Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

27 Tahun Silam, Momen Ferguson Ubah Nasib MU di Liga Inggris

Admin1 by Admin1
03/05/2020
in Sejarah
0

Jakarta – Sir Alex Ferguson mengubah nasib Manchester United di Liga Inggris dengan juara edisi pertama Premier League pada musim 1992/1993.

Juara di musim 1992/1993 tersebut merupakan penantian panjang Setan Merah yang harus menunggu selama 26 tahun sejak terakhir kali juara pada musim 1966/1997.

Setelah juara di musim 1966/1977, pencapaian terbaik MU hanya empat kali menjadi runner-up Divisi Utama yang kini bernama Premier League, dua di antaranya bersama Ferguson (1987/1988 dan 1991/1992).

Ketika itu, MU berada di bawah bayang-bayang Liverpool yang menguasai Liga Inggris hingga musim 1989 dengan koleksi 18 gelarnya.

Alex Ferguson yang menangani MU pada November 1986 juga tidak bisa berbuat banyak. Di luar posisi runner-up musim 1987/1988 dan 1991/1992, MU mengalami pasang surut bersama Ferguson.

Tetapi, semua berubah di musim 1992/1993. Posisi runner-up jadi modal bagi The Red Devils memasuki era Premier League yang jadi musim perdananya.

Di bursa transfer era baru itu MU mendatangkan Eric Cantona dari Leeds United hingga Dion Dublin. Kehadiran Cantona membawa pengaruh besar untuk skuat MU yang sudah diisi Andrei Kanchelskis, Peter Schmeichel, Denis Irwin, hingga Bryan Robson.

Di awal musim performa MU tidak bagus, gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan pertama. Kalah 1-2 dari Sheffield United dan 0-3 dari Everton, lalu diimbangi Ipswich Town 1-1.

Posisi MU di klasemen mulai menanjak setelah mengalahkan Southampton 1-0 di pekan keempat. Usai laga tersebut, MU meraih empat kemenangan beruntun dan berada di peringkat keempat.

Steve Bruce dan kawan-kawan kembali inkonsisten dalam tujuh laga beruntun berikutnya setelah gagal meraih kemenangan. Dari papan atas, MU terjun ke papan tengah.

Namun titik balik MU kemudian terjadi setelah itu. ‘Setan Merah’ tidak terkalahkan sejak pekan ke-16 hingga ke-23 dengan meraih enam kemenangan dan dua kali imbang jadi kunci bagi MU berada di puncak klasemen pada pekan ke-23 tersebut setelah menumbangkan Tottenham Hotspur 4-1.

Usai menang atas Tottenham dan berada di puncak klasemen di pekan ke-23, MU nyaris tidak tergoyahkan di posisi teratas dalam 18 pertandingan berikutnya.

Tim asuhan Alex Ferguson ketika itu sempat turun ke posisi kedua setelah kalah 1-2 dari Ipwich. Tetapi bisa kembali ke posisi puncak dengan mengalahkan Sheffield 2-1.

Dikutip dari Sky Sports, tepat pada hari ini 27 tahun silam, 2 Mei 1993, MU mengunci gelar juara Liga Inggris musim 1992/1993 setelah mengalahkan Blackburn Rovers 3-1 di pekan ke-41, sementara pesaing terdekatnya Aston Villa kalah 0-1 dari Oldham.

Untuk kali pertama MU juara Liga Inggris setelah 26 tahun. Ketika itu Liga Inggris menyisakan satu pertandingan. MU juara Premier League edisi pertama setelah unggul tujuh poin atas Villa.

Gelar Liga Inggris itu mengubah nasib MU di Premier League. Sampai dengan saat ini, Setan Merah merupakan penguasa Liga Inggris dengan total 20 gelar juara, 13 di antaranya di Premier League.

Dengan torehan itu, Alex Ferguson menjadi pelatih yang paling banyak juara di Liga Inggris atau Premier League dengan total 13 trofi. Disusul George Ramsay (Aston Villa) dan Bob Paisley (Liverpool) dengan sama-sama 6 gelar.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: inggrisMUSir Alex Ferguson
Previous Post

[Video] Suasana Ramadan di Kota Besar Rusia

Next Post

Soal Cara Aceh Hadapi Corona, Jubir Kemenhan Sebut Dilema

Next Post

Soal Cara Aceh Hadapi Corona, Jubir Kemenhan Sebut Dilema

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

06/09/2026
Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

06/09/2026
Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

06/09/2026
Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

06/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

27 Tahun Silam, Momen Ferguson Ubah Nasib MU di Liga Inggris

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com