Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

94 Warga Rohingya di Aceh Utara Diizinkan Mendarat

Admin1 by Admin1
26/06/2020
in Nanggroe
0
94 Warga Rohingya di Aceh Utara Diizinkan Mendarat

Foto AP/Zik Maulana

Aceh Utara – Puluhan warga etnis Rohingya yang masuk kawasan Pantai Lancuk, Aceh Utara, dievakuasi ke daratan setelah ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan badan PBB terkait penanganan pengungsi (UNHCR).

Asisten II Pemerintah Aceh Utara Risawan Bentara mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi mengenai tempat penampungan para pengungsi di kawasan Peunteut, Lhokseumawe.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada keputusan mereka (Rohingya) kita tampung, nanti di tempat imigrasi. Mudah-mudahan Kepala Imigrasi mengizinkan tempat itu,” kata Risawan, dikutip dari Antara, Kamis (25/6).

Dia menjelaskan para pengungsi tersebut lebih baik dibawa ke Peunteut, ketimbang ditempatkan mengungsi dalam tenda yang didirikan kawasan Pantai Lancuk.

Tempat penampungan milik Imigrasi tersebut hanya tinggal dibersihkan serta dipasang lampu penerang, dan sudah langsung dapat digunakan.

“Kalau ini bisa ditangani segera, karena tinggal dibersihkan, pasang lampu dan selesai. Bisa kita evakuasi lebih aman dari pada kita buat tenda di sini nanti kita khawatir berbaur dengan masyarakat di sini,” katanya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga dibantu Basarnas menurunkan satu persatu warga Rohingya dari atas kapal ke bibir pantai Desa Lancok. Hal itu dilakukan karena situasi cuaca yang ekstrim ditambah hujan deras, membuat warga berinisiatif melakukan evakuasi secara mandiri.

Bahkan, warga sekitar juga mengumpulkan uang untuk membeli makanan bagi pengungsi Rohingya. Amran, warga Desa Lancok yang ikut mengevakuasi, mengatakan pihaknya sengaja menarik kapal Rohingya itu karena merasa iba.

“Kita merasa kasihan, apalagi di kapal itu banyak anak-anak. Situasi cuaca juga tidak bagus, kasihan mereka,” kata Amran kepada CNNIndonesia.com.

Protection Associate of United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Oktina berterimakasih kepada warga Aceh dan Pemerintah setempat dalam membantu evakuasi 94 etnis Rohingya.

“UNHCR siap membantu pemerintah daerah untuk proses karantina (94 rohingya) dan segala macam keperluan lainnya,” kata dia, di sela-sela proses evakuasi warga Rohingya di Pantai Lancok, Aceh Utara.

Dalam situasi seperti itu, ia meyebut yang terpenting adalah keselamatan etnis Rohingya tersebut yang diketahui telah berbulan-bulan terombang-ambing di laut lepas.

“Yang penting mereka terselamatkan dulu, diberi bantuan air minum, makanan, karena mereka telah berbulan-bulan di laut,” ujarnya.

Menurut dia, UNHCR juga akan melakukan registrasi terhadap 94 warga etnis Rohingya tersebut. Pihak belum memiliki rencana untuk memindahkan mereka ke tempat pengungsian di Medan, Sumatera Utara.

“Belum ada rencana untuk itu (pindahkan ke Medan). Kita masih tetap berkoordinasi,. mudah-mudahan pemerintah daerah di sini akan mengambil keputusan, bagaimana pun kita mengikuti dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, para imigran itu tak diizinkan mendarat ke bibir Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, demi mengantisipasi penularan Corona meski tetap dipenuhi kebutuhannya.

“Mereka terpaksa harus ditinggal di laut dan telah ada keputusan bersama mereka tidak akan dievakuasi ke daratan, karena Covid-19,” ujar Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).

Sebelumnya, tiga nelayan Aceh Utara menemukan kapal yang mengangkut 94 pengungsi Rohingya yang karam. Nelayan tersebut kemudian melakukan pertolongan dengan cara mengevakuasi mereka ke kapal milik nelayan tersebut.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Selundupkan 119 Kg Sabu dari Malaysia, 3 Pria di Aceh Ditangkap

Next Post

PSI Aceh Utara Apresiasi Rasa Solidaritas Masyarakat Terhadap Imigran Rohingya

Next Post
PSI Aceh Utara Apresiasi Rasa Solidaritas Masyarakat Terhadap Imigran Rohingya

PSI Aceh Utara Apresiasi Rasa Solidaritas Masyarakat Terhadap Imigran Rohingya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

IPMB Banda Aceh Desak PT KIM Patuhi SK Bupati Nagan Raya

IPMB Banda Aceh Desak PT KIM Patuhi SK Bupati Nagan Raya

09/02/2026
Pemko Banda Aceh Gelar Pangan Murah Selama Dua Hari

Pemko Banda Aceh Gelar Pangan Murah Selama Dua Hari

09/02/2026
218 Satpol PP/WH Banda Aceh Ikuti Pembaiatan dan Pembaretan

218 Satpol PP/WH Banda Aceh Ikuti Pembaiatan dan Pembaretan

09/02/2026
Meunasah Darurat di Pidie Jaya Dibangun di Atas Lumpur Banjir

Meunasah Darurat di Pidie Jaya Dibangun di Atas Lumpur Banjir

09/02/2026
Immawan Khairul Rijal Terpilih sebagai Ketua Umum PC IMM Abdya

Immawan Khairul Rijal Terpilih sebagai Ketua Umum PC IMM Abdya

09/02/2026

Terpopuler

Lagi, Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Jenazah Warga Aceh Utara dari Bekasi

Lagi, Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Jenazah Warga Aceh Utara dari Bekasi

08/02/2026

IMM Abdya Gelar Musycab XII Usung Tema Reformasi Kepemimpinan

Immawan Khairul Rijal Terpilih sebagai Ketua Umum PC IMM Abdya

KNPI Abdya Soroti Kepemimpinan Plt Kacabdin Abdya, Dukung Langkah Bupati Minta Evaluasi Pemerintah Aceh

Meunasah Darurat di Pidie Jaya Dibangun di Atas Lumpur Banjir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com