Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (55)

Admin1 by Admin1
21/03/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

USAI ngopi dan sarapan pagi, Siwan mengajak Teungku Fiah ke rumahnya yang tak jauh dari kedai tadi. Di sana, ia mengeluarkan mobil pengangkut kelapa miliknya yang terparkir di gudang.

Ada beberapa kelapa di bagian belakang. Ia sengaja tak mengosongkan habis kelapa itu. Tujuannya, agar tentara tak curiga dengan aktivitasnya selama ini. Tak hanya Teungku Fiah, ia telah berulangkali mengantar tentara nanggroe ke tujuan masing-masing selama ini. Tak ada yang curiga jika ia berprofesi ganda selama ini.

Teungku Fiah duduk di sisi kiri Siwan yang bertindak sebagai sopir.

“Bismillah. Semoga Allah menjaga kita hingga ke tujuan,” kata Siwan.

Dari lorong sempit, mobil itu kemudian belok ke kanan untuk melintasi jalan Medan-Banda Aceh.

“Teungku diam saja nanti jika ada razia,” ujar Siwan. Teungku Fiah mengangguk tanda setuju.

Jarak antara Panton Labu ke Nicah Awe Simpang Ulim memang lumayan dekat. Namun razia sering terjadi sepanjang jalan. Apalagi jika baru saja terjadi perang besar antara tentara nanggroe dengan tentara republic.

“Teungku, aku turut berduka atas meninggalnya Ruslan, saudaramu yang tentara republic itu. Demi tuhan aku tak tahu siapa yang menembak. Aku sudah cek sama tentara nanggroe di sini, tak ada satupun yang mengaku,” ujar Siwan tiba-tiba.

“Sejak Ruslan meninggal, kita tak lagi memiliki kaki tangan di militer republic. Kita kehilangan banyak,” katanya lagi.

Teungku Fiah terdiam. Ia memang sempat berkomunikasi dengan Ruslan tentang istri dan anaknya yang datang ke rumah. Namun saat itu suasana sedang memanas. Teungku Fiah tak bisa turun gunung untuk menjemput sang istri.

Saat suasana aman, Teungku Fiah justru mendapati informasi jika Ruslan tertembak. Kabar ini membuatnya sangat terpukul. Belum lagi disusul informasi anaknya tertembak. Dua berita ini meruntuhkan pendirian dirinya.

“Aku tadi ingin ke rumah Ruslan. Kabar ini aku sampaikan melalui tetangga di sana. Tapi istri Ruslan meminta kedatanganku ditunda. Tentara republic masih siaga disana,” jawab Teungku Fiah pelan.

Siwan mengangguk. Namun pandangannya tetap focus ke depan.

“Iya. Meninggalnya Ruslan dikaitkan dengan keberadaan istri dan anak teungku. Ada yang bilang ini konspirasi untuk melenyapkan mata-mata tentara nanggroe di tubuh tentara republic,” ujar Siwan.

Memasuki perbatasan Simpang Ulim-Panton Labu, mobil yang disupiri oleh Siwan melambat. Mobil kemudian berhenti. Ada pos tentara di sana. Siwan membunyikan klakson dan melampai ke arah tentara sebagai isyarat. Para tentara yang terlihat berjaga-jaga dibalik tumpukan goni berisi pasir, balik melambai. Mereka seolah kenal satu sama lainnya.

“Teungku tunggu saja di sini. Tak lama. Saya hanya mengantar rokok ke mereka,” ujar Siwan. Ia mengambil bungkusan rokok dalam kotak kecil dan bergegas ke arah tentara. Kemungkin terdengar suara tawa disana.

Beberapa menit kemudian, Siwan kembali. Ia tersenyum ke arah Teungku Fiah yang terlihat berwajah tak nyaman.

“Tenang teungku. Pos ini kita aman. Aku kenal beberapa di antara mereka di sini. Mereka tak tahu jika aku penghubung tentara nanggroe,” ujarnya kemudian.

Mobil kembali melaju. Sekitar 10 menit kemudian mereka tiba di Nicah Awe.

Suasana di Nicah Awe sendiri terlihat sepi. Beberapa kios yang terbuat dari papan, terlihat tutup.

“Teungku jangan turun di sini. Akan tidak aman jika teungku jalan kaki,” ujar Siwan.

Teungku Fiah mengangguk. Mereka memasuki lorong kecil di samping meunasah berpondasi panggung hingga ke jalur rel kereta api. Jalan itu tak bisa dilalui mobil. Dari sana, Teungku Fiah memutuskan jalan kaki.

“Kau pulanglah. Aku harus bergegas ke rumah Teungku Baka. Kabarnya anak istriku ada di sana. Aku tak mau orang-orang curiga terhadapmu,” kata Teungku Fiah.

Siwan mengangguk. Sedangkan Teungku Fiah bergegas turun dan berjalan dengan cepat tanpa melihat ke arah belakang. Sejumlah pintu rumah terlihat tertutup rapat. Nicah Awe seperti desa tak berpenduduk. Namun ia tahu, dibalik pintu-pintu itu, ada warga yang sedang mengamatinya diam-diam. Kepulangannya, bisa jadi membuat warga resah.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Masjid Baiturrahman Banda Aceh Disemprot Cairan Desinfektan

Next Post

Aceh Hanya ‘Miliki’ Tuhan Hadapi Corona

Next Post

Aceh Hanya ‘Miliki’ Tuhan Hadapi Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

20/04/2026
Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda: TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda: TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

20/04/2026
Ketua TP PKK Aceh Timur Kunjungi SD Negeri Tanah Rata di Peureulak

Ketua TP PKK Aceh Timur Kunjungi SD Negeri Tanah Rata di Peureulak

20/04/2026
Dinner Delegasi Apeksi, Illiza: Selamat Datang di Banda Aceh

Dinner Delegasi Apeksi, Illiza: Selamat Datang di Banda Aceh

20/04/2026
Persiraja Banda Aceh Ditahan Imbang Garudayaksa 2-2 di Kandang

Persiraja Banda Aceh Ditahan Imbang Garudayaksa 2-2 di Kandang

20/04/2026

Terpopuler

Wasiet (48)

Wasiet (55)

21/03/2020

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com