Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (97)

Admin1 by Admin1
10/05/2020
in Cerbung
0

IBNU kembali tersenyum. Ia tak tahu kenapa Dara tiba-tiba bertanya hal privasi seperti tadi. Namun karena mereka baru ketemu, ia menganggap pertanyaan tadi bagian dari basa-basi mereka setelah terpisah belasan tahun.

“Belum. Ada banyak target yang harus kucapai. Setidaknya aku ingin menjalankan wasiet orangtuaku terlebih dahulu,” ujarnya kemudian.

Dara menarik nafas panjang. Namun pertanyaan lainnya kembali meluncur dari mulut gadis cantik itu berselang menit kemudian.

“Apakah kau sudah memilih calon?”tanyanya lagi.

Pertanyaan kali ini membuat Ibnu mendadak diam. Dulu ia memiliki komitmen dengan seorang gadis cantik asal Ngawi, Jawa Timur. Namun kini ia telah pulang kampung. Beberapa waktu lalu, Ahmadi, kawan sekos-nya juga melihat wanita itu dekat dengan seorang pria berseragam militer. Ayah Riska juga tak merestui hubungan mereka.

Entah komitmen tersebut masih dipegang oleh Riska atau kini ia telah memiliki ikatan dengan pria lain.

“Haruskah aku mengungkapkan hal ini kepada Dara. Atau aku menganggap ini bagian dari masa lalu,” gumam Ibnu dalam hati.

Ibnu terdiam. Namun bahasa tubuh Ibnu membuat Dara yakin jika lelaki itu memiliki seseorang yang telah mengisi hatinya. Dara sedikit lesu. Ada hal yang coba diungkapkannya di depan Ibnu tapi kini ia ragu-ragu.

“Aku tak memiliki ikatan dengan siapapun. Ada seseorang yang sempat dekat, tapi keluarganya tak merestui. Ayahnya seorang tentara dan mungkin takdir tak bisa menyatukan kami,” ujar Ibnu kemudian.

Ibnu kembali terdiam. Ia mencoba tersenyum untuk menertawakan nasibnya sendiri.

“Mengapa Mbak Dara bertanya soal tadi? Bahkan aku seperti lajang lapuk?” ujar Ibnu mencoba bercanda.

Mendengar kata ‘Mbak’, Dara kembali cemberut. Ia ternyata tak suka dipanggil Mbak oleh Ibnu yang Cuma 2 tahun lebih muda darinya.

“Jangan bilang Mbak dong. Kamu cuma lebih muda dua tahun. Secara penampilan, aku juga terlihat jauh lebih muda dari kamu,” elak Dara. Keduanya kemudian tertawa lepas.

“Nu. Sebenarnya ada hal yang penting yang inginku sampaikan padamu. Ini soal wasiet ayahku dan ayah angkatmu. Bertahun-tahun aku mencarimu untuk menyampaikan wasiat ini. Aku merasa bersalah jika wasiat ini tak kusampaikan padamu,” kata Dara kemudian.

Ibnu mendadak terdiam. Sedangkan Dara memasang mimic wajah serius.

“Pertama, ayahku dan ayah angkatmu, ingin menyekolahkan kita hingga perguruan tinggi. Makanya saat masih hidup, ia ternyata telah membuat rekening atas nama dirimu dan aku. Uang terus disetor tiap bulan dari hasil usaha serta cabang usaha yang masih buka, hingga sekarang.”

“Aku telah mengunakan uang tersebut untuk sekolah hingga sekarang. Sementara rekeningmu tak tersentuh sama sekali. Aku baru tahu dari kakek dan nenekku saat SMA. Rekening milikmu terdaftar di salah satu bank di Bireuen. Aku tidak tahu jumlahnya berapa,” kata Dara sambil menyerangkan sebuat buku rekening tua.

Ibnu terkejut mendengar pengakuan Dara. Ia tidak menyangka jika ayah angkatnya benar-benar serius memikirkan masa depannya.

“Usai ayah meninggal, hanya satu warung yang dijual. Jatahmu dari penjualan warung tadi telah ditransfer ke rekening ini. Sedangkan beberapa usaha lain masih jalan dan diurus oleh sepupu ayah hingga sekarang. Tiap bulan, sesuai wasiet ayah, uang dikirim ke rekening ini untukmu dan aku,” kata Dara lagi.

Ibnu seolah tak percaya dengan perkataan Dara. Ia tiba-tiba mendapat solusi atas masa masa sulit yang dihadapinya selama ini.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Nasib Anak Kos Tak Bisa Mudik: Sahur Makan Mi Pakai Nasi

Next Post

Hujan Masih Akan Guyur Pesisir Timur Aceh Dua Hari Kedepan

Next Post
Warga di Wilayah Tengah Aceh Diminta Waspadai Petir dan Angin Kencang

Hujan Masih Akan Guyur Pesisir Timur Aceh Dua Hari Kedepan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

20/04/2026
Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

20/04/2026
BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

20/04/2026
Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

Israel Pasang Garis Kuning di Lebanon, Melanggar Bakal Ditembak

20/04/2026
Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

20/04/2026

Terpopuler

Wasiet (97)

10/05/2020

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Resmi, Ini Harga Baru BBM Non Subsidi di Aceh Sejak 18 April 2026

Satreskrim Polres Bireuen Gencarkan Sosialisasi Karhutla, Pasang Spanduk di Sejumlah Titik

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com