Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kapolda Sumut Yakin Ada Provokator dalam Ricuh Warga Madina

Admin1 by Admin1
01/07/2020
in Nanggroe
0

Medan- Polisi tengah mengusut pelaku provokasi yang membuat rusuh unjuk rasa terkait Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut pada Senin (26/6).

“Ada oknum yang menjadi provokator,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin, Rabu (1/7).

Kerusuhan di Madina membuat enam polisi mengalami luka-luka, satu mobil dinas milik Wakapolres Madina dibakar massa.

“Kasus kerusuhannya saya akan lakukan (penyelidikan) nanti, tunggu saja waktunya. Setiap pelanggaran hukum pasti ada sanksi,” kata Martuani menegaskan.

Dari laporan yang diterima, pemicu kerusuhan bukan pada kinerja Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan. Martuani menyebut apa yang diputuskan kepala desa terkait penyaluran Dana Desa dan BLT telah melalui musyawarah yang diikuti masyarakat dan tokoh adat. Martuani menyebut karena ulah oknum-oknum yang memprovokasi yang membuat warga mengamuk.

“Jadi secara umum pelanggaran yang dilakukan kepala desa belum kami temukan, niatnya sebenarnya baik tapi diterjemahkan lain oleh pihak-pihak lain,” ujar dia.

Terpisah, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan kerusuhan itu berawal saat massa memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum). Kemudian sekelompok orang menyerang polisi dengan melakukan pelemparan batu hingga menyebabkan 6 orang personel luka-luka.

“Banyak ibu-ibu dan anak-anak. Kondisi tidak memungkinkan bagi kepolisian untuk melakukan tindakan keras kepada pengunjuk rasa,” urainya.

Namun warga tidak mau membuka blokade jalan sebelum tuntutan mereka agar kepala desa diberhentikan. Pemkab Madina sudah meminta waktu selama lima hari untuk memproses kepala desa, tapi massa tetap tidak menanggapinya dan mediasi menemui jalan buntu hingga sore.

Aksi unjuk rasa dan blokade jalan terus berlangsung. Tiba-tiba ada pelemparan batu dari sekelompok orang yang membuat massa kucar-kacir.

“Kami melihat itu bukan bagian dari masyarakat yang unjuk rasa mulai pagi. Kami melihat ini kelompok perusuh, kemungkinan ada provokator, kami tidak mengenal mereka. Karena kami tidak ada bicara dengan kelompok perusuh itu,” tambahnya.

Melihat lemparan batu, polisi segera membentuk formasi mengendalikan massa. Akan tetapi Wakapolres Madina AKBP Elizama Zalukhu terjebak dan mobilnya tertinggal.

“Kami mundur, dan akhirnya kami tidak bisa mempertahankan mobil Wakapolres, mobil beliau dibakar massa,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi blokade jalan lintas sumatera Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara ini terjadi berkaitan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Warga menuding kepala desa Hendri Hasibuan tidak transparan dalam penyaluran bantuan tersebut. Mereka juga menuduh kepala desa menggelapkan dana desa. Lalu meminta agar kepala desa diberhentikan hari itu juga. Massa bahkan memblokade Jalinsum hingga malam.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Aminullah Tinjau Lampu Hias Kota Banda Aceh

Next Post

China Setuju Calon Vaksin Covid-19 Disuntikkan ke Militer

Next Post

China Setuju Calon Vaksin Covid-19 Disuntikkan ke Militer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DPRA Usul Pemerintah Abadikan Dana Program Jaminan Kesehatan Aceh

DPRA Usul Pemerintah Abadikan Dana Program Jaminan Kesehatan Aceh

23/06/2026
Pemkab Aceh Besar Terima Penghargaan PPN XIV Aceh–Indonesia 2026 di Istana Wali Nanggroe

Pemkab Aceh Besar Terima Penghargaan PPN XIV Aceh–Indonesia 2026 di Istana Wali Nanggroe

23/06/2026
Syech Muharram Siapkan Pasar Rakyat dan Solusi Irigasi di Neuheun

Syech Muharram Siapkan Pasar Rakyat dan Solusi Irigasi di Neuheun

23/06/2026
340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh

340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh

23/06/2026
BNPB Pacu Pembangunan Huntara di Pedalaman Aceh Barat

Nyan, Dana Pembangunan Hunian Tetap Dinaikan Jadi 80 Juta Perunit

23/06/2026

Terpopuler

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Gelar Raker Tahunan, Al Zahrah Komit Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com