Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

PDI Perjuangan Aceh: Jam Malam Dicabut bukan Bermakna Wabah Sirna

Admin1 by Admin1
07/04/2020
in Nanggroe
0
Kombatan GAM Gabung PDIP, Muslahuddin: Mereka Tertarik Gaya Saya

Muslahuddin. Foto kompas

BANDA ACEH –  Reaksi publik Aceh sangat variatif ketika Forkopimda Aceh mencabut status jam malam.

Ada yang menganggap pencabutan jam malam adalah berhentinya penularan wabah Covid-19, disisi lain keputusan ini akan berdampak kepada besarnya peluang terpaparnya virus mematikan ini.

“Terlepas dari berbagai kontraversi, kita sekarang sedang dihadapkan pada kenyataan bahwa hampir seluruh dunia menghadapi pandemi ini dengan berbagai strategi dan taktiknya. Namun faktanya sampai ini, seluruh dunia jumlah kasus positif mencapai 1.204,246 dengan kematian 64,806, dimana Indonesia sendiri jumlah kasus positif mencapai 2,273 dengan kematian 198 orang,” kata Ketua PDI Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud, Senin malam 6 April 2020.

“Pemberitaan tentang bagaimana negara-negara di dunia menangani wabah ini dengan mudah kita peroleh bahkan hampir tiap menit masuk dalam media sosial kita masing-masing.  Bagi saya, dari cara-cara berbeda yang dilakukan disana pasti ada konsensus yang berlaku secara generik seluruh dunia. “

Pertama, kata Muslahuddin, dibutuhkan kesadaran kolektif oleh seluruh masyarakat bahwa virus dapat ditularkan dari orang ke orang, maknanya memutuskan mata rantai penyakit ini hanya dapat dilakukan apabila yang positif terjangkit tidak menyebarkan kepada yang lain.

“Kedua, seluruh dunia sangat menyadari sosial distancing dan physical distancing adalah metode umum yang diterapkan seluruh dunia, disinilah yang harus menjadi titik perhatian kita semua lakukanlah semua aktivitas kita seperti biasa asal menjalankan prinsip di atas, menerapkan kewaspadaan yang tinggi karena Indonesia tidak menerapkan lockdown.”

Ketiga, virus Corona telah memaksa masyarakat dunia untuk merobah pola hidup secara signifikan, mencuci tangan, memakai masker dan mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Masyarakat dengan tingkat kesadaran tinggi dan disiplin menerapkan pola hidup seperti ini tentu akan mengurangi proses penyebaran secara signifinat.

“Keempat, seluruh dunia kini menyadari bahwa sekarang bukan saatnya bepergian ke wilayah lain terutama wilayah wabah dan sebaliknya mereka yang berada di wilayah wabah tidak bepergian ke wilayah lain.”

“Inilah paling kurang empat konsesus dunia yang terjadi hari ini, karena kita di Aceh bagian dari penduduk dunia, terapkanlah keempat prinsip tersebut agar kita menjadi bagian dari penduduk dunia yang ikut andil dalam mengurangi penyebaran virus ini. Pencabutan jam malam di Aceh, bukan berarti telah mengeliminir kesadaran kolektif dunia dalam menghadapi wabah ini. Kewaspadaan tinggi diperlukan dengan memperdalam pengetahuan tentang virus ini agar kita tidak salah mengartikan makna sebuah kebijakan yang justru membahayakan diri kita dan masyarakat dunia,” ujarnya. []

Tags: acehpdi perjuangan aceh
Previous Post

Wasiet (70)

Next Post

Hari Ketiga, Azhari Cage dan KPA Bagikan Sembako di Madat Aceh Timur

Next Post
Hari Ketiga, Azhari Cage dan KPA Bagikan Sembako di Madat Aceh Timur

Hari Ketiga, Azhari Cage dan KPA Bagikan Sembako di Madat Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nora Idah Nita: Rakyat Butuh Kejujuran, Pusat Harus Terima Laporan Apa Adanya

Nora Idah Nita: Rakyat Butuh Kejujuran, Pusat Harus Terima Laporan Apa Adanya

12/12/2025
Laporan Bahlil ke Prabowo: Listrik di Aceh Menyala Malam Ini

Kepemimpinan di Tengah Bencana Aceh, Akademisi USK: Tiga Bupati Lolos Uji Publik

12/12/2025
Krak, Jembatan Darurat Penghubung Nagan Raya-Aceh Tengah Rampung

Krak, Jembatan Darurat Penghubung Nagan Raya-Aceh Tengah Rampung

12/12/2025
Presiden Prabowo Minta Anak Korban Banjir di Aceh Tabah dan Semangat

Presiden Prabowo Minta Anak Korban Banjir di Aceh Tabah dan Semangat

12/12/2025
Aceh Perpanjang Status Darurat Bencana Banjir dan Longsor

Menkes: 41 RS di Aceh Sudah Beroperasi Secara Bertahap

12/12/2025

Terpopuler

Ohku, Pengerukan DAS Krueng Meureudu Diwarnai Pro Kontra Warga

Ohku, Pengerukan DAS Krueng Meureudu Diwarnai Pro Kontra Warga

10/12/2025

Ohku, Relawan ‘Dipatok’ Rp3 Juta Saat Menyeberang di Kuta Blang Bireuen

Viral, Biaya Nyebrang ‘Bantuan’ di Kuta Blang Bireuen Capai Jutaan Rupiah

PGRI Simeulue Kumpulkan Uang 120 Juta Lebih untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Disdikbud Pidie Upayakan Percepatan Pemulihan 32 Sekolah Terdampak Banjir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com