PELEMBANG – Sempat diliburkan kurang lebih 3 bulan akibat pandemi covid-19, rumah tahfidz Al-Falah kini kembali memulai aktivitas belajar, mengkaji dan menghafal Al-Quràn. Raut sumringah anak-anak begitu terpancar kala mendengar kabar bahagia ini dari guru tahfidz mereka.
Tak hanya para santri, pengurus rumah Tahfidz Al-Falah juga sangat bahagia bisa kembali beraktivitas dan bertemu dengan santri-santrinya.
Kerinduan untuk mengajar, menyimak setoran santri dan mengasuh rumah tahfidz dapat kembali dilakukan.
“Kami berharap walaupun dalam kondisi seperti ini, santri tetap bisa mengaji, mengkaji dan menghafal Al-Qur’an. Karna kalau libur terlalu lama dan kurangnya pengawasan orang tua/wali terhadap santrinya di khawatirkan hafalan Al-Qur’an santri kita akan tersendat dan lupa atau malah sampai hilang hafalan,” ujar Andriansyah, pengasuh rumah tahfidz Al-Falah Ogan Ilir kepada media ini pada jum’at 19 Juni 2020.
Meskipun aktivitas diluar ruangan mulai dilonggarkan, namun rumah tahfidz Al-Falah tetap ketat untuk menerapkan protokol kesehatan dan social distancing kepada santri-santrinya.
Pengurus rumah tahfidz juga menerapkan pengelompokkan santri ketika belajar untuk meminimalisir kerumunan. Semuanya dilakukan demi kelancaran proses belajar-mengajar serta keselamatan para santri dan pengurus rumah tahfidz.
“Semoga dengan dibukanya rumah tahfidz pasca diliburkan ini, kembali menghidupkan nyala semangat para santri untuk menghafal Al-Qur’an. Aamiin,” demikian ungkapnya.
Reporter: Irwansyah










![[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-06-at-15.09.56-350x250.jpeg)
