Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Misteri Kapal Tanpa Awak di Perairan Aceh, Mesin Rusak dan Ikan Membusuk

Admin1 by Admin1
20/06/2020
in Nanggroe
0
Misteri Kapal Tanpa Awak di Perairan Aceh, Mesin Rusak dan Ikan Membusuk

BANDA ACEH – Tiga nelayan Ulee Lheue, Aceh yang sedang menangkap ikan tuna menemukan sebuah kapal kosong tanpa anak buah kapal (ABK) pada Selasa (16/6/2020).

Kapal kosong tersebut terombang-ambing di perirana zona ekonomi ekslusif Indonesia yang berjarak 30 mil dari Kepulaua Pulo Aceh, Kabupaten Aceh besar.

Apacut salah satu nelayan yang menemukan kapal tersebut kemudian melapor ke Panglima Laot Ulhe Lhee Banda Aceh. Kapal tersebut sempat ditambatkan di Ulee Cot sekitar hutan bakau di Gampong Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Saat ditemukan pertama kali, kapal yang terbuat dari fiber tersebut dalam kondisi berantakan. Model kapal tersebut berbeda dengan kapal para nelayan Aceh.

Di lambung kapal tertulis Sea Agle Chalana Boat Yard Rajgama. Selain tak ada ABK, alat komunikasi dan navigasi juga tidak ditemukan di kapal tersebut.

Sedangkan mesin dan alat jaring penangkap ikan, sudah tidak lagi berfungsi. Tak hanya itu. Di dalam kapal juga ditemukan ikan tangkapan yang sudah mulai membusuk.

“Setelah menerima laporan itu, lalu kami berkoordinasi dengan semua pihak dan meminta kapal nelayan itu bisa menarik kapal yang ditemukan itu menuju pantai. Kini kapal temuan itu sudah ditangani Polisi Air Udara,” kata Sekretaris Panglima Laot Ulhe Lhee Banda Aceh Rizal kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Kapal tersebut kemudian ditarik oleh kapal para nelayan dan menempuh pelayaran selama 14 jam menuju Banda Aceh. Setelah tiba di Banda Aceh, kapal tersebut diserahkan ke petugas keamanan.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Aceh Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro membenarkan penemuan kapal tersebut.

Ia mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan tiga nelayan yang menemukan kapal tanpa ABK tersebut. Mereka juga masih menyelidiki asal dari kapal tersebut apakah dari Sri Lanka atau negara lain.

“Kami belum bisa memastikan asal kapal tersebut karena tidak ada dokumen apapun. Belum bisa dipastikan, apakah benar dari Sri Lanka atau tidak,” ujar Jemmy.

Sumber: Kompas.com

Previous Post

Dokter Reisa: Rapid Test Membantu Menemukan Orang yang Harus Dirawat Agar Segera Sembuh

Next Post

Revolusi Sosial Akan Lahir saat Hak dan Kebebasan Dibelenggu

Next Post
Balada Bendera dan Priuk Pejabat Kita

Revolusi Sosial Akan Lahir saat Hak dan Kebebasan Dibelenggu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com