Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kabintaldam IM Pemateri Diklat Pembangunan Bidang Agama Di BDK Aceh

Admin1 by Admin1
04/08/2020
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Kepala Pembinaan Mental Kodam Iskandar Muda (Kabintaldam IM), Kolonel Infanteri H. Dodo Masdori, S.IP, M.Si menjadi pemateri pada Diklat Pembangunan Bidang Agama untuk Moderasi Beragama di Kampus Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, Jalan Syiah Kuala No 116, Jambo Tape, Banda Aceh, Selasa (04/08/2020).

Diklat tersebut diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas Penghulu dan Penyuluh Aceh serta Guru Tematik Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Dalam paparannya Kabintaldam IM, Kolonel Inf Dodo Masdori mengajak para peserta untuk senantiasa bijak dalam menggunakan media social. Hal itu agar tidak melanggar undang-undang ITE yang saat ini telah banyak memakan korban, baik dari kalangan sipil maupun dari aparat TNI/Polri dan ASN.

Hal lain yang disampaikan Kabintal IM itu adalah mengenai terorisme, isu khilafah dan komunis.

Kolonel Dodo Masdori mengungkapkan terorisme merupakan suatu paham yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menciptakan ketakutan. Dan pelaku terorisme itu bisa ditindak dengan pidana dalam tatanan hukum di Indonesia yang ditangani langsung oleh Polri. Sementara TNI berkapasitas sebagai satuan untuk membantu Polri dalam penanganan tindakan pemberantasan terorisme.

Adapun mengenai isu khilafah yang dilarang di Indonesia, erat kaitannya karena ingin merubah pancasila sebagai ideologi negara.

“Pancasila pembahasannya sudah final, yang melibatkan para ulama di Indonesia pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Dan Pancasila itu adalah bagian dari pandangan bangsa untuk pemersatu bangsa,” kata Kolonel Dodo.

Berkaitan dengan isu PKI yang sedang marak dibicarakan di Indonesia, Kabintal menjelaskan bahwa komunis masih dilarang di Indonesia. Dan Tap MPR Nomor 25 tahun 1966 belum dicabut sampai saat ini. Dengan demikian, partai komunis masih dilarang beraktifitas dalam berbagai hal di Indonesia.

“Kepada para penyuluh dan penghulu yang mengikuti diklat ini, kami berharap agar dapat menyampaikan kepada masyarakat yang disuluhi agar berhati-hati dalam bergaul. Hal itu supaya tidak terpapar dengan paham radikalisme dan intoleran dan terorisme,”jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta mengungkapkan demokrasi yang ada di Indonesia terkesan dibatasi dalam hal penyampaian pendapat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Kabintaldam IM itu menjelaskan bahwa demokrasi dalam hal menyampaikan pendapat dibenarkan asalkan tidak merugikan dan menyinggung orang lain. Bila sudah menyinggung orang lain, nanti akan berurusan dengan undang-undang ITE.

Selain itu, Kolonel Dodo Masdori juga memberikan penjelasan yang sangat bijak tentang pertanyaan peserta lainya yang berkaitan dengan diskriminasi. Menurutnya secara kelompok tidak pernah ada diskriminasi.

“Akan tetapi yang sering terjadi adalah rasa tidak puas seseorang atau personal yang dibesar-besarkan. Sehingga terkesan didiskriminasikan yang pada akhirnya mendapat dukungan atau pembelaan dari pihak lain,”katanya.

Pada sesi penutup, Kabintaldam IM yang didampingi Humas dan Protokol BDK Aceh Nazarullah, S.Ag, M.Pd beserta ketua panitia Nusyirwin, S.Sos, MM menyampaikan salam dan terimakasih kepada Kepala BDK Aceh H. Soni Sofian, SE, M.Pd atas kepercayaan dan kerja sama dengan Kodam Iskandar Muda untuk mengisi materi bagi peserta Diklat.

“Atas kerjasama ini kami mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kedepannya masih diperkenankan untuk dapat mengisi lagi materi di diklat-diklat lainnya,”pungkas Kolonel Dodo Masdori.

Previous Post

Kadis Pendidikan Aceh Tinjau Aktivitas di Sekolah

Next Post

Kepala Madrasah di Aceh Barat Dapat Diklat Teknis Substantif

Next Post

Kepala Madrasah di Aceh Barat Dapat Diklat Teknis Substantif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

04/12/2025
Mengenang 49 Tahun Milad GAM, KPA Wilyah 013/Blangpidie Santuni Anak Yatim

Mengenang 49 Tahun Milad GAM, KPA Wilyah 013/Blangpidie Santuni Anak Yatim

04/12/2025
BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

04/12/2025
Soal Bendera Bulan Bintang, Wali Nanggroe: Kami Menunggu Saja

Wali Nanggroe Aceh Serukan Reformasi Tata Kelola Lingkungan dan Investigasi Menyeluruh atas Banjir Besar Aceh

04/12/2025
Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

04/12/2025

Terpopuler

Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

Warganet Cari Tiga Sosok Pimpinan dan Politisi Aceh yang Diduga ‘Menghilang’ Selama Bencana, Siapa Saja?

04/12/2025

Bantuan dari Abdya untuk Trumon Raya Telah Tiba, Koraban: Terimakasih Bapak Dr. Safaruddin dan Masyarakatnya

Update Bencana Aceh: Jumlah Korban Meninggal Sementara Jadi 249 Orang

Darurat: Gayo Lues Paling Parah Banjir Bandang,Warga Harap Bantuan Provinsi Dan Pusat

[Opini] Longsor, Banjir, dan Hati Nurani yang Ikut Tertimbun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com