Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Sekecil Apapun Kejahatan Tetap Merugi Diri Sendiri Dan Orang Lain

Admin by Admin
20/06/2020
in Kolom
0
Tgk H.Roni Haldi,Lc

Teungku H. Roni Haldi

Oleh : Roni Haldi

“Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi. [Surat Al-Anbiya’ 70].”

Jahat adalah kelakuan atau tabiat seseorang buruk sangat tidak baik. Kejahatan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku, dilakukan oleh seorang atau kelompok berakibat merugikan seorang atau banyak orang.

Ayat 70 dari surat Al Anbiya’ itu adalah rangkaian panjang dari kisah keberanian dan kecerdasan yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim Alaihi salam mengemban risalah dakwah ilallah. Di usia nya yang masih tergolong muda, Nabi Ibrahim telah menampilkan semangat dakwah yang egaliter tak tendeng aling. Berawal dari ajakan seruan menggambarkan diri semata-mata untuk Allah tak dianggap angin lalu, hingga Nabi Ibrahim menjalankan rencananya menghancurkan sejumlah berhala berkeping-keping kecuali yang paling besar disisakan agar dijadikan bukti kebenarannya.

Kemarahan pun terjadi di tengah negeri, Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zhalim.” Nama Nabi Ibrahim pun disebut, protes dan ketidaksukaan terhadap Tuhan panutan mereka dihubungkan mengarah dikaitkan dijadikan alasan melegalkan menuduh menumpahkan seluruh kesalahan. Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.” Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, “Sesungguhnya kamulah yang menzhalimi (diri sendiri).” Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.” Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?” Ternyata dialog yang sebenarnya telah membuka kerancuan metode berfikir mereka tapi tetap tak mengubah keadaan sesuai keinginan mereka. Malah mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.”

Dakwah laju jalannya selalu ditentang dihadang oleh musuh yang tak sudi melihatnya menyebar tumbuh berkembang diakui banyak orang. Terlebih-lebih jika kekuasaan berdiri di kutub yang berlawanan. Sudah tentu setiap gerak gerik dakwah beserta penyeru dan pengikutnya akan dibenci dimusihi dan bahkan berusaha di lenyap binasakan.

Allah SWT dalam kisah penentangan terhadap dakwah Nabi Ibrahim alaihi menggunakan kata “Al kaidu” yang diartikan oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya Al Qur’an Al’Adzhim sebagai bentuk hukuman pembalasan raja Namrudz terhadap ulah Nabi Ibrahim dengan membakarnya hidup-hidup. Al Kaidu adalah usaha terencana tersembunyi untuk menyingkirkannya musuh tanpa diketahui siapapun. Sering juga diistilahkan dengan muslihat jahat. Semua potensi akan dikerahkan demi mencapai tujuan yang diinginkan. Al Kaidu atau muslihat jahat itu adalah wujud ketakutan ketidakberdayaan diri atau kelompok menghadapi langsung musuhnya. Sama halnya dengan sepuluh saudara Yusuf yang dikisahkan tak pernah menyebut langsung secara jelas nama Yusuf dalam mufakat jahat mereka, tapi diganti dengan kata “dia”. Membuktikan kelemahan yang dimiliki saudara Yusuf dalam usaha penyingkirannya.

Tampilan luarnya kejahatan itu terlihat kekar kuat tapi hakikat didalamnya lemah tak berpendirian. Ini dibuktikan Allah dalam kisah muslihat jahat fitnah wanita terhadap nabi Yusuf alaihi salam. (إن كيدكن عظيم) walau muslihat jahat mereka malah tapi tetap meninggalkan kelemahan. Segala cara telah di tempuh dilakukan tali tetap menemui kegagalan. Nabi Yusuf alaihi salam tetap tak tergoyahkan imannya tak tergoda bujuk rayu perempuan yang penuh hasrat jahat.

Rencana jahat yang berujung pembinasaan terhadap dakwah dan penyerunya Nabi Ibrahim Alaihi salam tetap tak menemui hasil yang diharapkan. Bukannya Nabi Ibrahim mati hangus dimakan api besar tapi malah malu mereka dapatkan karena atau perintah Allah SWT api besar menyala tak sedikitpun menyentuh menjilat kulit Nabi Ibrahim Alaihi salam bahkan berubah menjadi jadi dingin menyejukkan membawa keselamatan.

Itulah yang disampaikan oleh Syekh Sya’rawi dalam tafsirnya. Bahwa kejahatan tetap dan pasti
menemui kerugian. Cepat ataupun lambat. Karena janji Allah itu pasti. “Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.”

Jangan pernah membuka pintu bagi kejahatan yang kecil sekalipun, karena kejahatan yang lebih besar akan silih berganti menyelinap menghampiri. Kejahatan, besar ataupun kecil pelakunya pasti akan ditimpa dihimpit kerugian. Kebaikan lebih kuat dari kejahatan; cinta lebih kuat dari kebencian;
cahaya lebih kuat dari kegelapan.

Previous Post

Hambatan di Damar Siput dan Tekad Menuju Alue Tui

Next Post

Update Covid-19 Aceh: Positif 38, Sembuh 20, Meninggal 2

Next Post
Update Covid-19 Aceh: Positif 38, Sembuh 20, Meninggal 2

Update Covid-19 Aceh: Positif 38, Sembuh 20, Meninggal 2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

13/08/2026
DLH Abdya Tambah 7 Unit Bentor Sampah Anyar Guna Peningkatan Kinerja Petugas Kebersihan

DLH Abdya Tambah 7 Unit Bentor Sampah Anyar Guna Peningkatan Kinerja Petugas Kebersihan

13/08/2026
Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa

Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa

13/08/2026
Pakar: Sejarah Indrapurwa Harus Dihidupkan Kembali

Pakar: Sejarah Indrapurwa Harus Dihidupkan Kembali

13/08/2026
Banggar Dewan Sampaikan Masukan Terhadap RKUA-PPAS APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2027

Banggar Dewan Sampaikan Masukan Terhadap RKUA-PPAS APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2027

13/08/2026

Terpopuler

Tgk H.Roni Haldi,Lc

Sekecil Apapun Kejahatan Tetap Merugi Diri Sendiri Dan Orang Lain

20/06/2020

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com