Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Miris, Pasutri dan 13 Anak Huni Gubuk Reyot di Aceh Utara

Admin1 by Admin1
03/05/2020
in Nanggroe
0

Lhokseumawe – Kehidupan Bakhtiar Beni, mengungkap potret kemiskinan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Dia diketahui tinggal bersama istri dan 13 anaknya di gubuk reyot yang tidak layak huni.

Gubuk reyot yang mereka tempati, terletak di Desa Ulee Reuleueng Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Dalam kesehariannya, Bakhtiar bekerja sebagai kuli serabutan dan juga pemotong batu bata.

Kondisinya rumahnya sangat memprihatinkan, tidak ada pembatas antara tempat tidur dengan dapur. Dindingnya hanya menggunakan tepas, beratap rumbia, tidak memiliki kamar mandi yang memadai alias hanya disekat dengan terpal lusuh.

Kalau dilihat dari depan, gubuk itu terancam roboh, karena posisinya sudah miring.

Dalam membangun rumah reyot itu, Bakhtiar telah berupaya semaksimal mungkin, hingga akhirnya tak mampu melanjutkan dikarenakan tidak memiliki biaya.

Padahal, dia mengaku telah mencoba untuk mengutang seng sebanyak 57 lembar, namun hingga kini belum ada yang mau membantu.

“Belum ada rezeki, seperti ini lah kondisi kami. Semoga saja nanti suatu saat rumah ini bisa lebih bagus dari sekarang. Apalagi anak-anak di sini berkumpul semuanya, sehingga bisa lebih baik,” tutur Bakhtiar kepada Tagar, Sabtu, 2 Mei 2020.

Bakhtiar telah dikarunia 13 anak. Tiga di antaranya, kata dia, telah putus sekolah karena ketiadaan biaya. Sementara dua lainnya sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan lima anaknya yang lain sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri, serta satu lagi masih TK.

“Anak saya semuanya ada 13 orang, 6 perempuan dan 7 laki-laki, dan semuanya tinggal di rumah yang berukuran 3×4 (meter) ini. Jangankan untuk memperbaiki rumah, tanah saja saya tidak punya, ini hanya hak pakai saja tanpa ada perjanjian,” ujar Bakhtiar.

Dirinya juga menyampaikan, selama masa pandemi Covid-19 ini tidak mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah, baik Program Keluarga Harapan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejumlah bantuan lainnya yang tak pernah sampai ke tangannya. Dia sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah daerah ataupun dermawan. []

Sumber: tagar.id

Tags: aceh
Previous Post

Soal Cara Aceh Hadapi Corona, Jubir Kemenhan Sebut Dilema

Next Post

Pemuda di Aceh Nekat Curi Motor Ber-Knalpot Racing untuk Balap Liar

Next Post

Pemuda di Aceh Nekat Curi Motor Ber-Knalpot Racing untuk Balap Liar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Miris, Pasutri dan 13 Anak Huni Gubuk Reyot di Aceh Utara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com