Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Corona dan Diamnya Pimpinan DPR Aceh

redaksi by redaksi
18/04/2020
in Saleuem
0

KONDISI masyarakat Aceh kian sulit selama pandemi Corona merebak di provinsi paling ujung barat pulau Sumatera ini.

Jauh sebelum Corona menyerang, tingkat kemiskinan kita di atas rata-rata nasional. Sudah miskin kini terdampak Corona pula.

Keadaan ini kemudian ditambah dengan sulitnya warga, di luar TNI, Polri serta Tentara, untuk mencari nafkah selama wabah ini berlangsung.

Banyak sector swasta, terutama yang bergerak di bidang jasa, terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya tanpa pesangon. Baik hotel, warung makan, serta sejumlah usaha lainnya.

Mereka yang dirumahkan ini luput dari perhatian pemerintah. Mereka dibiarkan melewati hari demi hari tanpa kepastian. Padahal mereka juga memiliki anak dan istri yang juga butuh makan.

Harga harga barang kebutuhan pokok mulai meninggi. Apalagi jelang Ramadan dan Idul Fitri di depan mata.

Dari data yang dihimpun media, di Aceh kini tumbuh sejumlah Orang Miskin Baru (OMB) yang kini membutuhkan uluran tangan pemerintah. Namun lagi-lagi mereka justru luput dari perhatian dari semua pihak. Maka kompleklah derita yang dialami oleh masyarakat kita saat ini.

Masyarakat hanya mendengar jika ada alokasi Rp1,7 triliun yang diplotkan untuk penanganan Corona. Dari jumlah ini, baru sembako senilai Rp200.000 untuk 61 ribu paket yang disalurkan pemerintah Aceh. Namun peruntukannya masih tak jelas dan ngambang di lapangan.

Selebihnya, berdasarkan kabar burung, dana Rp1,7 triliun juga akan disalurkan untuk pengadaan I juta masker. Namun pengadaannya masih dalam tahap dilelang.

Singkat cerita, hingga kini atau per 18 April 2020, masyarakat masih mendengar adanya uang Rp1,7 triliun untuk penanganan Corona di Aceh. Namun semua itu masih statemen di media massa.

Saat-saat seperti ini, harusnya DPR Aceh berada di garda terdepan untuk membantu warganya yang terlibat ekonomi akibat wabah Corona. Namun pertanyaannya, sudahkan mereka bersuara terkait hal ini? Kenapa mereka justru irit bicara saat rakyat menjerit? Kemana para pimpinan dewan saat ini? Masihkah mereka menjadi pengekor Plt Gubernur Aceh saat rakyat terancam lapar seperti saat ini?

Jerit yatim piatu mungkin tak terdengar hingga pendopo ketua DPR Aceh? Ini karena pagarnya tinggi dan ber-AC pula di dalamnya.

Bung, harusnya anda-anda sadar. Fasilitasmu berasal dari uang rakyat. Anda menikmati gaji dari keringat rakyat yang kini sedang kelaparan di luar sana. Kerjalah yang benar dan turutlah ke lapangan. Suarakan aspirasi rakyat, bukan sebatas menjaga kepentingan-kepentingan beberapa Tuan yang memilih Anda untuk jabatan tertinggi itu. Keluarlah dari ‘lilitan ular besar’ itu. []

 

 

 

Tags: dpr aceh
Previous Post

Syech Fadhil Minta Menlu Bantu Logistik untuk Mahasiswa di Luar Negeri

Next Post

Aneh, Intelijen AS Disebut Peringatkan Bahaya Corona November 2019

Next Post
300.000 Kasus Infeksi Corona di Amerika, 8.000 Meninggal

Aneh, Intelijen AS Disebut Peringatkan Bahaya Corona November 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Corona dan Diamnya Pimpinan DPR Aceh

18/04/2020

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com