Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Studi: Hantaman Asteroid 13 Ribu Tahun Lalu Musnahkan Suriah Kuno

Admin1 by Admin1
17/03/2020
in Teknologi
0
Studi: Hantaman Asteroid 13 Ribu Tahun Lalu Musnahkan Suriah Kuno

Jakarta – Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Science Report mengungkap objek benda langit asteroid yang menghantam Bumi hampir 13 ribu tahun lalu. Hantaman yang mengakhiri era Pleistosen itu telah memusnahkan peradaban kuno di wilayah yang sekarang disebut Suriah.

Penelitian dilakukan tim di University of California-Santa Barbara, Amerika Serikat. Mereka menemukan material kaca dan sisa-sisa mineral seperti kromium, besi, nikel yang semuanya terbentuk dalam suhu lebih tinggi dari 2.200 derajat Celcius.

“Suhu tinggi seperti itu akan benar-benar melelehkan mobil dalam waktu kurang dari satu menit,” kata profesor geologi James Kennett yang juga anggota tim penulis studi itu seperti dikutip dari New York Post, 10 Maret 2020.

Penemuan itu didapat dari sebuah situs yang dikenal sebagai Abu Hureyra, yang ditinggalkan sekitar 5 ribu tahun yang lalu. Sedang zaman Pleistosen umumnya didefinisikan dimulai sekitar 2,6 juta tahun yang lalu dan berakhir sekitar 11.700 tahun yang lalu.

Material kaca tersebut diyakini telah terbentuk dari peleburan dan penguapan biomassa regional yang hampir seketika, diikuti oleh pendinginan sesaat. Kennett menambahkan bahwa bahan yang ditemukan itu sangat langka di bawah suhu normal, tapi biasa terjadi ketika adanya benturan.

“Satu dampak asteroid besar saja tidak dapat menyebabkan persebaran materi luas seperti yang ditemukan di Abu Hureyra dan kemungkinan besar itu adalah komet yang terfragmentasi,” kata tim peneliti.

Menurut Kennett, kelompok puing komet terbesar mampu menyebabkan ribuan ledakan dalam waktu beberapa menit di seluruh belahan bumi. Hipotesis mengusulkan mekanisme ini untuk menjelaskan bahan-bahan yang hidup bersama yang tersebar luas di lebih dari 8.700 mil di belahan bumi utara dan selatan.

“Penemuan kami di Abu Hureyra sangat mendukung peristiwa dampak besar dari komet yang terfragmentasi itu,” kata Kennett.

Studi sebelumnya telah berfokus pada aktivitas Younger Dryas, periode yang melihat kepunahan spesies seperti mammoth berbulu, bison dan sloth raksasa, yang berdampak global. Sementara, pada Oktober 2019, sebuah hasil penelitian mengatakan periode zaman es singkat terjadi sekitar 12.800 tahun yang lalu dan disebabkan oleh dampak asteroid. Dasarnya, penemuan kadar iridium dan platinum yang tinggi di White Pond dekat Elgin, South Carolina.

Sebuah kawah besar juga ditemukan pada 2015, tapi tidak secara resmi diverifikasi sampai November 2018, di Greenland. Diduga berkaitan dengan menghilangnya orang-orang Clovis, kelompok prasejarah misterius yang menghilang tanpa jejak.

Menurut lembaga antariksa dan penerbangan Amerika Serikat, NASA, lubang besar itu adalah salah satu dari 25 kawah tumbukan terbesar di Bumi dan dikatakan telah mengguncang belahan bumi utara.

Sumber: tempo.co

Tags: asteroidbumi
Previous Post

Ilmuwan Khawatir Bom Waktu Virus Corona Melanda Afrika

Next Post

Demam, Mahasiswa dari Jakarta Dinyatakan ODP Corona di Aceh Tamiang

Next Post

Demam, Mahasiswa dari Jakarta Dinyatakan ODP Corona di Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

MaSA Dorong Percepatan Pembentukan Dewan Pemajuan Kebudayaan Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com