Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Diberi Obat Hewan Diklaim Vaksin Covid-19, 5.000 Warga Peru Jatuh Sakit

Admin1 by Admin1
24/06/2020
in Internasional
0
Diberi Obat Hewan Diklaim Vaksin Covid-19, 5.000 Warga Peru Jatuh Sakit

NAUTA – Sekitar 5.000 warga Nauta, Provinsi Loreto, wilayah Amazon di Peru, jatuh sakit setelah diberi obat yang digunakan untuk merawat hewan. Obat yang diberikan oleh kelompok penginjil dan wali kota setempat ini diklaim itu sebagai vaksin ajaib untuk virus corona baru (Covid-19).

Ribuan orang itu diberi suntikan ivermectin, obat yang digunakan untuk infeksi parasit. Mereka lantas menderita efek samping yang digambarkan media lokal cukup “mengerikan”.

Peru telah melaporkan 8.223 kematian dan 257.500 kasus Covid-19. Menurut laporan Nature, ivermectin telah mendapatkan popularitas di negara itu setelah penelitian diklaim menunjukkan efektivitasnya dalam mengobati Covid-19. Namun, klaim penelitian itu telah dicabut.

Mengutip surat kabar El Pais, Rabu (24/6/2020), direktur stasiun radio lokal, Radio Ucamara; Leonardo Tello, mengatakan efek samping obat itu mengerikan.

“Sejak Mei, wali kota dan aliansi penginjil telah memanggil warga, menggunakan stasiun radio, untuk divaksinasi dengan ivermectin seolah-olah itu adalah vaksin terhadap virus corona. Di Nauta, setidaknya 5.000 orang telah menerimanya,” kata Tello.

Dia mengatakan bahwa banyak dari mereka yang telah menerima obat untuk hewan itu menderita peningkatan detak jantung. Ada juga yang menderita diare sebagai efek samping obat.

Tello mengatakan bahwa para pendeta setempat telah mengaitkan virus corona dengan iblis dan akhir dunia atau kiamat, dan menawarkan suntikan sebagai “keselamatan”.

Wadson Trujillo, kepala komunitas adat di Cuninico, mengatakan bahwa relawan dari Misiones Evangelicas de la Amazonia (Misi Penginjil Amazon) telah pergi ke daerah itu untuk memberikan suntikan kepada penduduk desa.

Dia mengatakan obat itu diklaim telah disetujui oleh hukum.”Karena memberikan hasil positif sebagai vaksin,” katanya mengutip klaim kelompok penginjil.

Amazon Peru adalah wilayah yang dihuni sekitar 1 juta orang, dengan 300.000 orang di antaranya adalah suku asli.

“Hampir semua orang di sini memiliki gejala virus corona dan mereka berjuang melawannya dengan obat buatan sendiri,” katanya.

Dia mengatakan bahwa tujuh dari 27 tes virus corona yang dilakukan di komunitas itu kembali positif. Mereka sekarang mengenakan masker.

Media lokal melaporkan bahwa dalam ketakutan terhadap Covid-19 telah memicu penggunaan obat-obatan tradisional yang belum terbukti efektif melawan virus.

Kementerian Kesehatan Peru telah memperingatkan tentang penggunaan ivermectin yang ditegaskan bahwa obat itu belum memenuhi semua persyaratan untuk digunakan pada manusia. Ivermectin sejatinya ada dua versi, yakni untuk hewan dan untuk manusia. Namun, yang digunakan kelompok penginjil tersebut adalah ivermectin untuk hewan.

“Ivermectin untuk hewan tidak boleh digunakan sebagai pengganti ivermectin untuk manusia guna mengobati virus corona,” kata produsen obat tersebut.

Menurut laporan Nature, uji klinis saat ini sedang dilakukan terhadap ivermectin sebagai obat untuk Covid-19.

Sebuah studi non-peer review yang mengklaim menunjukkan ivermectin efektif dalam mengobati Covid 19 telah dihapus dari database online SSRN.

Namun demikian, gagasan bahwa obat ini adalah pengobatan yang efektif terlanjut mendapatkan popularitas di wilayah Amerika Selatan.

Sumber: sindonews

Previous Post

Wali Kota Dukung Pelaksanaan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2020

Next Post

Tokoh Pendidikan Aceh Meninggal Dunia

Next Post
Tokoh Pendidikan Aceh Meninggal Dunia

Tokoh Pendidikan Aceh Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tuanku Muhammad Minta DLHK3 Lebih Disiplin Dalam Menjaga Jadwal Pengangkutan Sampah

Tuanku Muhammad Minta DLHK3 Lebih Disiplin Dalam Menjaga Jadwal Pengangkutan Sampah

12/02/2026
Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

12/02/2026
Irsan Gading Kirim 8 Truk Sembako untuk Bantu Korban Bencana Aceh

Irsan Gading Kirim 8 Truk Sembako untuk Bantu Korban Bencana Aceh

12/02/2026
Krak, Mualem Bakal Hapuskan Sistem Barcode untuk BBM Subdisi di SPBU Aceh

Satu Tahun Mualem-Dek Fadh: Pendidikan Dayah Makin Konkret

12/02/2026
Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Harga Rp140 Ribu/Kg

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Harga Rp140 Ribu/Kg

12/02/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

11/02/2026

Pengurus KONI Abdya Dilantik, Zulkarnaini Sebagai Ketua Umum

Dana Desa Dipangkas, HBDC Ingatkan Warisan Kebijakan Era Mantan Kombatan GAM

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas Akibat Hujan

Isu Nikah Pejabat Aceh Mengemuka, Muadi Buloh: Jangan Alihkan Fokus dari Akuntabilitas Publik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com