Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

“Pemkab Aceh Besar Bek Lalee Ngon Peng Griek Covid-19”

Admin1 by Admin1
09/09/2020
in Nanggroe
0
“Pemkab Aceh Besar Bek Lalee Ngon Peng Griek Covid-19”

BANDA ACEH – Pemkab Aceh Besar diminta tidak hanya sibuk dengan anggaran Covid-19 tapi lupa dengan serapan anggaran Otsus yang masih minim.

Hal ini disampaikan anggota Badan Anggaran DPRK Aceh Besar Khubbie Elrisal, Rabu 9 September 2020.

Menurut Khubbie, minimnya penyerapan dan realisasi dana otonomi khusus yang dikelola kabupaten/kota dapat berdampak kepada pemangkasan jumlah alokasi anggaran untuk kabupaten/kota terkait pada tahun berikutnya. Hal ini tentunya secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak kepada program-program pembangunan.

“Hingga saat ini, realisasi anggaran Otsus yang dikelola oleh Pemkab Aceh Besar masih sangat minim padahal sudah memasuki catur wulan ketiga. Kondisi ini sangat miris, dan patut dipertanyakan karena sangat merugikan masyarakat dan kabupaten Aceh Besar tentunya,” kata Khubbie Elrisal.

Dia menyebutkan, hingga awal September 2020 ini, realisasi anggaran otsus Aceh Besar baru mencapai 16,22 persen, seyogyanya Pemerintah sudah merealisasikan hingga 50% dari total anggaran.

“Sangat miris, realisasi anggaran otsus yang dikelola Pemkab Aceh Besar hingga saat ini masih 16,22 persen atau setara Rp.18.127.955.877 dari total Rp. 111.739.148.308. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja Pemkab Aceh Besar masih sangat memprihatinkan, sehingga perlu dilakukan evaluasi. Apalagi, sisa waktu untuk tahun anggaran 2020 tidak mencapai 4 bulan lagi,” ujarnya.

Khubbie menyebutkan, mungkin salah satu dalih sekaligus do’a tolak bala untuk menutupi kelemahan kinerja pemkab yang dapat dijadikan alasan yakni situasi sedang dalam masa covid-19.

“Bisa jadi covid-19 akan dijadikan kambing hitam terkait lemahnya kinerja pemkab yang mengakhibatkan minimnya serapan anggaran. Namun demikian, persentase realisasi anggaran otsus tahun ini akan berdampak kepada pemotongan atau pemangkasan anggaran otsus pada tahun anggaran 2021 nantinya,” jelasnya.

Menurut Politisi muda Gerindra itu, jika realisasi anggaran otsus rendah maka secara otomatis akan berpengaruh kepada pembangunan, apalagi jika berdampak kepada berkurangnya alokasi pagu anggaran otsus pada anggaran tahun berikutnya.

“Dampak yang lebih menyedihkan, rendahnya realisasi otsus ini pula akan berpengaruh terhadap perputaran uang di masyarakat yang berakhibat secara langsung terhadap perekomian masyarakat. Semestinya Pemkab Aceh Besar harus segera berbenah dan memaksimalkan kinerja, sehingga realisasi Otsus dapat lebih maksimal pada akhir tahun anggaran nantinya.”

“Pemkab Aceh Besar bek lalee ngon peng griek covid-19. Ujung-ujungnya nanti masyarakat menjadi korban, dan pembangunan terabaikan. Kita minta Bupati untuk segera memberikan instruksi secara tegas kepada SKPK agar segera bekerja ekstra, karena jika sudah kepepet akhir tahun nanti dikhawatirkan pekerjaan yang bersumber dari otsut kualitasnya rendah dan cenderung asal-asalan. Semoga pengalaman yang sudah-sudah menjadi ikhtibar sehingga pemkab terus bisa berbenah,” katanya.

Previous Post

MTsN Model kunjungi Orang Tua Siswa yang Meninggal

Next Post

Usulan Interpelasi Diserahkan ke Pimpinan DPR Aceh

Next Post
Usulan Interpelasi Diserahkan ke Pimpinan DPR Aceh

Usulan Interpelasi Diserahkan ke Pimpinan DPR Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

05/08/2026
PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

05/08/2026
Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

05/08/2026
Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026

Terpopuler

“Pemkab Aceh Besar Bek Lalee Ngon Peng Griek Covid-19”

“Pemkab Aceh Besar Bek Lalee Ngon Peng Griek Covid-19”

09/09/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com