JANTHO – Pandemi Virus Corona (COVID-19) hingga saat ini semakin mempengaruhi semua aktivitas masyarakat. Hal ini juga sangat berdampak terhadap perekonomian. Dimana pekerja yang mendapat upah harian, pengusaha-pengusaha menengah kebawah yang besar kemungkinan tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari jika hal ini terus berlangsung.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB) Dias Rahmatullah meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera menyalurkan bantuan bahan pokok untuk masyarakat miskin yang berpendapatkan rendah.
“Pemerintah Aceh Besar seharusnya mendengar suara dari masyarakat, bagaimana mereka kebingungan dengan aktivitas mereka yang dibatasi namun tidak di imbangi dengan bantuan dari pemerintah,” tegasnya.
Lanjutnya, “Pemerintah Aceh Besar bisa saja mengambil sikap untuk memberikan “basic income” atau tunjangan dana kebutuhan dasar untuk semua keluarga yang kurang mampu atau berpendapatan rendah yang ada di Aceh Besar selama beberapa minggu kedepan bahkan sampai situasi membaik.”
Menurutnya, hingga saat ini Pemerintah Aceh Besar belum mengeluarkan instruksi untuk karantina wilayah.
“Kita masih menunggu kabar tentang kunci sementara wilayah, akan tetapi pemerintah meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah, tentunya dampak pada ekonomi akan besar sekali pada masyarakat di tengah musibah ini,” ungkap Dias.
“Kalau Pemerintah Pusat sering ‘memarahi’ Pemerintah Daerah yang tidak beres menggunakan anggaran untuk rakyat, ini adalah kesempatan besar untuk mengubah stigma tersebut. Gunakan seluruh anggaran untuk pengadaan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dias juga berharap Pemerintah Aceh Besar sesegera mungkin untuk menyediakan berbagai fasilitas hygiene dan sanitasi untuk memastikan akses masyarakat luas terhadap pencucian tangan, kebersihan diri dan sebagainya.
“Kita juga berharap pemerintah segera menyediakan wastafel portable di berbagai sudut fasilitas umum, seperti perkantoran, rumah ibadah dan lainnya,” tandasnya.[]









