Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Food & Travel

Makyus, Sate Kambing Khas Meureudu Mangat That

Admin1 by Admin1
15/07/2020
in Food & Travel
0

MEUREUDU – Kota Meureudu yang memiliki kepadatan pengunjung di setiap harinya mengingat kota tersebut menjadi ibu kota kabupaten Pidie Jaya pasca mekar dari kabupaten Pidie.

Keude Meureudu saban hari banyak penjual kaki lima yang berserakan di pinggir jalan dengan menjual makanan khas daerah, tak terkecuali seperti sate kambing khas alami yang memiliki aroma gurih alami ketika kita melintas di jalan protokuler kota Meureudu tersebut.

Harun Hasan, sang penjual sate kambing yang telah berjualan puluhan tahun lamanya dari turun-temurun keluarganya menjelaskan, sate kambing khas kota Meureudu yang dijualnya dalam seminggu bisa menghabiskan lima ekor kambing.

“Biasanya Senin menghabiskan satu ekor kambing, Rabu dan Jum’at kami memotong dua kambing perhari biasanya, kami cuma libur saat bulan Ramadhan karena menjual nasi beurjani (nasi kuning),” katanya

Sementara Jamal, pembeli Sate Kambing yang menjadi langganan selalu setia menunggu dengan pengantrian panjang hingga memacetkan jalan kota Meureudu ketika hari pekan mangatakan cukup puas dengan makanan yang disajikan oleh sang penjual sate kambing itu.

“Biasanya saya menghabiskan waktu 15 – 20 menit untuk proses pengantrian panjang tatkala membeli sate kambing di hari pekan(Rabu), tapi kalau hari Senin atau Jumat tanpa harus menunggu antrian panjang, dan biasanya dijual seminggu tiga hari dengan harga bersahabat. Satu porsi hanya dijual Rp25.000, kalau ditambah nasi maka per porsinya menjadi Rp.30.000,” kata Jamal warga Pangwa yang manghabiskan sepuluh menit perjalanan untuk menuju kota Meureudu tersebut. [ ]

Laporan Muliadi

Previous Post

Uni Eropa Bantu Rp575 Juta untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

Next Post

Geliat Pekerja Seks Mencari ‘Mangsa’ di Tengah Pandemi Corona di Aceh (Bagian Dua)

Next Post
PSK ABG dengan Oknum Dewan Digerebek Warga di Aceh Selatan

Geliat Pekerja Seks Mencari ‘Mangsa’ di Tengah Pandemi Corona di Aceh (Bagian Dua)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dewan Kota Tuntut Keseriusan Kerja PLN, Pertamina dan PDAM

Dewan Kota Tuntut Keseriusan Kerja PLN, Pertamina dan PDAM

15/12/2025
Krak, Toke Hasan Gabung PDI-P di Pidie

Krak, Toke Hasan Gabung PDI-P di Pidie

15/12/2025
Lounching Pelayanan Jantung di RSUDTP, Dr. Safaruddin juga Peusijuk 3 Ambulans Baru

Lounching Pelayanan Jantung di RSUDTP, Dr. Safaruddin juga Peusijuk 3 Ambulans Baru

15/12/2025
Ketua PP Muhammadiyah: Insya Allah Aceh Akan Segera Bangkit

Ketua PP Muhammadiyah: Insya Allah Aceh Akan Segera Bangkit

15/12/2025
Dua Mal Pelayanan Publik di Aceh Terkena Dampak Banjir

Dua Mal Pelayanan Publik di Aceh Terkena Dampak Banjir

15/12/2025

Terpopuler

Relawan China Belum Maksimal di Aceh Akibat Terkendala Puing Kayu

Drama Air Mata dan Inkonsisten Kebijakan di Aceh

13/12/2025

Krak, Aceh Surati 2 Lembaga PBB Minta Bantuan Usai Banjir

Krak, Toke Hasan Gabung PDI-P di Pidie

Pemerintah Diminta Sidak Pangkalan Gas Nakal di Pidie

PP Muhammadiyah Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com