungkapkan bahwa ia masuk islam bukan karena perkawinan nya dengan seorang pemuda asal Aceh, Sonya.
“Masuk Islam karena ingin lebih dihormati sebagai perempuan,hanya di islam perempuan sangat dihormati, saat ia masih sekolah ia melihat salah satu teman nya di sekolah menggunakan pakaian sangat sopan dan menggunakan jilbab,dari itulah ia mulai tertarik dengan islam.”
Ia berfikir cara berpakaian teman nya sangat sempurna. Ia juga mengutarakan bahwa ia ingin dihormati dan bermartabat sebagai perempuan,karena dulu cara berpakaian nya sangat sexsi dan tidak jarang menggunakan celana yang banyak lubang sobek-sobek sampai kepangkal paha.
“Saya sangat menyesal dengan cara berpakaian yang menurut sangat tidak pantas juga membuat harga diri perempuan menjadi rendah,” ujarnya. []










