Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Aceh Melonjak 85 Persen

Admin1 by Admin1
08/10/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Satgas Penanganan COVID-19 menyebut angka kematian akibat Corona di Aceh melonjak 85 persen dalam sepekan terakhir. Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Aceh, mengakui tingginya angka kematian di Tanah Rencong.

“Faktanya, angka kematian Aceh memang tinggi, kita tidak memahami apa penyebabnya angka kematian yang tinggi di Aceh,” kata Direktur RSUZA dr Azharuddin saat dimintai konfirmasi, Rabu (7/10/2020).

Dia menyebut ada beberapa faktor yang berperan menyebabkan kematian, di antaranya parahnya kondisi pasien saat dirujuk ke rumah sakit (RS). Akibatnya, upaya optimal yang dilakukan RS kadang tidak membuahkan hasil dan berakhir dengan kematian.

Faktor lain adalah keterlambatan pasien berobat sehingga, ketika tiba di rumah sakit, kondisinya sudah parah. Azharuddin menilai warga enggan berobat karena takut pada Corona.

“Masyarakat menganggap, kalau ke RS, banyak dilakukan pemeriksaan yang lebih ketat dan detail. Dalam hal ini benar, upaya itu dilakukan agar ketika ke RS pasien tidak tercampur antara yang positif COVID atau negatif,” jelas Azharuddin

Pemeriksaan ketat tersebut dilakukan untuk keamanan sesama pasien, tenaga kesehatan, serta keluarga dan masyarakat. Azharuddin menyebut pasien yang meninggal di Aceh kebanyakan memiliki penyakit penyerta (komorbid).

“Rata-rata meninggal karena ada komorbid,” ujar Azharuddin.

Azharuddin mengungkapkan RSUZA saat ini masih kekurangan alat kesehatan, seperti alat bantu napas khusus (high flow nasal cannula/HFNC). Idealnya, alat itu harus tersedia di RS minimal 20 unit.

“Kita baru punya dua unit. Kita punya juga ventilator, juga sudah difungsikan pada kasus yang memerlukan dalam rawatan kritis di RICU,” beber Azharuddin.

Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 memaparkan progres kasus kematian virus Corona di 10 provinsi prioritas penanganan selama sepekan. DKI Jakarta mengalami penurunan paling banyak, sementara Papua mengalami kenaikan paling banyak.

Berikut persentase perbandingan jumlah kematian periode 21-27 September dibanding periode 28 September-4 Oktober di 10 provinsi prioritas:

– Sumatera Utara: sama (tidak ada perubahan)
– DKI Jakarta: penurunan -52%
– Jawa Barat: kenaikan +29,0%
– Jawa Tengah: penurunan -57,4%
– Jawa Timur: kenaikan +5,9%
– Kalimantan Selatan: kenaikan +25%
– Sulawesi Selatan: penurunan -46.2%
– Papua: kenaikan +187,5%
– Bali: penurunan -2,6%
– Aceh: kenaikan +85%

Sumber: detik.com

Previous Post

Unsyiah: Corona di Aceh Makin Tak Terkendali

Next Post

Kakankemenag Aceh Utara Serahkan Delapan SK Mutasi

Next Post

Kakankemenag Aceh Utara Serahkan Delapan SK Mutasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

16/08/2026
Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Aceh Melonjak 85 Persen

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com