MEUREUDU – Sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor DPRK Pidie Jaya mempertanyakan tentang pemangkasan bantuan beasiswa skripsi, tesis dan distertasi oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya pada tahun anggaran 2020, selasa (20/10/2020).
Mereka menilai bantuan tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa untuk menyusun tugas akhir yang saat ini sedang dilakukan oleh mahasiswa.
Mahasiswa yang mendatangi DPRK Pidie Jaya berjumlah 20 orang dari berbagai kampus yang ada di Aceh. Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRK Pidie Jaya, A. Kadir Jailani, Wakil Ketua DPRK Hasan Basri, Ketua Komisi A, Saifullah, SH dan sejumlah Anggota DPRK lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan kepada DPRK Pidie Jaya terkait keluhan mereka perihal bantuan beasiswa yang semula sudah dianggarkan tapi justru dipangkas oleh Pemkab Pidie Jaya dengan dalih refucosing anggaran untuk penanganan Covid-19.
Azhari mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yang merupakan Koordinator dari para mahasiswa tersebut kepada para Anggota Dewan dengan tegas mempertanyakan alasan ditiadakan atau dipangkasnya bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang tengah menyusun tugas akhir bagi mahasiswa S-1,S-2 dan S-3 yang telah dianggarkan sebesar Rp 1 miliar tahun ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Rahmad Zulfan mantan Ketua BEM STIES Ummul Ayman Pidie Jaya. Menurut dia, di tengah pandemi Covid-19 di mana masyarakat mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah, tapi sebaliknya terjadi pada mahasiswa yang juga sangat membutuhkan bantuan di tengah kondisi sulit ini untuk menyelesai tugas akhir studinya.
“Di masa pandemi ini, mahasiswa tidak mendapatkan bantuan apa-apa. Sedangkan masyarakat lainnya mendapatkan berbagai macam bantuan. Tapi untuk mahasiswa, bantuan yang telah dianggarkan malah di tiadakan,” imbuh Zulfan
Menjawab keluhan mahasiswa tersebut, Ketua DPRK Pidie Jaya, A. Kadir Jailani mengatakan jika bantuan beasiswa tugas akhir kepada mahasiswa asal Pidie Jaya tersebut dipangkas oleh Pemkab Pidie Jaya karena terjadi pemangkasan dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19,” kata Pang Kade, sapaan akrab A.kadir jailani.
Lanjutnya, pihaknya telah berkonsultasi dengan Pemkab Pidie Jaya jika bantuan untuk mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhirnya tahun 2020 kembali akan disediakan dalam anggaran 2021.
“Tahun 2021 bantuan beasiswa ini akan dikembalikan untuk mahasiswa yang menyusun tugas akhirnya tahun 2020. Kami sudah konsul dengan pengguna anggaran,” kata Pang Kade yang ikut dibenarkan oleh Ketua Komisi A, Saifullah, SH dan sejumlah anggota DPRK lainnya.
Menanggapi itu, Rizky mahasiswa di salah satu kampus di Pidie mempertanyakan apakah pada tahun 2021 bantuan beasiswa yang akan disediakan sebesar Rp 2 miliar, yaitu untuk mahasiswa yang menyusun tugas akhir tahun 2020 dan mahasiswa yang menyusun tahun 2021.
“Tahun depan apakah bantuan beasiswa disediakan Rp 2 miliar. Jika satu miliar bagaimana untuk mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhirnya pada tahun 2021,” tanya dia.
Mengenai persoalan tersebut, Pang Kade menyebutkan, anggaran yang akan kembali disediakan tetap seperti anggaran semula dan dihitung jumlah mahasiswa yang mengajukan permohonan bantuan beasiswa pada tahun 2020 ini. Sedangkan untuk yang mengajukan permohonan pada tahun 2021, akan dianggarkan kembali dalam anggaran perubahan.
“Beasiswa yang akan dikembalikan dan dicairkan awal tahun depan adalah untuk mahasiswa yang mengajukan permohonan tahun ini. Sedangkan untuk mahasiswa yang menyusun tahun 2021 dianggarkan dan dicairkan akhir tahun 2021.” ujar dia.
Reporter: Muliadi







