Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Polemik Perbatasan, Wali Nanggroe: Aceh akan Bentuk Tim Bersama

Admin1 by Admin1
10/07/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Terkait polemik perbatasan wilayah Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, Aceh akan membentuk tim bersama untuk menelusuri tapal batas sesuai dengan hasil perundingan MoU Helsinki antara GAM dan Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Kepastian pembentukan tim tersebut disepakati setelah dilakukannya pertemuan khusus antara Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar dengan Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah, Jumat sore 10 Juli 2020 di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh.

“Dimana perbatasannya, petanya itu kan belum jelas. Plt (Gubernur Nova Iriansyah) juga mengakui bahwa ini belum jelas. Oleh karena itu kita sudah sepakat membentuk tim bersama untuk menelusuri peta yang dimana yang dimaksud oleh Pemerintah Indonesia,” kata Wali Nanggroe menjelaskan hasil pertemuan tersebut.

Sebagaimana diketahui, MoU Helsinki Poin 1.1.4 disebutkan bahwa perbatasan Aceh merujuk pada perbatasan 1 Juli 1956. Wali Nanggroe menerangkan, rujukan pada perbatasan 1956 tersebut merupakan usulan dari Pemerintah RI kepada GAM. “Tetapi sampai sekarang kita tidak tahu petanya bagaimana.”

Sebagai orang yang terlibat langsung dalam proses perundingan, Wali Nanggroe mengaku sudah beberapa kali meminta peta perbatasan 1 Juli 1956 kepada Pemerintah RI, namun sampai sekarang dokumen itu tidak diserahkan.

“Saya sendiri sudah bayak sekali tanyakan diantaranya kepada (Mantan Wapres) Jusuf Kalla, dan Hamid Awaluddin. Tahun 2016 saya sudah pernah ke Badan Informasi Geospasial (BIG) di Bogor. Mungkin mereka ada (petanya), tetapi masalanya mereka hanya bisa kasihkan asalkan diminta oleh Presiden,” kata Wali Nanggroe menjelaskan.

Setelah terbentuk, tim tersebut direncanakan akan menghadap langsung ke presiden. Tim ini akan menelusuri dan memeriksa keberadaan peta perbatasan Aceh. “Apakah di pemerintah Indonesia atau di Belanda, atau dimana ini akan kita periksa.”

Tim bersama tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, diantaranya dari GAM sebagai pihak yang terlibat perundingan MoU Helsinki, Pemerintah Aceh, DPRA, DPRK dan Pemerintah Kabupaten/kota di perbatasan, ulama, tokoh masyarakat, dan ahli sejarah. “Nanti akan kita kaji lagi siapa-siapa saja yang terlibat,” kata Wali Nanggroe.

Sebelumnya, setelah Direktorat Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri mengesahkan sembilan Permendagri terkait batar antar kabupaten/kota Aceh dengan Provinsi Sumut, pada 24 Juni 2020 Komisi I DPRA menghadap Wali Nanggroe untuk membahas isu-isu terkini perkembangan realisasi MoU Helsinki, salahsatunya soal tapal batas.

Kepada Komisi I yang diketuai Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf, Wali Nanggroe memberikan arahan agar DPRA khususnya Komisi I mempelajari tentang batas Aceh.

“Telusuri dokumennya, biar kita pelajari.”[]

Previous Post

Taqwallah Dikukuhkan Sebagai Ketua Korpri Aceh

Next Post

YARA: Ada Motif Lain dalam Kasus Penipuan Oknum Karyawan BRI Blangpidie

Next Post

YARA: Ada Motif Lain dalam Kasus Penipuan Oknum Karyawan BRI Blangpidie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026
Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

Polemik Perbatasan, Wali Nanggroe: Aceh akan Bentuk Tim Bersama

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com