Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kadisdik Aceh Pantau Sekolah Pada Hari Pertama Belajar

Admin1 by Admin1
13/07/2020
in Nanggroe
0
Kadisdik Aceh Pantau Sekolah Pada Hari Pertama Belajar

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA didampingi Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, M. Pd, Kabid Pembinaan SMK, T. Miftahuddin, M. Pd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM serta Koordinator Pengawas SMA, SMK dan SLB Aceh, Drs. Marwandi meninjau sejumlah sekolah yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Rombongan dari Dinas Pendidikan Aceh meninjau SMAN 1 Banda Aceh, SMAN 11 Banda Aceh, SMKN 1, 2 dan 3 Banda Aceh serta SMAN 1 Unggul Darul Imarah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, Senin 13 Juli 2020, mengatakan seluruh SMA yang dikunjungi rombongan Kadisdik Aceh itu telah menerapkan protokol kesehatan dan protokol pendidikan yang telah diatur oleh Pemerintah Aceh.

“Mulai dari pintu masuk pekarangan sekolah, pada saat pelaksanaan pembelajaran, hingga pulang kembali ke rumah. Semua wajib dijalankan dengan protokol kesehatan yang lengkap,” pintanya.

Berdasarkan pemantauannya, Kadisdik Aceh menjelaskan SMAN 1 Banda Aceh masih melaksanakan pembelajaran dari rumah, namun para guru secara bergantian melakukan pembelajaran dari sekolah kepada siswanya.

“Ketika para guru dan kepala sekolah yang datang untuk mengajar ke sekolah, semuanya juga wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, cek suhu tubuh, cuci tangan, dan menggunakan handsanitizer,” tegasnya.

Kadisdik juga melarang para warga sekolah berkumpul dalam jumlah banyak dan tidak diberikan izin membuka kantin. Selanjutnya memastikan seluruh guru agar dalam keadaan sehat.

“Ruang UKS harus dapat difungsikan menjadi pusat kesehatan di sekolah. Jika ada warga sekolah yang sakit maka dapat diberikan pertolongan pertama di sekolah,” ungkapnya.

Kadisdik Aceh dengan sigap memeriksa setiap ruangan yang ada di sekolah yang dikunjungi. Jadwal sift guru dan jadwal pembelajaran siswa juga tak luput dari perhatiannya.

“Kita juga memeriksa laporan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) yang telah dilaksanakan guru dan siswa. Sebagai bahan evaluasi bagi Disdik Aceh”, terangnya.

Di SMAN 11 Banda Aceh, Kadisdik Aceh juga melihat langsung siswa baru yang sedang mengikuti tes pemilihan jurusan IPA dan IPS. Sebanyak 140 siswa baru telah mendaftar ulang di sekolah tersebut.

“Siswa dibagi 10 orang per sesi untuk mengikuti tes pemilihan jurusan ini. Mereka diberikan waktu satu hingga dua jam per sesinya,” jelas Kepsek Nuriati, M. Pd.

Setelah diketahui jurusannya, maka selanjutnya akan dibagi kelas dan dipertemukan wali kelasnya masing-masing guna pengaturan jadwal pelaksanaan BDR.

Di SMKN 1 Unggul Darul Imarah, Aceh Besar, para guru, kepsek hingga petugas pengamanan menggunakan pelindung wajah dan masker selama masa pembelajaran new normal.

“Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sangat bersih dan rapi. Tata letak meja guru juga sudah sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Hal yang berbeda tampak di halaman SMKN 1, 2 dan 3 Banda Aceh. Terlihat ada kerumunan siswa yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Kadisdik Aceh langsung menegur pihak sekolah agar segera melerai kerumunan siswa tersebut.

“Saat ini tidak boleh mengumpulkan orang dalam jumlah banyak. Dengan alasan apa pun, karena kesehatan dan keselamatan adalah hal yang paling utama”, tuturnya.

Setelah mendapatkan penegasan tersebut sebagian siswa langsung pulang dan menunggu jadwal yang akan disusun kembali pihak sekolah kemudian.

Sementara itu ada 15 Kabupaten/Kota se Aceh yang berada di zona hijau dan memenuhi Prosedur Operasional Standar (POS) mekanisme pembelajaran tatap muka pada fase new normal.

Antara lain Kota Sabang, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam, Aceh Singkil dan Simeulue.

Sementara delapan kabupaten/kota lainnya yang berstatus zona kuning masih memberlakukan proses pembelajaran secara daring dan luring atau Belajar Dari Rumah (BDR).

Adapun kedelapan daerah tersebut yaitu, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Selatan. []

Tags: acehsekolah di Acehtahun ajaran baru
Previous Post

Guru Madrasah di Aceh Barat Dibekali Diklat Model Pembelajaran

Next Post

SMAN 7 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan

Next Post
SMAN 7 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan

SMAN 7 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenag Serahkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid di Aceh Utara

Kemenag Serahkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid di Aceh Utara

14/01/2026
Korban TPPO Asal Aceh Utara Diminta Tebusan Rp40 Juta, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

Korban TPPO Asal Aceh Utara Diminta Tebusan Rp40 Juta, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

14/01/2026
Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

14/01/2026
PUPR Aceh Bersihkan Longsor di Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

PUPR Aceh Bersihkan Longsor di Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

14/01/2026
Dinas ESDM Aceh Terjunkan 70 Relawan Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang

Dinas ESDM Aceh Terjunkan 70 Relawan Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang

14/01/2026

Terpopuler

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nyan, Bupati Pidie Jaya Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat

14/01/2026

Banjir Aceh Diduga Akibat Hilangnya 1.100 Hektar Hutan di DAS Jambo Aye

Krak, Harga Emas di Banda Aceh Capai Rp8 Juta per Mayam

Bandara SIM Aceh Gagalkan Penyelundupan 1,9 Kg Sabu ke Jakarta

Pemkab Pijay Salurkan Beras CPP Bagi Korban Banjir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com