MALAYSIA – Tiga mahasiswa asal Malaysia yang selama kuliah di Banda Aceh dilaporkan positif Corona.
Laporan ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia seperti dikutip dari website malaysiakini.com, Minggu 19 April 2020.
Berdasarkan situs malaysiakini.com, pemeriksaan terhadap para mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di luar negeri ini dilakukan usai mereka mendarat melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 16 April.
“Itu adalah 17 kasus yang saya umumkan kemarin dan hari ini ada 43 dari Magetan, Jawa Timur dan kemudian ada tiga dari Aceh, satu dari Turki dan satu dari Kalimantan,” kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah pada situs yang sama dalam bahasa Inggris.
“Cluster ini melibatkan 43 siswa yang kembali dari Temboro, yang merupakan salah satu daerah yang dinyatakan sebagai zona merah di Kabupaten Magetan, Indonesia.
Noor Hisham mengatakan, perkembangan itu menunjukkan pentingnya mengkarantina pengungsi yang kembali.
“Ini menunjukkan keputusan pemerintah untuk mengkarantina dan menyaring semua orang Malaysia yang kembali dari luar negeri adalah keputusan yang tepat.
“Ini untuk memastikan bahwa kasus impor tidak menyebar ke Malaysia lainnya,” katanya.
Noor Hisham kemudian memberikan beberapa angka lagi tentang orang Malaysia yang kembali dari luar negeri yang dikarantina.
Dia mengatakan jumlah total orang-orang yang dikarantina adalah 15.800 dan dari jumlah itu, 11.725 orang masih di bawah karantina. Ada 1.041 orang yang dikarantina dari pertemuan tabligh, ia menambahkan.
Dari individu yang dikarantina, 8.410 sampel diambil dan dari sampel tersebut, 65 dikonfirmasi positif.










![[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-06-at-15.09.56-350x250.jpeg)
