BLANGPIDIE – Puluhan lembaga mahasiswa, pemuda dan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang tergabung dalam Aliansi Bela Rasulullah SAW menggelar aksi di Simpang Ceurana, Blangpidie, Senin (16/11/20).
Para masa aksi awalnya berkumpul di Lapangan Persada, kemudian berjalan menju Simpang Ceurana. Sesaat saja di sana masa lalu bergerak sambil bershalawat menuju Simpang Tegu Bank Aceh.
Andri Suardi, sebagai Koordinator Lapangan mengatakan, aksi ini merupakan wujud pembelaan kepada Rasulullah SAW atas hinaan yang telah dilakukan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
“Aksi ini dilakukan sebagai sikap pembelaan kita terhadap Rasulullah SAW. Kita sebagai umat Islam yang mengaku cinta kepada Rasulullah sudah seharusnya ikut membela dan marah ketika nabi dihina,” ungkap Korlap aksi.
Dalam aksi tersebut para orator seperti Maimun, Wahyu Andika, Osha Yurahman, Munawarah, Syukur, Safrijal Puri dan orator lainya menyampaikan orasinya secara bergantian, dengan mengajak kepada seluruh masyarakat Aceh Barat Daya terkhusus, umumnya para ummat Islam dunia untuk tidak menjual dan membeli lagi produk-produk Perancis.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Abdya umumnya para Ummat Islam dunia, untuk tidak mengkonsumsi lagi produk Perancis. Ini sebagai tanda kita membela Rasulullah. Karena kemurkaan dan durjananya Emmanuel Macron, sudah sepatutnya kita memusnahkan produk negaranya. Jika produk mereka tidak lagi kita beli, maka perekonomian mereka akan lemah, karena kekuatan mereka hanya ada pada uang, dan uang adalah hal terpenting bagi mereka. Takbir…! Shalawat….!,” seru Safrijal Puri.
Adapun lembaga-lembaga yang ikut serta pada aksi Bela Rasulullah SAW antara lain KASWAJA, DARULMUHIBBIN, MAF, FORDYA, HIPELMABDYA, SAPMA PP, FORKASGEMABDYA, IMM, AKHIA, OPI, BEM STKIP Muhammadiyah, IPELLMAKUBA, IPMM, RMA, IPELMAJA, FKBN, IPMS, LDS, BKPRMI Abdya.
Reporter: Rusman










