Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pelajar SMKN 2 Banda Aceh Ciptakan Face Shield Mask

Admin1 by Admin1
02/04/2020
in Nanggroe
0
Pelajar SMKN 2 Banda Aceh Ciptakan Face Shield Mask

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh melalui SMK Negeri 2 Banda Aceh bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali menunjukkan kepeduliannya untuk membantu mencegah penyebaran wabah corona atau Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang telah menjadi pandemi di dunia saat ini.

Para guru dan siswa SMK Negeri 2 Banda Aceh melakukan langkah kreatif dengan menciptakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield Mask (Topeng masker) yang diproduksi sendiri dan dapat dipergunakan oleh tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, M. Pd dan Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, T. Fariyal, MM meninjau tempat pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield Mask (Topeng masker) di SMKN 2 Banda Aceh, Rabu (1/4//2020).

Dalam kesempatan itu Kadisdik Aceh menyampaikan saat ini topeng masker sangat dibutuhkan untuk melindungi tenaga medis agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui cipratan batuk dan bersin dari pasien pada saat mereka bekerja.

“Face Shield Mask ini merupakan salah satu perangkat APD (Alat Pelindung Diri) yang selalu digunakan tenaga medis saat menangani pasien yang terduga atau sudah terpapar Covid-19 atau Virus Corona,” ujarnya.

Kadisdik Aceh mengapresiasi langkah pihak sekolah yang terus mengembangkan potensinya untuk menciptakan alat yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Pihaknya meminta agar bahan yang digunakan dapat memenuhi standar yang sudah ditetapkan pemerintah atau speknya sama dengan Face Shield Mask yang digunakan oleh tenaga medis di rumah sakit.

“Kami akan terus mendukung upaya yang dilakukan oleh para guru dan siswa ini, sehingga akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Aceh. Para guru dan pelajar di SMK harus peka melihat kebutuhan masyarakat atau dunia usaha, dengan ini maka SMKN 2 Banda Aceh sudah menuju kearah itu,” ungkap kadisdik.

Rachmat Fitri meminta agar para guru dan anak didik yang berada di SMKN 2 Banda Aceh untuk dapat terus berinovasi dan berimajinasi dalam menciptakan alat atau bahan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pasar saat ini.

“Selain topeng masker, disini kita juga sudah membuat alat-alat permesinan kendaraan, plakat, pengelasan baja dan besi, dan lain-lain yang sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala SMK Negeri 2 Banda Aceh, Muhammad Husin mengatakan, setelah Covid-19 mewabah di Indonesia dan pemerintah bersama sejumlah komponen masyarakat melakukan upaya dalam memutus mata rantai penyebaran virus, membuat pihaknya terketuk untuk memberikan kontribusi.

“Setelah membaca di berbagai media bahwa tenaga medis khususnya di Aceh kekurangan APD dalam menangani Covid-19, akhirnya kami terpikir untuk membuat Face Shield Mask ini,” terangnya.

Menurutnya, APD pelindung wajah buatan pihaknya sudah memenuhi standar medis yang ditetapkan. Mulai dari desain, ukuran dan bahan-bahannya sudah merujuk pada standar pembuatan Face Shield Mask.

“Kami membuat alat pelindung diri di bengkel sekolah, karena kami sudah memilliki mesin print tiga dimensi untuk mencetak plastik mika. Jadi, untuk membuat alat APD ini sudah tersedia mesinnya, tinggal membeli bahan-bahannya saja,” ujarnya.

Husin menambahkan setelah hampir sebulan beroperasi, alat tersebut sudah mampu membuat sekitar 30 hingga 40 unit masker pelindung diri. Dengan durasi pembuatan satu maskernya berkisar 2 hingga 3 jam kerja.

“Kalau seandainya hasil produk siswa kami masih terdapat kekurangan, kami siap untuk memperbaiki. Intinya kami ingin memberikan kontribusi dengan menyumbangkan pemikiran dan alat APD yang berguna untuk penanganan Covid-19 di Aceh,” katanya.

Meski demikian, Husin mengatakan, apabila pelindung wajah buatan siswanya dibutuhkan dan dinilai sudah memenuhi standar medis, pihaknya belum siap memproduksi dalam jumlah banyak dikarenakan alat yang dimiliki pihaknya hanya mesin print tiga dimensi yang biasa digunakan sebagai contoh alat yang akan diproduksi untuk jumlah banyak.

Tags: acehDinas Pendidikan Aceh
Previous Post

BMA Bagikan Hand Sanitizer untuk 39 Puskesmas

Next Post

Covid-19: Awak L300 di Terminal Lueng Bata Was-Was Tak Sanggup Tutup Kredit

Next Post
Covid-19: Awak L300 di Terminal Lueng Bata Was-Was Tak Sanggup Tutup Kredit

Covid-19: Awak L300 di Terminal Lueng Bata Was-Was Tak Sanggup Tutup Kredit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TP PKK Aceh Dorong Pelajar Pulau Banyak Manfaatkan Potensi Wisata

4 Pulau di Singkil Masih ‘Terlantar’ Usai Sengketa dengan Sumut

19/01/2026
Stok Beras di Aceh Capai 30 Ribu Ton Cukup hingga Idul Fitri

Dirut Bulog Pastikan Stok Beras di Aceh Cukup hingga Lebaran 2026

19/01/2026
Pusat Bantu ‘Uang Sewa’ 4 Kantor Pertanahan Terdampak Banjir di Aceh

Pusat Bantu ‘Uang Sewa’ 4 Kantor Pertanahan Terdampak Banjir di Aceh

19/01/2026
TKD untuk Aceh dan Sumatera Tidak Dipotong, Komisi II: Percepat Penanganan Pascabencana

TKD untuk Aceh dan Sumatera Tidak Dipotong, Komisi II: Percepat Penanganan Pascabencana

19/01/2026
Gampong Lamreung Darul Imarah Gelar Tradisi Toet Apam

Gampong Lamreung Darul Imarah Gelar Tradisi Toet Apam

19/01/2026

Terpopuler

Indikasi Korupsi SDA di Aceh Selatan Menguat, Alamp Aksi Desak KPK dan Kejagung Turun Tangan

Indikasi Korupsi SDA di Aceh Selatan Menguat, Alamp Aksi Desak KPK dan Kejagung Turun Tangan

18/01/2026

PSMS Siap ‘Curi’ Poin dari Persiraja di Banda Aceh

Persiraja ‘Keok’ di Murthala 2-1 Versus PSMS Medan

Pelajar SMKN 2 Banda Aceh Ciptakan Face Shield Mask

4 Pulau di Singkil Masih ‘Terlantar’ Usai Sengketa dengan Sumut

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com