Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

KPK Dalami Alasan Bupati Kutai Timur Bawa Buku Tabungan

Admin1 by Admin1
04/07/2020
in Nasional
0
KPK Tahan Dirut BUMN Perindo Tersangka Suap Impor Ikan

KPK menahan Dirut BUMN Perindo yang jadi tersangka suap. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih akan mendalami alasan Bupati Kutai Timur, Ismunandar, membawa beberapa buku tabungan berisi uang miliaran rupiah saat datang ke wilayah DKI Jakarta dan terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Deputi Penindakan KPK, Karyoto, menerangkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kutai Timur itu tidak wajar sehingga perlu didalami.

“Motif membawa tabungan belum kami dalam lebih dalam, tapi setidaknya dalam hal kewajaran, buat apa berangkat jauh-jauh menyiapkan semua buku tabungan yang ada saldonya,” kata Karyoto kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7).

Selain itu, KPK juga menganggap tidak wajar seorang pegawai negeri memiliki buku tabungan dengan saldo sebesar itu. Dia mengklaim bahwa KPK sudah memiliki sejumlah bukti transfer yang jelas selama memeriksa.

Saat Encek Unguria, KPK turut menemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar.

KPK menduga buku tabungan itu merupakan hasil setoran dari salah satu tersangka, yaitu Kepala Bapenda Kutai Timur Musyaffa, usai menerima hadiah bersama-sama dengan tersangka lain dari sejumlah rekanan proyek.

Karyoto menjelaskan bahwa pihaknya masih menghitung jumlah uang yang diterima oleh Bupati Kutai Timur dan kroni-kroninya tersebut dalam kasus dugaan suap proyek infrastuktur di lingkungan Pemkab itu.

KPK menjelaskan bahwa penghitungan itu masih dilakukan seiring pemeriksaan saksi-saksi dan hasil laporan dari PPATK dan LHKPN.

“Belum bisa kita jumlahkan karena nanti akan kita lengkapi dari laporan PPATK, LHKPN, dan hasil dari penyidikan lebih lanjut terhadap pemeriksaan beberapa saksi maupun terhadap proyek-proyek yang dikerjakan para tersangka,” ujar Karyoto.

Ia kemudian berkata, “Apabila ini masih ada kemungkinan berkembang terhadap proyek-proyek lain, kami sampaikan nanti berapa belanja modal di daerah Kutai Timur ini.”

Dalam hal ini, suap diduga dilakukan melalui mekanisme pencairan tercermin. Nilainya berupa potongan sebesar 10 persen dari setiap jumlah pencairan dalam proyek-proyek yang sudah ditentukan.

Penerimaan uang itu diduga terjadi pada 11 Juni 2020 sebagai penerimaan hadiah atau janji yang diberikan oleh tersangka AM selaku rekanan Dinas PU Kutai Timur sebesar Rp550 juta.

Ada pula penerimaan lain dari DA selaku rekanan Dinas Pendidikan sebesar Rp2,1 miliar kepada Ismunandar selaku Bupati Kutai Timur melalui SUR selaku kepala BPKAD dan MUS selaku kepala Bapenda.

Uang kemudian disetorkan ke rekening Bank Syariah Mandiri sebesar Rp400 juta, Bank Mandiri Rp900 juta, serta Bank Mega sebesar Rp800 juta. Uang itu merupakan penerimaan dari sejumlah rekanan yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dalam perkara ini, KPK menjerat tujuh orang sebagai tersangka usai mengamankan 16 orang dalam operasi senyap di tiga daerah berbeda. Mereka adalah Ismunandar, Encek Unguria, Musyaffa, Kepala BPKAD Suriansyah, dan Kadis PU Kutim Aswandini.

Selain itu, ada dua orang pemberi hadiah, yakni Deky Aryanto dan Aditya Maharani, yang juga ditetapkan menjadi tersangka.

Saat diciduk tim penindakan KPK, Ismunandar sedang berada di wilayah DKI Jakarta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dalam pencalonannya di pilkada wilayah Kutai Timur selanjutnya.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: kpk
Previous Post

Merugi karena Corona, Air France Akan PHK 7.500 Karyawan

Next Post

Kisah Nelayan Penyelamat Nyawa Rohingya di Laut Aceh

Next Post
PSI Aceh Utara Apresiasi Rasa Solidaritas Masyarakat Terhadap Imigran Rohingya

Kisah Nelayan Penyelamat Nyawa Rohingya di Laut Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sambut Lonjakan Wisatawan, Ketua DPRK Banda Aceh Ingatkan Petugas dan Pelaku Usaha Tingkatkan Layanan

DPRK dan Walikota Sudah Anggarkan Asuransi untuk Pekerja Rentan di Banda Aceh

23/06/2026
Darwati A. Gani Desak Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh

Darwati A. Gani Desak Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh

23/06/2026
Muhammad Fakhrul Arrazi: Dari Bireuen ke Kampus Internasional, Guru Fikih MIN 33 Raih Gelar Doktor di UIII

Muhammad Fakhrul Arrazi: Dari Bireuen ke Kampus Internasional, Guru Fikih MIN 33 Raih Gelar Doktor di UIII

23/06/2026
Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

23/06/2026
Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

23/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Gelar Raker Tahunan, Al Zahrah Komit Wujudkan Pendidikan Berkualitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com