Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (67)

Admin1 by Admin1
02/04/2020
in Cerbung
0
Wasiet (65)

RISKA memberi isyarat ke Ahmadi sambil menunjuk ke arah ayahnya. Ahmadi yang awalnya garuk-garuk kepala akhirnya tahu apa yang terjadi. Ia mendekati Ibnu dan mengajak sosok itu ke toilet dengan alasan minta ditemani.

Untungnya, Ibnu dengan cepat mengangguk tanda setuju. Keduanya kemudian melangkah ke arah belakang. Ahmadi mencoba memisahkan Ibnu agar tak ketemu dengan ayah Riska yang sedang berpakaian loreng.

Ahmadi yakin jika Ibmu shock jika mengetahui ayah Riska, komandan Dedi, adalah seorang tentara.

Di toilet, ternyata ada beberapa pengunjung yang sedang antri untuk tujuan yang sama. Ahmadi justru senang akan keadaan tersebut sehingga mereka memiliki waktu yang relative lama untuk menghindari.

“Nu, kita ke masjid aja yok. Aku tak tahan lagi nie,” ujar Ahmadi beralasan agar mereka bisa keluar dari Café Mbak Moel. Ibnu lagi-lagi mengangguk tanpa membantak. Ibnu memang tipe orang yang setia kawan dan baik hati.

Keduanya kemudian mengarah ke parkir. Ahmadi mengemudi mobil serta mengarah ke masjid Lamgugop yang berada tak jauh dari lokasi.

“Aku tak nyaman berada di antara cewek-cewek tadi, Wak. Cuma karena permintaan Raina dan Riska aja aku tak bisa menolak,” ujar Ibnu tiba-tiba dalam mobil. Sosok itu ternyata merasa tak nyaman di kelilingi para gadis meskipun mereka adalah para adik angkatannya di kampus.

Ahmadi tersenyum. Ia berarti tak perlu bercapek-capek acting untuk memisahkan Ibnu agar tak bertemu dengan ayahnya Riska.

“Kalau begitu, kita berlama-lama di masjid aja hingga cewek-cewek itu pulang. Alasannya aku sakit perut,” ujar Ahmadi.

Keduanya kemudian tersenyum.

Ahmadi menggunakan ketidaknyamanan Ibnu sebagai alasan tidak kembali ke Mbak Moel agar terhindari pertemuan yang diyakini berefek panjang. Di masjid, Ahmadi mencoba ke toilet dan kemudian kembali ke mobil beberapa menit kemudian.

Sementara Ibnu justru terlihat di dalam masjid untuk salat. Ia lama di sana. Sosok itu baru kembali ke mobil sekitar 30 menit kemudian.

“Kita cari Warkop saja yok, Nu. Mereka pasti lama di café tadi. Kita cari makan dulu, aku traktir,” kata Ahmadi.

Ibnu kembali mengangguk tanda setuju.

Mobil itu kemudian melaju ke arah Kota Banda Aceh serta memutar ke Pinggir Kali. Konon kawasan tersebut, dulunya merupakan daerah ‘hitam’ serta sering ditemukannya minuman keras di tahun 2006 dan 2007. Namun kini prilaku menyimpang dari syariat Islam itu sudah memudar di sana.

“Kita ngopi di sini saja. Namanya Cek Yuke. Aku sering ke sini untuk menenangkan diri,” kata Ahmadi.

Ibnu melihat Warkop itu sekeliling. Ada beberapa penjual makanan dengan rak kecil di sana serta ada juga rak kosong.

“Aku ingin jualan burger di sini bisa tidak ya. Sambil nabung untuk S2 nanti,” ujar Ibnu kemudian.

Ahmadi mengangguk tanda setuju. Ahmadi tahu benar dengan sikap Ibnu. Sosok itu sudah mandiri sejak dikenalnya. Ibnu juga berambisi keluar negeri untuk mewujudkan cita-citannya.

“Aku kenal dengan pemilik warung ini. Nanti aku sampaikan. Sekarang kita ngopi dan makan dulu yuk,” ujar Ahmadi.

Suasana di Pinggir Kali terlihat asri. Hanya air sungai yang sedikit kotor dan keruh akibat hujan di hulu. Sejumlah pengunjung terlihat asyik dengan obrolan masing-masing. Para pelayanan di sana juga terbilang ramah dan baik.

Ibnu terlihat nyaman dengan suasana. Sedangkan Ahmadi mencoba mengirim pesan singkat ke Riska.

“Kami di kota. Kalau ayahmu sudah pulang. Mohon dikabari.”

[Bersambung]

 

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Ajaib, Ternyata Jalan Mundur Bisa Tingkatkan Fungsi Otak

Next Post

Trump Mau Setop Penerbangan Domestik Tangkal Corona

Next Post

Trump Mau Setop Penerbangan Domestik Tangkal Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Wasiet (67)

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com