Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Nasib Anak Kos Tak Bisa Mudik: Sahur Makan Mi Pakai Nasi

Admin1 by Admin1
10/05/2020
in Nasional
0

Jakarta – Suara teriakan Ibu dan pintu yang digedor-gedor saat sahur menjadi hal kecil yang dirindukan Salam (23) belakangan ini.

Salam yang tak bisa mudik karena larangan dari pemerintah terpaksa menghabiskan waktunya pada Ramadan kali ini sendirian di kamar kos di Jakarta–mungkin juga sampai perayaan Idulfitri mendatang.

“Enggak jauh sebenarnya cuma pulang ke Banten, tapi khawatir karena corona ini, jadi bagusnya diminta enggak usah pulang,” kata dia saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (5/4) malam.

Diakui Salam, selama menunaikan ibadah puasa di perantauan, sebagai anak kos dia harus mencari sendiri makanan untuk sahur pada dini hari. Tapi, ramadan kali ini berbeda, karena penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menanggulangi virus corona (Covid-19).

Salam bercerita, suatu waktu pada awal Ramadan, Salam keluar dini hari guna membeli makan buat sahur. Kala itu dia berniat membeli makanan di warteg yang berada tak jauh dari kosnya.

Namun rupanya warteg yang berada di sekitar kosnya tutup.

“Di sekitar sini sebenarnya ada beberapa warteg, ternyata pas sahur enggak buka, ada yang pulkam juga kayaknya,” kata dia.

Akhirnya, karena perut lapar dan bayangan puasa siang hari, ia kembali ke kos dan mengambil sepeda motor untuk mencari warung makan yang masih buka.

Setelah 15 menit berkeliling memacu kuda besi, ia mendapati satu warteg yang buka. Di warteg tersebut sudah dipenuhi orang-orang yang memiliki tujuan yang sama dengannya.

“Ada warungnya yang buka, cukup ramai antre, waktu itu saya tunggu aja, malas muter nyari lagi,” ujar Salam.

Saat itu setelah menunggu beberapa waktu, ia pulang ke kos dengan menenteng sebungkus nasi dengan lauk ikan bandeng untuk santap sahur.

Belajar dari apa yang terjadi pada awal Ramadan tahun ini tersebut, selanjutnya Salam mempersiapkan makanan untuk santap sahur pada malam harinya.

Sempat terlintas keinginannya untuk memanfaatkan jasa ojek online saat sahur, namun tak jadi demi penghematan.

Ia belakangan memanfaatkan penanak dan penghangat nasi (rice cooker) yang dimilikinya. Tak hanya untuk memasak nasi, Salam memanfaatkannya juga untuk mengolah lauk pauk pendamping nasi.

“Lebih sering masak mi (instan), telur, makan pakai nasi. Tapi juga pernah beli lauknya dari setelah buka puasa, terus makannya pas sahur,” kata dia

Tidak hanya berbeda kebiasaan dan menu saat sahur saja, sebagai anak kos yang jauh dari orang tua, kesiangan saat sahur pun pernah dirasakannya.

Ia masih mengingat, saat itu, seharusnya, sahur untuk puasa Ramadan hari ke enam.

Pada hari-hari sebelumnya, untuk menunggu waktu sahur, Salam kerap begadang sembari menonton. Namun pada 6 Ramadan itu, sekitar pukul setengah 1 dinihari, ia tertidur sebelum sempat menyantap makanan untuk sahur.

Apesnya saat terbangun, Salam melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB. Sudah dua jam lebih dari waktu imsak di Jakarta.

“Dengar suara anak-anak yang lain bangunin, cuma ya gitu. Untungnya waktu hari itu aktivitas tidak terlalu berat,” ucap dia.

Sumber: CCNIndonesia

 

Tags: anak kosmakan sahursahur
Previous Post

LAPAN: Asteroid Benda Langit yang Ancam Makhluk Bumi

Next Post

Wasiet (97)

Next Post

Wasiet (97)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

20/04/2026
Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

20/04/2026
BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

20/04/2026
Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

20/04/2026
Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

20/04/2026

Terpopuler

Nasib Anak Kos Tak Bisa Mudik: Sahur Makan Mi Pakai Nasi

10/05/2020

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Resmi, Ini Harga Baru BBM Non Subsidi di Aceh Sejak 18 April 2026

Satreskrim Polres Bireuen Gencarkan Sosialisasi Karhutla, Pasang Spanduk di Sejumlah Titik

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com