SUBULUSSALAM – Ketua Taruna Merah Putih Kota Subulussalam, Sabirin meminta kepada pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk mengikutsertakan Kota Subulussalam pada pilkada serentak Aceh pada tahun 2022.
Sayap Partai PDIP ini mengungkapkan alasan ikut sertakannya Kota Subulussalam pada Pilkada 2022 nanti adalah karena tidak ada regulasi yang dilanggar.
“Karena selama ini juga Subulussalam ikut serta dalam Pilkada serentak bersifat Nasional, contohnya 2018 lalu, Subulussalam juga ikut pilkada serentak yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada serentak 2018 dilaksanakan pada 29 Juni 2018” kata Sabirin melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada Atjehwatch.com, Senin (5/10/2020).
Sabirin menambahkan, demi keserentakan seluruh Aceh, ia meminta kepada KIP Aceh memasukkan Kota Subussalam pada Pilkada 2022 di Aceh. Apakah Pilkada serentak 2022 akan terus menerus hanya diikuti 20 Kabupaten/kota saja plus 1 Pemilihan Gubernur, sampai kapan seperti itu.
“Demi efektifitas penyelenggaraan pilkada Aceh tidak ada salahnya Subulussalam juga diikut sertakan, bila memungkinkan 2 kabupaten lagi yakni Aceh Selatan dan Pidie Jaya diikutsertakan juga, sehingga Kabupaten/Kota di Aceh seluruhnya ikut pilkada serentak,” ujarnya.
Sabirin menekankan, bilapun kedua kabupaten itu tidak mau ikut serta, pihaknya tetap ingin pilkada di Kota Subussalam diadakan di tahun 2022.
“Mengenai setelah Pilkada 2022, Pemenangnya apakah segera dilantik atau menunggu habis masa jabatan Walikota- Wakil Walikota yang sekarang, Itu kami serahkan kepada pihak pemerintah. Itu tinggal kemauan saja, ada kemauan tentu ada jalan. Kami yakin Pemerintah Pusat punya mekanisme tentang hal tersebut,” jelasnya.
Dalam hal untuk menindak lanjuti aspirasi Masyarakat Subulussalam ini, Sabirin Hutabarat akan melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat, Partai Politik dan selanjutnya menjumpai tokoh-tokoh di Aceh Selatan dan Pidie Jaya.
“Tidak menutup kemungkinan atas nama Taruna Merah Putih akan beraudiensi ke KIP Aceh dan Komisi 1 DPR Aceh di Banda Aceh, serta Mendagri di Jakarta,” tegas Sabirin Hutabarat.
Reporter: Ahmad. Azis








