Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

STAIN Meulaboh Bahas Hubungan Aceh-Turki Via Webinar

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/07/2020
in Kampus
0

MEULABOH – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, membahas hubungan Aceh dan Turki pada abad 16-17 masehi. Pembahasan hubungan dua kekuatan Islam di masa itu dilakukan pada Website Seminar (Webinar) sesi ketiga, melalui google meet, Selasa, 30 Juni 2020.

Webinar Internasional dengan tema Tracing the History of Relationship Between Aceh and Turkey itu, dilaksanakan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) bersama Unit Pelaksana Teknis Teknologi, Informasi dan Pangkalan Data (UPT-TIPD) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Menghadirkan dua pembicara, yaitu dosen sekaligus peneliti Antropologi dan Sosiologi dari Universitas Ibn Haldun Istanbul-Turkey, Mehmet Ozay dan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Hermansyah, yang juga Filolog Aceh.

Dalam paparanya, Mehmet Ozay menyampaikan, hubungan Aceh dan Turki sebuah bentuk diplomasi dua kekuatan Islam yang besar pada abad ke 16 sampai 17 Masehi. Ia menyanggah pendapat yang menyatakan hubungan Aceh dan Turki hanya bersifat hirarki.
Menurutnya, hubungan Aceh dengan Turki sudah terjadi sejak abad 13-20 masehi. Dimana dalam kurun waktu tersebut pengaruh Turki di Aceh sangat kuat, terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Mehmet menyebutkan, salah satu tokoh Turki yang memiliki andil besar dalam perkembangan pengetahuan di Aceh adalah Baba Daud Ar Rumi.

“Dimana keberadaan Ar Rumi, menunjukkan pengaruh intelektual Turki bagi Aceh sangat besar,” kata Mehmet kepada puluhan peserta.

Mehmet merasa bangga bisa tampil pada Webinar pertama yang diadakan di Aceh dan membahas tentang studi antara Aceh dan Turki.

“Terimakasih saya kepada STAIN Meulaboh yang telah mengundang untuk membahas tentang studi antara Aceh dan Turki,” ucap Mehmet dalam Bahasa Indonesia yang kurang fasih.

Webinar yang memadukan Bahasa Inggris dan Indonesia tersebut, dipandu Kepala Lembaga Bahasa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Tuti Hidayati. Kegiatan yang berlangsung satu jam lebih itu, diikuti oleh peserta dari Aceh, Indonesia dan Malaysia.

Sementara Hermansyah menyampaikan, hubungan Aceh dan Turki sebagai hubungan kerjasama yang saling menguntungkan. Dimana antara keduanya selain karena faktor keislaman, juga pernah bersama berperan sebagai pengusir Portugis dari Selat Malaka kala itu.

Ia berpendapat, hubungan Aceh dengan Turki sudah dimulai sejak Kerajaan Samudera Pasai. Namun ia menyayangkan, studi tentang itu masih sangat minim.

“Padahal kedua kerajaan ini penting untuk mendapatkan perhatian, karena itu studi Aceh dan Turki harus diteruskan,” terangnya.

Menurut Herman, ada dua penyebab besar bukti sejarah di Aceh sering redup. Bencana alam dan sosial (konflik).

“Untuk ke depan, mari sama-sama kita saling menjaga sejarah tentang jejak Aceh dan Turki agar tidak pudar ditelan masa,” ajaknya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Ade Kurniawan mengatakan, pada Webinar sesi ketiga ini, pihaknya sengaja mengangkat tema ke-Acehan yang bersifat global dengan pembicara internasional.

“Sekaligus sebagai bentuk promosi kampus ke dunia luar,” ujarnya.

Ade menyampaikan, untuk ke depan, pihaknya telah merancang beberapa tema Webinar untuk menghadirkan kembali pemateri-pemateri dari luar negeri, dengan berbagai bidang keilmuan.

“Sehingga khazanah keilmuan di STAIN Meulaboh dan PTKIN secara umum, kian berkembang,” tuturnya.

Tags: STAIN Meulaboh
Previous Post

Peran Masyarakat Sangat Besar dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Next Post

Aminullah Tinjau Lampu Hias Kota Banda Aceh

Next Post

Aminullah Tinjau Lampu Hias Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

08/05/2026
Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

08/05/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Koalisi Sipil Gugat Penanganan Bencana Ekologis Sumatera ke PTUN

08/05/2026
Iran Keluarkan Peta Baru Selat Hormuz yang Dikendalikan Pasukan IRGC

Iran Gempur Kapal-kapal Perang AS, Tuduh Trump Langgar Gencatan

08/05/2026
Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

07/05/2026

Terpopuler

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

06/05/2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

Pemko Subulussalam Siap Membangun Road map Penguatan SDM Kesehatan dengan USK

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com